Gubug Reyot Punya Kamus Istilah Bahasa Jawa

by Sing Mbaurekso Gubug on May 3, 2010

kamus bahasa jawaHmmm…. Informasi lagi ini. Sebelume memang sudah di loncing Kamus Istilah Bahasa Jawa Gubug Reyot ini. Tapi ndak pernah dipublikasikan, jadi ya sekaranglah waktunya.  Lha aseline ndak penting kok, cuman mau membantu yang bukan berasal dari Jawa saja, kan tamu-tamu agung Gubug Reyot bukan cumak dari sini-sini saja yang rumahnya situ-situ saja…

Mohon maaf lah kalau kamus bahasa Jawa disini kurang lengkap, namanya saja kamus kecil istilah Bahasa Jawa yang sering muncul di Gubug Reyot. Jadinya ya cumak mengandung sedikit kosakata bahasa Jawa,… hehee… Mohon dimaklumi ya mas cowok paling cakep di dunia:D

Kamus Bahasa Jawa disini sangat unik, kamus Jawa ini berisi kosakata sehari-hari pemuda di Jawa Timur, Surabaya pada khususnya….

Kamus Jawa disini bakal saya apdet sewaktu-waktu. Ya kalau ada kosakata baru dalam postingan saya yang sedikit banyak menggunakan bahasa Jawa, pasti langsung saya apdet.

Soal penggunaan Kamus Istilah Bahasa Jawa ini sangat mudah kok. Tinggal klik menu di atas [header Gubug Reyot kan ada menu "kamus istilah"], terus kalau sudah diklik, tinggal tekan tombol Ctrl+F, lalu ketikkan kosakata bahasa Jawa yang ingin diketahui maknanya. :)

Ya semoga bisa mendapat pengetahuan baru lah dari diterbitkannya kamus kecil istilah Bahasa Jawa di Gubug Reyot ini. Biasanya kan setiap daerah di Jawa juga memiliki istilah berbeda dalam membahasakan sesuatu. Misalnya saja kata “panggah”, orang Surabaya dan Sidoarjo tidak tahu apa itu kata “panggah”. Padahal kata ini sangat populer di daerah Kediri, Mojokerto, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, dan sekitar-sekitarnya. Perlu diingat, penghuni kota Surabaya ini banyak yang merupakan pendatang dari kota-kota tersebut lo…

Yawes lah, semoga bisa dipahami dengan baik kamus istilah bahasa Jawa itu… Oh iya, kalo mau pergi dari Gubug Reyot ini, jangan lupa pamitanya mas ngganteng dan mbak cantik… Hehehehe… ;-)

{ 75 comments… read them below or add one }

sunflo May 3, 2010 at 1:04 am

sama ga jawanya dengan jawa krama inggil solo?? secara aq wonk solo gtu… :-)
.-= sunflo´s last blog ..Rollcake Felt Craft Tutorial (Kreasi Flanel Rollcake) =-.

Reply

Sing Mbaurekso Gubug May 3, 2010 at 1:06 am

Njih lek kromo inggil kulo mboten saget mbak Sun… Hehehe… Lha rumiyin pas ulangan Boso Jowo kulo seneng nyonto lan ngrepek… Hehehehe….

Reply

sunflo May 3, 2010 at 1:13 am

lha niku saged basa alus…. sae mekaten o’ … senajan kula remen ngagem basa gaul utawi basa urab teng blog, nanging kula nggih taksih saged ngendikan ngagem basa jawi … :mrgreen: suwuuun…
.-= sunflo´s last blog ..Rollcake Felt Craft Tutorial (Kreasi Flanel Rollcake) =-.

Reply

usup June 7, 2012 at 2:20 pm

enje enje
ojo ojo lalilali
iwak peyek

Reply

ngarsone den bagus September 13, 2012 at 9:36 am

leres mas,kadose jenengan nggih pun sae bso jawi nipun
mboten kados sencang2 suroboyonan umumipun
menawi ngendikan cak cuk-cak cuk..he.he…

Reply

Sing Mbaurekso Gubug May 3, 2010 at 1:16 am

Hehehe… boso urab puniko punopo njih mbak Sun? Lek urap-urap kulo ngerti… :D

Sami-sami mbak Sun… eh mbak, panjenengan ki sakniki nopo teng Arab?

Reply

Wadon Suroboyo July 11, 2010 at 8:11 pm

Waduh mas gubug ki pinter soro yo boso jowo’e..
Pantes digae reperensi ne arek2 suroboyo.. Ben gak weruh’e boso2 katrok thok, opo misuh2 lan sayogyane..
mantap jaya boso jowo!

