Selamat Tinggal Thesis Theme

Setelah hampir 5 tahun memakainya, akhirnya mulai hari ini saya meninggalkannya. Sebetulnya saya ingin ndesain baru dengan dasar Twenty Sixteen dari WordPress. Namun masih belum sempat. Alasannya simpel, tema bawaan WordPress ini simpel dan saya suka. Fiturnya pun menarik.

Untuk masalah posting yang setahun sekali ini, saya serahkan Yang Maha Kuasa saja. Semoga masih diberi waktu panjang untuk bisa menulis di sini. Akibat banyak kerjaan ngurusi toko jam tangan online, juga ngurusi pembeli online yang semakin hari semakin banyak maunya. *Sedikit ngeluh, tapi ga baik*

Sampai di sini dulu perjumpaan, eh, ucapan selamat tinggal pada Thesis Theme yang sudah lama menjadi baju Gubug Reyot. Karena jam tangan G Shock KW saya sudah menunjukkan pukul 6.42 WIB dan saya belum tidur. Semoga lekas diberi waktu buat optimasi blog ini, yang sebenarnya tak ada yang perlu dioptimasi. Au Revoir!

Keunikan Angka Dalam Bahasa Jawa (Arti Angka Jawa)

Dalam bahasa Indonesia urutan bilangan diucapkan “dua puluh satu”, dua puluh dua… Dua puluh sembilan. Dalam Bahasa Jawa tidak diberi nama “rongpuluh siji, rongpuluh loro”, dst; melainkan “selikur, rolikur,… Songo likur”.

“Selikur, rolikur,… Songo likur” Di sini terdapat satuan LIKUR, yang merupakan kependekan dari “LIngguh KURsi”, artinya duduk di kursi. Pada usia 21-29 th itulah pada umumnya manusia mendapatkan “tempat duduknya”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis dan lain sebagainya.

Namun ada penyimpangan di atas penulisan dan pengucapan tadi. Bilangan 25 tidak disebut sebagai Limang Likur, melainkan Selawe. SELAWE (SEneng-senenge LAnang lan WEdok). Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).

Bilangan selanjutnya sesuai dengan pola: Telung Puluh, Telung Puluh Siji, Telung Puluh Loro, dst. Tapi ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50. Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telung Puluh, Patang puluh, mestinya Limang Puluh. Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET. Pasti ada sesuatu di
sini…..

SEKET (SEneng KEThunan: suka memakai kethu/tutup kepala/topi/kopiah)

Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa untuk menutup botak atau rambut yang memutih. Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang beribadah. Bisa jadi orang Jawa beranggapan bahwa pada umur lima puluh tahun adalah usia di mana manusia masuk pada tahapan spiritual yang meningkat.

Pada usia 50 mestinya seseorang lebih memperhatikan ibadahnya. Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, sekitar 25 tahun kemudian, yaitu pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akhirat.

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan Sewidak atau Suwidak. SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK). Artinya: sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang. Siap berpulang ke Rahmatullah.

Pada bilangan 100 Bahasa Jawa terpaksa memakai akronim yang berasal dari “induknya”, yakni Bahasa Indonesia.
SATUS (SAatnya Tu tup USia).
Silahkan, monggo di-share, “credit” untuk yang suka mengaku Suku Jawa.

Jam Tangan Model Gelang LED Lagi Ngetrend

Mau cerita peluang usaha gelang jam LED karet merek Puma, Nike, Adidas warna-warni yang lagi ngetrend & digandrungi masyarakat Indonesia. Ini sebenernya barang udah lama kok, cuman boomingnya barusan aja. Kemana-mana liat orang pake gelang jam LED. Alasannya simpel sebenernya, modelnya bagus, keren, nyaman dipakai beraktifitas atau olahraga, lalu harganya murah meriah.

jam gelang LED karet puma adidas nike

 

Saya jumpai tukang parkir, warung kopi, mahasiswa, karyawan pabrik & kantor beralih profesi jadi penjual jam LED murah. Mereka jual harga Rp.60.000,-, kadang Rp.100.000,- dapat dua, ada juga yang lebih murah. Tapi aku bisikin ya, Kandang Arloji jual gelang jam LED grosir termurah untuk dijual kembali. Sssst! Ini rahasia!!