Reply

Sing Mbaurekso Gubug July 12, 2010 at 10:45 pm

byoh, boso endi eneh “pinter soro” iku mbak Wadon? mesti boso Gresik iki… aneh seru! ahahay…. lha aku biyasa ae lah mbak, berbagi pengalaman dan pengetahuan, hee…

Reply

nrimo ing pandhum August 24, 2010 at 3:49 pm

pripun mas gubug ? mbok iyo o kulo niki di tuturi bahasa krami ingkang sae !

Reply

Sing Mbaurekso Gubug August 25, 2010 at 7:57 am

ayem sori mas nrimo, nek boso kromo kulo mboten pinter sanget. hi hi hi

Reply

dee November 4, 2010 at 4:08 pm

aku sedang mencari tau artinya jatmiko. Bisa tolong ga ya?? matur nuwun

Reply

anderpati diyanz February 8, 2011 at 12:45 am

arti Jatmiko, atau nyari cowok bernama Jatmiko? hehe

Reply

Pakdhe February 17, 2012 at 8:23 pm

Jatmiko kuwi artine yen ra keliru lho ya.. JAT kuwi KEMBANG yen MIKO kuwi DALAN dadine yen di gabungke JATMIKO = KEMBANG DALAN berarti KEMBANG DALAN = LETHONG (tai sapi,tai jaran,tai kebo lan sak piturute)

Reply

ngarsone den bagus September 13, 2012 at 9:28 am

wkwkwkwkw
ingkang sae-sae kemawon mas pakdhe
mosok kembang dalan lethong

Reply

asda April 16, 2013 at 7:11 pm

JATMIKO ITU NAMA ORANG KAAANG

Reply

melia November 26, 2010 at 3:44 pm

nuwunsewu.. (tp kulo mboten nyuwun duit nggeh)..
mo tny.. ada yg jual kamus bahasa jawa ga ya..?? yg bentuknya buku, jilidan gt, bukan kamus OL.. tp yg bahasa kromo..
lg pgn bljr boso kromo.. asli org jawa tp dulu pas pljrn bhs jawa pling ga seneng materi bahasa krama, eh.. skrg malah pgn bljr.. hehe.. butuh bwt ngobrol sm org2 di jln..

maturnuwun sanget.. :)

Reply

Sing Mbaurekso Gubug November 26, 2010 at 8:02 pm

hmm,, waduh2, rikuesnya kok susah yo mbak? saya ndak pernah cek di toko buku’e… coba mbaknya kalo jalan2 ke mall, jangan lupa mampir ke Gramed njih? ;-)

Reply

dodo May 26, 2011 at 4:49 am

aku ora iso nesu iki

Reply

Retno December 24, 2010 at 12:13 am

nuwunsewu…pengen boso jowo lancar

Reply

saras January 4, 2011 at 7:43 pm

Si Kelingking
Si Kelingking adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di sebuah kampung di daerah Jambi, Indonesia. Ia dipanggil Kelingking karena ukuran tubuhnya hanya sebesar jari kelingking. Walaupun demikian, ia mempunyai istri seorang putri raja yang cantik jelita. Bagaimana si Kelingking dapat mempersunting seorang putri raja? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Si Kelingking berikut ini.

* * *

Alkisah, di sebuah dusun di Negeri Jambi, ada sepasang suami-istri yang miskin. Mereka sudah puluhan tahun membina rumah tangga, namun belum dikaruniai anak. Segala usaha telah mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan mereka, namun belum juga membuahkan hasil. Sepasang suami-istri itu benar-benar dilanda keputusasaan. Suatu ketika, dalam keadaan putus asa mereka berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

“Ya Tuhan Yang Maha Tahu segala yang ada di dalam hati manusia. Telah lama kami menikah, tetapi belum juga mendapatkan seorang anak. Karuniankanlah kepada kami seorang anak! Walaupun hanya sebesar kelingking, kami akan rela menerimanya,” pinta sepasang suami-istri itu.

Beberapa bulan kemudian, sang Istri mengandung. Mulanya sang Suami tidak percaya akan hal itu, karena tidak ada tanda-tanda kehamilan pada istrinya. Di samping karena umur istrinya sudah tua, perut istrinya pun tidak terlihat ada perubahan. Meski demikian, sebagai seorang wanita, sang Istri benar-benar yakin jika dirinya sedang hamil. Ia merasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam perutnya. Ia pun berusaha meyakinkan suaminya dengan mengingatkan kembali pada doa yang telah diucapkan dulu.

“Apakah Abang lupa pada doa Abang dulu. Bukankah Abang pernah memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberikan seorang anak walaupun sebesar kelingking?” tanya sang Istri mengingatkan.

Mendengar pertanyaan itu, sang Suami pun termenung dan mengingat-ingat kembali doa yang pernah dia ucapkan dulu.

“O iya, kamu benar, istriku! Sekarang Abang percaya bahwa kamu memang benar-benar hamil. Pantas saja perutmu tidak kelihatan membesar, karena bayi di dalam rahimmu hanya sebesar kelingking,” kata sang Suami sambil mengelus-elus perut istrinya.

Waktu terus berjalan. Tak terasa usia kandungan istrinya telah genap sembilan bulan. Pada suatu malam, sang Istri benar-benar melahirkan seorang bayi laki-laki sebesar kelingking. Betapa bahagianya sepasang suami-istri itu, karena telah memperoleh seorang anak yang sudah lama mereka idam-idamkan. Mereka pun memberinya nama Kelingking. Mereka mengasuhnya dengan penuh kasih sayang hingga menjadi dewasa. Hanya saja, tubuhnya masih sebesar kelingking.

Pada suatu hari, Negeri Jambi didatangi Nenek Gergasi. Ia adalah hantu pemakan manusia dan apa saja yang hidup. Kedatangan Nenek Gergasi itu membuat penduduk Negeri Jambi menjadi resah, termasuk keluarga Kelingking. Tak seorang pun warga yang berani pergi ke ladang mencari nafkah. Melihat keadaan itu, Raja Negeri Jambi pun segera memerintahkan seluruh warganya untuk mengungsi.

“Anakku! Ayo bersiap-siaplah! Kita harus pindah dari tempat ini untuk mencari tempat lain yang lebih aman,” ajak ayah Kelingking.

Mendengar ajakan ayahnya itu, Kelingking terdiam dan termenung sejenak. Ia berpikir mencari cara untuk mengusir Nenek Gergasi itu. Setelah menemukan caranya, Kelingking pun berkata kepada ayahnya, “Tidak, Ayah! Aku tidak mau pergi mengungsi.”

“Apakah kamu tidak takut ditelan oleh Nenek Gergasi itu?” tanya ayahnya.

“Ayah dan Emak jangan khawatir. Aku akan mengusir Nenek Gergasi itu dari negeri ini,” jawab si Kelingking.

“Bagaimana cara kamu mengusirnya, sedangkan tubuhmu kecil begitu?” tanya emaknya.

“Justru karena itulah, aku bisa mengusirnya,” jawab si Kelingking.

“Apa maksudmu, Anakku?” tanya emaknya bingung.

“Begini Ayah, Emak. Tubuhku ini hanya sebesar kelingking. Jadi, aku mudah bersembunyi dan tidak akan terlihat oleh hantu itu. Aku mohon kepada Ayah agar membuatkan aku lubang untuk tempat bersembunyi. Dari dalam lubang itu, aku akan menakut-nakuti hantu itu. Jika hantu itu telah mati, akan aku beritakan kepada Ayah dan Emak serta semua penduduk,” kata Kelingking.

Sang Ayah pun memenuhi permintaan Kelingking. Ia membuat sebuah lubang kecil di dekat tiang rumah paling depan. Setelah itu, ayah dan emak Kelingking pun berangkat mengungsi bersama warga lainnya. Maka tinggallah sendiri si Kelingking di dusun itu. Ia pun segera masuk ke dalam lubang untuk bersembunyi.

Ketika hari menjelang sore, Nenek Gergasi pun datang hendak memakan manusia. Alangkah marahnya ketika ia melihat kampung itu sangat sepi. Rumah-rumah penduduk tampak kosong. Begitu pula dengan kandang-kandang ternak.

“Hai, manusia, kambing, kerbau, dan ayam, di mana kalian? Aku datang ingin menelan kalian semua. Aku sudah lapar!” seru Nenek Gergasi dengan geram.

Kelingking yang mendengar teriakan itu pun menyahut dari dalam lubang.

“Aku di sini, Nenek Tua.”

Nenek Gergasi sangat heran mendengar suara manusia, tapi tidak kelihatan manusianya. Ia pun mencoba berteriak memanggil manusia. Betapa terkejutnya ia ketika teriakannya dijawab oleh sebuah suara yang lebih keras lagi. Hantu itu pun mulai ketakutan. Ia mengira ada manusia yang sangat sakti di kampung itu. Beberapa saat kemudian, si Kelingking menggertaknya dari dalam lubang persembunyiannya.

“Kemarilah Nenek Geragasi. Aku juga lapar. Dagingmu pasti enak dan lezat!”

Mendengar suara gertakan itu, Nenek Gergasi langsung lari tungganglanggang dan terjerumus ke dalam jurang dan mati seketika. Si Kelingking pun segera keluar dari dalam lubang tempat persembunyiannya. Dengan perasaan lega, ia pun segera menyampaikan berita gembira itu kepada kedua orangtuanya dan para warga, kemudian mengajak mereka kembali ke perkampungan untuk melaksanakan keseharian seperti biasanya. Mereka pun sangat kagum pada kesaktian Kelingking.

Berita tentang keberhasilan Kelingking mengusir Nenek Gergasi itu sampai ke telinga Raja. Kelingking pun dipanggil untuk segera menghadap sang Raja. Kelingking ditemani oleh ayah dan emaknya.