Continue reading “Jam Tangan Model Gelang LED Lagi Ngetrend”

Kemana Lagi

cinta yg dulu manis bak sekotak coklat…
kini pahit bak sebutir buah pare…..
kata cinta yg dulu sering kau lontarkan..
kini tak ada lagi ku dengar…
ku tlah kehilangan mu….
tersesat di dalan kegelapan hatiku.
ke’egoan mu dan ke’egoan ku tlah meluluh lantakan indah nya kebersama’an kita.
ingin rasanya membenci dan melupakan diri mu dan berlari sejauh mungkin….
tapi entah kenapa…….
aku tak bs melupakan mu..
semakin aku melupakanmu…
semakin kuat bayang mu di pelupuk mataku..

Program Diet

===Program Diet untuk yang bertubuh gemuk/overweight, manjur dan sudah terbukti===

Seorang pria gemuk bernama Bambang melihat iklan di sebuah surat kabar “Turun 5 kg dalam seminggu!”, kemudian ia menelpon perusahaan pengiklan tersebut dan mereka mengatakan untuk siap-siap dengan pakaian olahraga besok tepat jam 06:00 pagi.

Keesokan harinya, bel pintu berbunyi tepat jam 6 pagi, pria itu membuka pintu dan melihat seorang gadis seksi dengan hanya mengenakan sepatu pink, celana pendek dan kaos ketat bertuliskan “Kamu Tangkap, Aku Milikmu!”. Continue reading “Program Diet”

Puisi untuk Sahabat: “Bersamamu Aku Tegar”

Disini, ku sadar
Betapa indahnya arti ketulusan
Betapa berartinya sebuah persahabatan
Hanya ditempat inilah aku merasakan indahnya kebersamaan

Disini..
Tak pernah ku dengar kebohongan dari dirimu
Semua mengalir apa adanya
Berjalan dengan sebuah kejujuran

Tangis tak lagi terpancar di diriku
Kepenatan tak pernah menghampiriku
Hanya canda dan tawa
Yang selalu terdengar dari bibirku

Sahabat,
Taukah engkau, kenapa Tuhan mempertemukan kita?
Kenapa Tuhan mengirim mu
Untuk hadir di kehidupanku
Untuk hadir menemani hari-hariku

Kini ku tahu,
Kenapa Tuhan lebih memilih mu
Dan bukan orang lain
Karena kau adalah pilihan terbaikNya

Sahabat,
Kini, bersamamu ku bisa tegar
Untuk menjalani kehidupan ini
Meskipun badai menghadang

I Miss You

Aku tak pernah bikin puisi bahasa Inggris sebelumnya. Mungkin ini puisi pertama dengan lirik Linggis. Ya biar dikata gahoel gitu, walo ngawur tapi ini terlintas begitu saja dalam pikiran. Puisi ini sebenarnya tak pernah tertulis, tapi langsung terketik dalam layar 4,3″.

Baru selesai nulis, aku rasa puisi cinta yang bercerita tentang kerinduan yang sangat amat ini bikin trenyuh sendiri. Dan setelah dibaca teman dekat, Katanya malah copas dari mbah Google.. astaga…

Yadah deh segini dulu prakata tentang puisi ini… Continue reading “I Miss You”

Apa Kali Surabaya Patut Dilestarikan?

Lupa-lupa ingat, karena acara ini dilakukan hari Minggu yang lalu. Sekarang sudah hari Kamis, agak kadaluwarsa juga, tapi daripada ndak ada kabar mending ditulis lah… 🙂 Kali ini nulis tentang Surabaya, tepatnya tentang kali atau sungai yang mengalir di kota yang dijuluki Kota Pahlawan ini.