“Hai, Kelingking! Benarkah kamu yang telah mengusir Nenek Gergasi itu?” tanya sang Raja.

“Benar, Tuanku! Untuk apa hamba berbohong,” jawab si Kelingking sambil memberi hormat.

“Baiklah, Kelingking. Aku percaya pada omonganmu. Tapi, ingat! Jika hantu pemakan manusia itu datang lagi, maka tahu sendiri akibatnya. Kamu akan kujadikan makanan tikus putih peliharaan putriku,” acam sang Raja.

“Ampun, Tuanku! Jika hamba terbukti berbohong, hamba siap menerima hukuman itu. Tapi, kalau hamba terbukti tidak berbohong, Tuanku berkenan mengangkat hamba menjadi Panglima di istana ini,” pinta Kelingking.

Walaupun permintaan Kelingking itu sangatlah berat, sang Raja menyanggupinya dengan pertimbangan bahwa mengusir hantu Nenek Gergasi tidaklah mudah.

Setelah itu, Kelingking bersama kedua orangtuanya memohon diri untuk kembali ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang, ayah dan emaknya selalui dihantui rasa cemas dan takut kalau-kalau Nenek Gergasi kembali lagi. Hal itu berarti nyawa anaknya akan terancam. Sesampainya di rumah, mereka pun meminta kepada Kelingking agar menceritakan bagaimana ia berhasil mengusir hantu itu. Kelingking pun menceritakan semua peristiwa itu dari awal kedatangan hantu itu hingga lari tungganglanggang.

“Apakah kamu yakin Nenek Gergasi tidak akan kembali lagi ke sini?” tanya ayahnya.

Mendengar pertanyaan itu, Kelingking terdiam. Hatinya tiba-tiba dihinggapi rasa ragu. Jangan-jangan hantu itu kembali lagi. Rupanya, si Kelingking tidak mengetahui bahwa Nenek Gergasi itu telah mati karena terjerumus ke dalam jurang.

Seminggu telah berlalu, Nenek Gergasi tidak pernah muncul lagi. Namun, hal itu belum membuat hati Kelingking tenang. Suatu hari, ketika pulang dari ladang bersama ayahnya, ia menemukan mayat Nenek Gergasi di jurang. Maka yakinlah ia bahwa Nenek Gergasi telah mati dan tidak akan lagi mengganggu penduduk Negeri Jambi.

Keesokan harinya, Kelingking bersama kedua orangtuanya segera menghadap raja untuk membuktikan bahwa ia benar-benar tidak berbohong. Dengan kesaksian kedua orangtuanya, sang Raja pun percaya dan memenuhi janjinya, yakni mengangkat Kelingking menjadi Panglima.

Setelah beberapa bulan menjadi Panglima, Kelingking merasa perlu seorang pendamping hidup. Ia pun menyampaikan keinginannya itu kepada kedua orangtuanya.

“Ayah, Emak! Kini aku sudah dewasa. Aku menginginkan seorang istri. Maukah Ayah dan Emak pergi melamar putri Raja yang cantik itu untukku?” pinta Kelingking.

Alangkah terkejutnya kedua orangtuanya mendengar permintaan Kelingking itu.

“Ah, kamu ini ada-ada saja Kelingking! Tidak mungkin Baginda Raja mau menerima lamaranmu. Awak kecil, selera gedang (besar),” sindir ayahnya.

“Tapi, kita belum mencobanya, Ayah! Siapa tahu sang Putri mau menerima lamaranku,” kata Kelingking.

Mulanya kedua orangtuanya enggan memenuhi permintaan Kelingking. Tapi, setelah didesak, akhirnya mereka pun terpaksa menghadap dan siap menerima caci maki dari Raja. Ternyata benar, ketika menghadap, mereka mendapat cacian dari Raja.

“Dasar anakmu si Kelingking itu tidak tahu diuntung! Dikasih sejengkal, minta sedepa. Sudah diangkat menjadi Panglima, minta nikah pula!” bentak sang Raja.

Mendengar bentakan itu, kedua orangtua Kelingking tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka pun pulang tanpa membawa hasil. Mendengar berita itu, Kelingking tidak berputus asa. Ia meminta agar mereka kembali lagi menghadap Raja, namun hasilnya pun tetap nihil. Akhirnya, Kelingking memutuskan pergi menghadap bersama ibunya. Sesampainya di istana, mereka tetap disambut oleh keluarga istana. Sang Putri pun hadir dalam pertemuan itu. Kelingking menyampaikan langsung lamarannya kepada Raja.

“Ampun, Tuanku! Izinkanlah hamba menikahi putri Tuanku,” pinta Kelingking kepada sang Raja.

Mengetahui bahwa ayahandanya pasti akan marah kepada Kelingking, sang Putri pun mendahului ayahnya berbicara.

“Ampun, Ayahanda! Perkenankanlah Ananda menerima lamaran si Kelingking. Ananda bersedia menerima Kelingking apa adanya,” sahut sang Putri.

“Nanti engkau menyesal, Putriku. Masih banyak pemuda sempurna dan gagah di negeri ini. Apa yang kamu harapkan dari pemuda sekecil Kelingking itu,” ujar sang Raja.

“Ampun, Ayahanda! Memang banyak pemuda gagah di negeri ini, tapi apa jasanya kepada kerajaan? Sementara si Kelingking, meskipun tubuhnya kecil, tapi ia telah berjasa mengusir dan membunuh hantu Nenek Gergasi,” tandas sang Putri.

Mendengar pernyataan putrinya, sang Raja tidak berkutik. Ia baru menyadari bahwa ternyata si Kelingking telah berjasa kepada kerajaan dan seluruh penduduk di negeri itu. Akhirnya, sang Raja pun menerima lamaran si Kelingking.

Seminggu kemudian. Pesta pernikahan Kelingking dengan sang Putri dilangsungkan selama tujuh hari tujuh malam dengan dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan tari. Tamu undangan berdatangan dari berbagai penjuru Negeri.

Dari kejauhan, tampak hanya sang Putri yang duduk sendirian di pelaminan. Si Kelingking tidak kelihatan karena tubuhnya terlalu kecil. Di antara tamu undangan, ada yang berbisik-bisik membicarakan tentang kedua mempelai tersebut.

“Kenapa sang Putri mau menikah dengan si Kelingking? Bagaimana ia bisa mendapatkan keturunan, sementara suaminya hanya sebesar kelingking?” tanya seorang tamu undangan.

“Entahlah! Tapi, yang jelas, sang Putri menikah dengan si Kelingking bukan karena ingin mendapatkan keturunan, tapi ia ingin membalas jasa kepada si Kelingking,” jawab seorang tamu undangan lainnya.

Usai pesta pernikahan putrinya, sang Raja memberikan sebagian wilayah kekuasaannya, pasukan pengawal, dan tenaga kerja kepada si Kelingking untuk membangun kerajaan sendiri. Setelah istananya jadi, Kelingking bersama istrinya memimpin kerajaan kecil itu. Meski hidup dalam kemewahan, istri Kelingking tetap menderita batin, karena si Kelingking tidak pernah mengurus kerajaan dan sering pergi secara diam-diam tanpa memberitahukan istrinya. Namun, anehnya, setiap Kelingking pergi, tidak lama kemudian seorang pemuda gagah menunggang kuda putih datang ke kediaman istrinya.

“Ke mana suamimu si Kelingking?” tanya pemuda gagah itu.

“Suamiku sedang bepergian. Kamu siapa hai orang muda?” tanya sang Putri.

“Maaf, bolehkah saya masuk ke dalam?” pinta pemuda itu.

“Jangan, orang muda! Tidak baik menurut adat,” cegat sang Putri.

Pemuda itu pun tidak mau memaksakan kehendaknya. Dia pun berpamitan dan pergi entah ke mana. Melihat gelagat aneh pemuda itu, sang Putri pun mulai curiga. Pada malam berikutnya, ia berpura-pura tidur. Si Kelingking yang mengira istrinya sudah tidur pulas pergi secara diam-diam. Namun, ia tidak menyadari jika ternyata istrinya membututinya dari belakang.

Sesampainya di tepi sungai, si Kelingking pun langsung membuka pakaian dan menyembunyikannya di balik semak-semak. Kemudian ia masuk berendam ke dalam sungai seraya berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sebentar setelah membaca doa, tiba-tiba seorang pemuda gagah berkuda putih muncul dari dalam sungai. Alangkah, terkejutnya sang Putri menyaksikan peristiwa itu.

“Hai, bukankah pemuda itu yang sering datang menemuiku?” gumam sang Putri.

Menyaksikan peristiwa itu, sadarlah sang Putri bahwa pemuda gagah itu adalah suaminya, si Kelingking. Dengan cepat, ia pun segera mengambil pakaian si Kelingking lalu membawanya pulang dan segera membakarnya. Tidak berapa lama setelah sang Putri berada di rumah, pemuda berkuda itu datang lagi menemuinya lalu berpamitan seperti biasanya. Namun, ketika sang Putri akan masuk ke dalam rumah, tiba-tiba pemuda gagah itu kembali lagi menemuinya.

“Maafkan Kanda, Istriku! Percayalah pada Kanda, Dinda! Kanda ini adalah si Kelingking. Kanda sudah tidak bisa lagi menjadi si Kelingking. Pakaian Kanda hilang di semak-semak. Selama ini Kanda hanya ingin menguji kesetiaan Dinda kepada Kanda. Ternyata, Dinda adalah istri yang setia kepada suami. Izinkanlah Kanda masuk, Dinda!” pinta pemuda gagah itu.