Bicara tentang kali Surabaya, yang pertama terpikir di otak saya adalah kali yang butek (kotor), bau, dan arusnya ndak deras karena dekat dengan muara. Namun kalo dilihat dari sejarah, kali yang mengaliri kota Pahlawan ini dulunya sebagai jalur lalu-lintas perdagangan yang ramai dilalui kapal-kapal kecil khusus untuk berdagang di dalam kota. Kali ini tidak bicara tentang sejarah, namun bakal membahas kelestariannya. Maksud dari kelestariannya yaitu tentang kebersihan serta kehidupan satwa penghuni asli kali Surabaya. Continue reading “Apa Kali Surabaya Patut Dilestarikan?”

Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat

Malam itu masih bisa dibilang sore, namun bapak-bapak yang umurnya diatas 50 tahun sudah pada kumpul di Gayungsari Barat. Aku perhatikan senyum mereka satu per satu, sepertinya mereka baru saja bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Penampakan mereka cukup aneh, ada yang pakai batik, ada yang jenggotnya super panjang dan berwarna putih bersih, ada yang sperti dukun, dan lain sebagainya. Aku manggut-manggut saja, ya begitulah penampakan orang yang suka akan kesenian, memiliki ciri khas yang dijunjung oleh pribadi masing-masing.

Suasana Gayungsari Barat yang semula sepi menjadi semakin ramai saat kawula tua-muda memenuhi pelataran rumah nomor 25-27 itu. Tampak seorang Akhudiat, penulis buku antologi puisi Pohon Bernyanyi yang sedang duduk dikerumuni teman-teman lamanya. Dia menunggu acara dimulai sambil ngobrol dan tertawa bersama teman-temanya. Continue reading “Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat”

2012?

2012? Menurutku angka 2012 adalah angka yang unik, angka yang penuh misteri, angka yang banyak diperbincangkan sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi sebelum membahas angka unik yang merupakan angka tahun Masehi saat ini, aku akan sedikit mengulas apa yang pernah aku pikirkan di tahun kemarin, tahun 2011. Yaa, meskipun ndak ada yang nanya tentang kegiatanku di tahun 2011, tapi kan ini Gubug Reyotku, jangan ngiri yah! heuheuheuy…

Pada tahun lalu aku berharap beberapa hal akan terjadi di tahun 2011, sebagian aku tulis di blog Tutorial WordPress, sebagian lagi aku tulis di salah satu dinding Gubug Reyot. Ada enam poin, namun intinya adalah keinginan seorang pemuda yang amburadul dalam perkuliahan yang ingin membuktikan bahwa tanpa ijazah pun bisa mencari uang melebihi yang bisa dihasilkan orang berijazah, dengan caranya sendiri. Siapakah pemuda itu permirsa?? Sudah bisa ditebak, jadi ndak asyik kalo aku sebutkan namanya disini. ck… Continue reading “2012?”

Mohon Maaf Gubug Reyot Jarang Update

Hehehe… Banyak komplain yang ditujukan kepada saya akhir-akhir ini karena Gubug Reyot jarang update lagi, mengeluarkan puisi-puisi, saling menegur sapa, dan sebagainya. Ya bagaimana lagi, akhir-akhir ini sing Mbaurekso Gubug lagi sibuk *bukan sithik-sithik bubuk loo ya*, alias mewujudkan cita-cita sekaligus membuktikan bahwa mencari uang itu tidak sulit! Kemarin lalu alias jaman mbiyen, saya pernah menulis artikel dengan judul “Cari Pekerjaan Itu Terlihat Sulit Yoo…“, namun alhamdulillah setelah fokus selama beberapa bulan akhirnya saya mampu membuktikan kalau pendapatan saya jauh lebih besar daripada semua teman-teman saya walaupun mereka sudah kerja mapan di kantor pusat pajak sekalipun.

Ups, bukannya saya disini pamer ya. Namun ini buat masukan saja kepada sampean semua. Kalau kita niat, dan fokus terhadap suatu hal yang kita kerjakan, suatu saat kita pasti mendapatkan hasilnya kok. Memang pendapatan teman-teman saya yang sudah pada lulus kuliah itu langsung masuk ke rekeningnya. Kalau saya sih dalam bentuk dollar saja, masuk ke Liberty Reserve atau dikirim melalui Western Union.  Continue reading “Mohon Maaf Gubug Reyot Jarang Update”