Dengan perasaan senang dan gembira, sang Putri pun mempersilahkan pemuda itu masuk ke dalam rumah, karena ia tahu bahwa pemuda gagah itu adalah suaminya, si Kelingking. Setelah itu, sang Putri pun bercerita kepada suaminya.

“Maafkan Dinda, Kanda! Dindalah yang mengambil pakaian Kanda di semak-semak dan sudah Kanda bakar. Dinda bermaksud melakukan semua ini karena Dinda ingin melihat Kanda seperti ini, gagah dan tampan,” kata sang Putri.

Kelingking pun merasa senang melihat istrinya bahagia karena mempunyai suami yang gagah dan tampan. Akhirnya, mereka pun hidup bahagia. Si Kelingking memimpin negerinya dengan arif dan bijaksana, dan rakyatnya hidup damai dan sejahtera.

* * *

Demikian cerita Si Kelingking dari daerah Jambi, Indonesia. Cerita di atas termasuk kategori dongeng yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pelajaran moral yang dapat dipetik dari cerita di atas bahwa bentuk dan ukuran tubuh seseorang tidak dapat dijadikan pedoman rendah atau luhurnya kepribadian seseorang. Hal ini tampak pada diri si Kelingking, meskipun ukuran tubuhnya kecil, tapi ia telah berjasa kepada rakyat dan negerinya, karena telah mengusir Nenek Gergasi.

Reply

uzumakiran July 5, 2011 at 6:20 pm

njenengan malah nuliscerpen iki… hihihi
ojo nesu mbak

Reply

yoan mi rq April 15, 2012 at 4:42 pm

wahhh…kok malah nulis di sini..padahal ceritanya bagus..kenapa gak di terbitkan di tempat lain aja..

Reply

henny January 5, 2011 at 4:27 pm

mas..aku mo belajar boso jowo dnk? sama panjenengan gmn?
karna sy ndak bs boso jowo yg baik. Terima kasih.

Reply

Sing Mbaurekso Gubug January 7, 2011 at 8:41 am

waduh, kalo belajar sama saya, entar saya ajari yg aneh2 lo mbak.. #ngikik

Reply

uzumakiran July 5, 2011 at 6:07 pm

malah panganan ae ta mas?

Reply

atizweet January 25, 2011 at 8:58 pm

salam kenal ya…ajarin aq bhs jawa dunx.. khususnya jw timur (jember)..yg bhs gaulnya jg gpp…thx ya

Reply

atizweet January 25, 2011 at 9:01 pm

oia follow twitter Qu ya…atizweet.. ok suhu/guru!! heheee

Reply

Sing Mbaurekso Gubug January 26, 2011 at 12:14 pm

wealah, saya ndak pernah ke Jember suruh ngajari bahasa Jember.. Hohoho… Jember tu ada di Timur, ya sudah tercampur dikit sama orang Madura. Kalo bahasa Jawanya sih memang tidak jauh berbeda sama bahasa daerah saya, Trenggalek. Ah, kok jadi ngelantur yah.. ntar salah malah berabe. wkwk… Memangnya mbak Atiz mau ke Jember ya?

Reply

shabrina February 6, 2011 at 10:38 am

kolonuwun…
nyuwun pangapunten nggih, meniko kulo nyasara dugi mriki :)

Reply

uzumakiran July 5, 2011 at 6:10 pm

ora po2 ta mba, saged sinau boso jowo :D

Reply

BlukuTuk February 23, 2011 at 8:42 am

kulo niki sakniki kepingin belajar bahasa jawi alus,…..
tapi ngeh ngoten lare sakniki, wong jowo orah ngrtos jawine,…..
sing dicontoh lare luar negeri,…

Reply

ngarsone den bagus September 13, 2012 at 9:24 am

leres sanget.jowo ning ra njowoni

Reply

celeng February 28, 2011 at 1:21 pm

hmmm…semua kq pada mau menang sendiri…bahasa jawa itu berbeda2…bkan karena tercmpur madura atau apa..tpi perlu di ingat sebelum bahasa jawa yg sperti sekarang…ada bahasa jawa kuno atau kawi…seperti sekarang masih aada di banyuwangi…dan sebagian kecil daerah lain…bahasa banyuwangi masih banyak mempertahankan kata 2 kuno seperti…wadon..klo jwa sekarang wedok..katon,klo jawa sekarang ketok.ndeleng ,klo jawa sekarang ndelok,takon,klo jawa sekarang ada yg bilang tekok,milu ,klo urg jatim melok,jateng melu..aran,jwa skrg jeneng…isun ,jwa sekarang aku..siro ,jawa sekarang koe..banyak kan bahsa jawa kunonya…makanya bhasa jawa tu gk ada yg sok bnar n paling halus sendri..bhasa jawa sekarang tu emg berbeda2..kata2 kuno ini terdapat pula di sebagian jateng,jabar,,thx all

Reply

najis February 28, 2011 at 1:27 pm

hmm…coba suruh baca sumpah palapa,paling ya gk ada yg tw org jawa yg dsini ini…payah payah

Reply

uzumakiran July 5, 2011 at 6:11 pm

golet ae ing buku sejarah, hihi

Reply

Subkhan March 2, 2011 at 5:17 pm

Sik ta mas, mbak. Mbok ya dibaca dari awal, ini bahasa Jawa ‘yang’ saya gunakan di Gubug Reyot ini sebagai selingan bahasa Indonesianya. Jadi kalo ndak sesuai dengan mindset bahasa Jawa yang ada di benak sampean yo monggo dicek ulang ‘semua’ artikel Gubug Reyot. Pasti hasilnya ada disini kosakata bahasa Jawanya. :)

Reply

Hardianto_Eko March 17, 2011 at 9:14 pm

Ass,, kulo remen dateng sampean maz,, jaman saiki boso jowo wez ilang nyowone,,tegese ilang peneruse,, masio kulo arek sidoaro rodok mboten katah ngertos boso jowo alus,,kulo ge tasek saget mahami kok maz

Reply

Indra March 28, 2011 at 7:53 pm

Ada komunitas dalam facebooknya nda mas?

Reply

ahmat tofek April 14, 2011 at 8:52 pm

mas bisakah kamu beri aku sedikit bahasa jawamu bagi2 sedikit buat inyong saya sofek nyong wong deso sopoto seng oragelem oleh bojo orang jowo seng asli jowo temenan

Reply

uzumakiran July 5, 2011 at 6:35 pm

mas, njenengan wong tegal utawa brebes ta?
bosone ngapak ngapak

Reply

puyi April 19, 2011 at 10:05 am

Salam kenal ngeh…

mugi-mugi kito sedoyo saged dadi rerencang sing apik lan ngenah, nak jenengan ajeng pados buku utawi kamus boso jowo sing regone mirah jenengan tindak mawon ten pasar soping. ten mriku khatah buku sing didodal kanthi rego mirah…

Reply

aprina yummee May 3, 2011 at 7:04 pm

mas kulo nyuwun ajari bahasa jawa alus yooo…koyoe panjenengan pinter sanget bahasa jawae…hehe

Reply

septa May 7, 2011 at 2:30 pm

memel iku opo?

Reply

ari May 13, 2011 at 5:36 pm

moso memel ga eruh artine, contoe “Ojo guyon memel-memel lo yooo”

Reply

cahaya June 3, 2011 at 12:52 am

seng sangkeng palembang purun ngikut mboten??? mboten saged boso jawi niki!!!!!!!!

Reply

halida June 15, 2011 at 12:38 pm

nyelehake pangarep-arepku
marang katresnan lan kawigatenmu sing semu

Reply

viola July 25, 2011 at 6:55 pm

geguritan

Reply

Citra August 3, 2011 at 4:11 pm

Suaranya dikenal merdu dan sering melantunkan lagu jawa yang terkadang memiliki nada-nada tinggi.

Dalam beberapa kesempatan, perempuan yang kerap tampil sebagai sinden mendampingi cerita wayang itu, membawakan lagu ciptaan Gesang dan Ismail Marzuki. Dan tercatat pernah berduet dengan Chrisye (alm) lewat lagu ciptaan Guruh Soekarno Putra lewat lagu Kala Cinta Menggoda.

bahasa jawanya?

Reply

nusamedia07 August 6, 2011 at 10:18 am

mantap kang….

Reply

ayix August 7, 2011 at 10:40 am

kulo remen kalian boso jawi sampeyan mas

Reply

rafflesian.net September 16, 2011 at 9:47 pm

gubugreyot tapi tampilan web blog nya keren habis :D

but, aku ora iso boso jowo.. hehe

Reply

ahmad October 25, 2011 at 10:54 pm

ngapunten,, niku gubuke wis reyot, wis patah-patah kabeh podo ambruk…

Reply

Tejo October 27, 2011 at 11:40 pm

Asl’kum…. Nuwon sewu rayi mas,… dipon tepangaken nami kulo Tejo, asalipon sakeng Lamongan, Jatim, neng sak meniko kulo makaryo wonten ing Malaysia, kulo sampon nilaraken negari Indonesia laminipon 16 taon, neng saben taon kulo tasek bangsol dateng Lamongan, perlu kasumerepono deneng panjenengan bileh sampon lami kulo mados website engkang saget nambah lan kangge pangenget kulo dateng boso kromo ,… neng nembeh sakmeniko kulo saget mangehaken website penjenengan, sejatosipon sampon lami sanget anggen kulo anggadha’i ,….. maaf gak bisa nerusin berbahasa jawa yg bener !!! maksud saya ” sudah lama sekali saya mempunyai keinginan belajar berbahasajawa halus yg benar” mohon dibetulkan bagaimana seharusnya saya menulis kalimat tsb dlm bhsa jawa halus yg sebenarnya….

Reply

idayspriyo November 12, 2011 at 12:12 pm

sinau basa jawi….,kulo saget nangin kanggeh mampir ngumbeh mawon.Dadoz kulo dulek2 kamus basa jawi sak perlu meniko kanggeh dialog kalian tiang sepu2 bantuane yow cak…wezzz.web blog ke’ apik tenan..

Reply

herlinda November 27, 2011 at 7:56 am

Mase sing nggawe blog ki mbok aku ditulungi digawekke pacelathon basa jawa pelakune 4 orang ning sing dowo nggih mas
kagem tugas bu guru matur suwun
minimal dikirim teng email kula setyaherlinda@yahoo.co.id kula tenggo dina rebu tgl 30 desember 2011

Reply

Nur Shohifatul Lailiyah December 18, 2011 at 3:16 pm

@Maz saya bleh mntak bntuany gk…??
saya mau menganalisis bhasa trenggalek sama dg bhasa gresik….tp kendlany say tak banyk tau tntang kosa kata jawa trenggalek, tlong bntu saya untuk menyelesaikan tgas Phonology,
sep contoh
Nyandi (ngalek) mjdi Nangdi (gresik), Trenggalek mnji Ngalek (gresik), pokok ny dari kata tersebut ada huruf yang hlang,,,,
please,,,,,
mkasih
^_^

Reply

Jubaedillah Al Aris December 19, 2011 at 3:17 pm

iya memang jaman sekarang anak muda jarang yang seneng dengan basa inggil kromo, mereka seneng dengan basa gaul melayu aja, kalau pengen belajar basa kromo jowo silahkan kunjungi jubaedillahalaris.blogspot.com

Reply

Hankang Arie Widharto February 2, 2012 at 9:54 am

Nuwun sewu, menawi kepareng, dalem bade nyuwun perso, wonten kamus bahasa jawi engkang waged dipun unduh mboten, sak perlu bade kangge mulang lare – lare SD… matur suwun sak derengipun, lan nyuwun agunging sih samudro pangaksami bele wonten atur kulo engkang mboten trapsilo dumateng manah ipun panjenengan.

Reply

rino February 7, 2012 at 9:48 am

1

Reply

rino February 7, 2012 at 9:50 am

kulo mboten saget bahasa jowo iki,,,

Reply

furniture-jati February 9, 2012 at 5:25 pm

apik iku gan,,,,,

Reply

patung pahat February 9, 2012 at 5:27 pm

ena’e kulo komen nopo geh,,,
salam kenal mawon gehhhhh,,,

Reply

sarwanaleo March 2, 2012 at 10:44 am

hehehe sae sanget sanaoso namung sakedik tapi sampun saged ngawujudaken bahwa kito takseh nguri ngu adbi luhung budoyo jawi hehhehe saya juga hidup di rantau terus nh tapi kalau dgr bhs jowo sangat2 bangga karna aku mash merasa sebagai org jowo thks sobat2 semua

Reply

ervin April 25, 2012 at 9:54 am

bagaimana ya cara meminta maaf kepada orang tua dalam bahasa jawa ???

Reply

dira July 4, 2012 at 10:14 pm

nih artix apa yah?? :)
“Tul Jaenak Jae? Jatul Jaeji Kontol jare Banyak ndok.ke Bajul kari siji” mksih sblumx… aqu cuma tau jare=banyak siji=satu

Reply

arindra July 12, 2012 at 6:39 pm

mas boso jowone “yang berbahagia” sama ” turut mengundang ” i opo bingung aku ? hehhehhheh minta tolong ya

Reply

elidah July 20, 2012 at 11:29 am

ws due clon lakie jweh qta’e

Reply

hery boyfriends July 30, 2012 at 10:50 am

muantapppppppppppppp tenan blog ke,,,,,,
sukses teros yo masss,,,,

Reply

bagongtangen July 30, 2012 at 9:09 pm

ewfw

Reply

luthfiyah annisa August 10, 2012 at 6:38 pm

sarung jagung,rasane…..pelajaran matematika iki.

Reply

isyur November 30, 2012 at 11:04 am

mau tanya arti nyuwun ngapuro, nek awakku ngene..ono opo awakmu? yo mboh rek….tlg yaa..^_^

Reply

asda April 16, 2013 at 7:15 pm

nyuwun ngapuro=minta maaf, nek awakku ngene=kalau badanku begini, ono opo awakmu=ada apa denganmu

Reply

Makassar Infocom March 7, 2013 at 3:44 am

So nice……….

Reply

Application Software Download March 8, 2013 at 3:30 pm

matur nuhun ya :)

Reply

Cerita Dewasa April 17, 2013 at 9:38 pm

mantap kamusnya sob, kembangin terus ya

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: