Puisi untuk Sahabat yang Hilang

by Sing Mbaurekso Gubug on May 6, 2010

Puisi ini saya tulis untuk sahabat saya yang hilang, kekecewaan saya terhadap sahabat, dan untuk teman-teman yang belum pernah kehilangan sahabat, jangan sekali-kali mengecewakan sahabat…

Puisi ini memang ngga jelas, saya merasa punya hutang juga soalnya. Lha banyak yang kesasar kesini gara-gara mencari puisi untuk sahabat yang hilang… Monggo, silakan dinikmati… Tapi inget lo ya, saya bukan ahli berpuisi…

Kau Telah Mati

selamat datang, walau kamu pergi
aku tak mampu terbang, aku tak mampu berlari
aku hanya bisa memandangmu dari sini

biarlah kamu mampu
biarlah aku sendu
aku yakin, meskipun kau membunuhku
masih ada sisi terangmu
emas tak bisa takhlukan aku…

By Sing Mbaurekso Gubug

{ 139 comments… read them below or add one }

syahraini October 20, 2012 at 11:09 pm

Saida
Kamu kemana???
aku sangat kangen ma dirimu
Aku gak berani ge sms ato nlpon u
Karna aku takut setiap q sms ato nlpon mu
Kamu gk da respon ma aku
Kayak na gak da guna age mempertahankan persahabatan kita ini??
Aku dah terlalu capek hadapi semua na
Tapi kenapa pada saat ini juga
Rasa na berat banget meninggalkan ato melupakanmu…
Saida…
Ju2r aku masih sangat sayanggg pada dirimu..
Tolong maafin aku ida
Aku gak mau kita pisah…
Dan tolong terima aku lagi…
aku mau kita seperti dulu lagiiii

Saida…
Seberapa benci na kamu terhadapku
Sehingga kamu gak mau maafin aku lagi????
Dulu kamu pernah bilang ma aku
Kalau kamu gak mau pisah dan ninggalin aku
Tapi…
Kenapa malah kamu yang pergi ninggalin aku da??
Andai saja rasa ini gak da ge ma dirimu
Pasti dari kemaren aku dah meninggalin kamu
Pasti dari kemaren aku dah benci ma kamu
Saida….
Rasanya gak da guna na ge hidup ini
Aku bagaikan tak berdaya tanpa ada dirimu disini
Hari2 ku terasa kosong dan hampa da
Saidaaaaaaaaaaaaaa
Maafin akuuu

Reply

zihan October 23, 2012 at 7:40 pm

terkadang kta slah mngartikan shbt
q gx tau arti shbt yg sbenarnya ,bhkan skarang q gx prcya ada shabat lagi
karena q prnah khilangan da di sakiti ole shbt q ,bhkn yg tdinya SAHABAT skaranh jadi MUSUH

Reply

dyah November 2, 2012 at 1:16 am

Dear sahabatku yang telah aku kecewakan
Semua berawal dari buah Jambu Mete, aku sudah sering makan kacang metenya tapi buah Jambunya belum pernah kumakan seumur hidupku bahkan cara makan buahnya saja aku ngga tau.Yang kata banyak orang yang udah pernah memakannya, buah ini bisa menimbulkan gatal kalau makannya tanpa garam. Garam itu bisa mencegah timbulnya rasa gatal dimulut serta membuat jambunya jadi tambah manis dan menurut para penderita batuk buah ini justru bisa membuat batuknya makin parah (mungkin karna sebab inilah si jambu dengan terpaksa harus dibuang).
Rasa ketertarikanku pada buah ini berawal dari gambar yang mewakili lokerku waktu di Taman Kanak-Kanak yaitu buah Jambu Mete atau kata orang Medan menyebutnya Jambu Monyet. Dan aku pernah mendengar sebuah nasehat turun temurun dari orang tua dijawa jaman dulu yang menasehati anaknya kalau durhaka sama orang tua nanti jadi seperti Jambu Mete ,yang Mete atau dalam bahasa inggrisnya disebut Cashew berada dibawah. Cashew atau mete itu adalah kepalanya jadi maksudnya kalau kita durhaka sama orang tua kepala kita berada dibawah dan kaki kita berada diatas. Namun di Sulawesi penduduk disana justru membuang jambunya dan mengambil metenya aja karna memang banyak yang suka membuatnya sebagai cemilan mete goreng (bisa membuat jerawat berlebih atau kolesterol naik ),sebagai taburan dikue atau hiasan di brownies ,cookies dan juga isi dari cokelat batangan membuat semuanya jadi tambah yummy.
Surat ini Untukmu Teman Terbaikku sekaligus sahabat sejatiku. Dan buah dari Cashew Tree juga yang menjadikan aku yang awalnya hanya gadis kecil yang ceroboh, sering terluka dan cuek sama teman sebayanya menjadi seseorang yang memiliki teman terbaik sekaligus sahabat sejatiku, tapi aku sungguh menyesal telah membuat teman terbaikku sekaligus sahabat sejatiku benci padaku.
Awal pertemuaanku denganmu teman baikku awalnya saat itu aku masih sangat kebinggungan dan canggung karna tiba-tiba saja wali kelas di TK ku menyuruh anak didiknya berpencar dan menepati kelas lain serta belajar bersama dengan teman yang bukan berasal dari kelas yang sama saat itu aku ingin menangis bahkan ingin pulang saja tapi sebuah senyum dari seorang gadis kecil yaitu kamu mengetarkan aura positif dan menguapkan semua rasa canggung dan binggungku.
Aku sudah berkenalan denganmu namun sekarang aku heran mengapa bisa tidak ingat lagi siapa namamu, tapi aku tidak pernah lupa pada janji kita untuk bermain bersama di rumahmu, dan janji itu terngiang terus bagaikan gema, gema itu seakan-akan terus mengingatkan janji kita serta suara khasmu yang membuatku rindu dan menyesal telah mengecewakanmu.
Sebenarnya aku tak bermaksud mengecewakanmu dan sesungguhnya aku tau rumahmu, rumahmu tidak begitu jauh dari rumahku dan sehabis berganti seragam tk dengan baju bermainku serta habis makan siang aku langsung mengeluarkan sepeda berwarna merah maroonku yang saat itu masih memiliki ban bantu 2buah(kids fourcyle), sepedaku yang ada keranjang dan boncengannya itu kukayuh dari rumahku menuju rumahmu tapi ditengah jalan saat di depan rumah seorang dokter gigi aku sangat ketakutan bukan karna takut pada dokter gigi tapi takut pada seekor anjing hitam milik sang dokter gigi, dokter gigi itu adalah ibunda dari temen satu sekolah masku.
Aku takut anjing karna aku memiliki trauma tersendiri terhadap anjing sebelum aku bertemu denganmu teman terbaikku ,saat itu aku disuruh Ma’e untuk menjemput adikku dan aku mengiyakan untuk menjemput adikku Mita di tempat biasa dia dititipkan tempat penitipannya ngga jauh dari rumahku Mita dititipkan dirumah seorang ibu yang masih terbilang bertetangga dengan kami, Mita dititipkan karna bapak dan ibu bekerja, sedangkan aku dan masku Hesa masih sekolah dan pengasuh kami dari kami bayi Ma’e masih sibuk merapikan rumah dan berbelanja dan beliau belanja sayurnya tidak hanya disatu tempat tidak seperti sekarang mulai ada tukang sayur keliling dulu belum ada tukang sayur keliling biasanya Ma’e belanja kewarung-warung dan biasanya bahan makanan yang akan dibeli tidak semuanya ada dan tersedia di satu warung jadi biasanya mae harus pergi dari warung yang satu ke warung yang lain untuk menyempurnakan daftar sayur dan lauk yang akan dijadikan menu makan siang pada hari itu, jadi Mita ngga mungkin ditinggal sendirian atau diotong-otong kesana kemari jadi pilihan ketiganya ya Mita dititipkan lagi pula tetangga kami yang bersedia dititipi itu juga memiliki seorang bayi perempuan, Mita jadi punya teman main, Mita di jemput pulang saat aku sudah pulang dari tk, saat itu aku yang menjemputnya sendirian mau masuk lewat pintu belakang, tapi dikunci jadinya aku ketuk pintunya 3x sambil bilang Mak Atik ini Iik, Iik mau jemput Mita,tapi masih belum dibuka juga akh tunggu aja sebentar pasti nanti dibuka ngga berapa lama berpikiran seperti itu tiba-tiba ada suara krasak-krusuk dari samping kaki kiriku suara itu berasal dari sesuatu yang bersembunyi didalam kotak kayu, dan diantara tumpukan kain gombal serta tumpukan plastik hitam jadi aku pikir di kotak itu mungkin bersembunyi anak-anak kucing seperti biasanya kemudian aku sibak kantung plastik hitam itu karna ingin tau didalam situ anak kucing atau ada sesuatu yang lain dan ternyata didalam kotak itu ada 3 ekor anak anjing yang tidak cute sama sekali menurut pendapatku saat itu justru menjurus pada anak anjing yang menyeramkan dan pada detik itu juga aku langsung lari tunggang langgang aku bahkan terpeleset dan jatuh kekubangan kecil lumpur, seragamku jadi basah dan kotor serta aku tidak jadi menjemput Mita, lalu aku langsung pulang untuk ganti baju dan mandi. Mita akhirnya dianterin ibu yang menjaganya. Kembali ke tempat dokter gigi saat itu aku masih bimbang antara ingin lanjut mengayuh kerumahmu atau pulang saja dan minta diantar bapak aja nanti kalau bapak bisa pulang secepatnya .
Aku akhirnya memutuskan kembali pulang dan ditannya oleh Ma’e Iik dari mana dan aku bilang ngga dari mana-mana dalam keadaan mimik wajah masih ketakutan sedikit serta pikiran bahwa nanti pasti aku bisa dianterin bapak. Tapi rupanya perkiraanku meleset bapak dan ibu baru sampai rumah sehabis magrib dan itu sudah terlalu malam sekali untuk anak berusia 5 tahun keluar rumah dengan tujuan ingin main kerumah temannya walau dengan dianterin bapak sekalipun, dan sebenarnya saat itu aku hampir lupa pada janjiku, saat bapak dan ibu pulang dengan membawa martabak telur lalu bapak bilang dan bertanya padaku, Ik anak temen bapak yang rumahnya dekat kantor pertanian itu temen kamu ya. Oh ya aku hampir lupa janji itu saat masih menggigit martabak aku langsung ingin berlari keluar rumah, memakai sandal dan ingin langsung kerumahmu tapi ayahku bilang lagi kalau kamu udah nunggu Iik dari tadi dan masih nunggu aku tapi kamu ngga bisa nunggu aku lebih lama lagi karna kamu juga mau diajak ayahmu pergi jalan-jalan walau sebenarnya kamu masih ingin nunggu Iik tapi kok Iiknya ngga dateng.
Apakah kamu nangis? Tapi aku tahu kamu pasti kecewa berat padaku kataku dalam hati, sebenarnya aku ingin menangis juga sambil menggigit martabak karna telah membuatmu kecewa tapi aku tidak menangis karna malu dilihat bapak dan seluruh keluargaku ,keesokan harinya kucari kamu disekolah dan aku ingin minta maaf, aku ngga ada maksud untuk mengingkari janji dan membuatmu kecewa,tapi entah kenapa aku tak bisa menemuimu lagi, kamu seolah sudah tidak ada di TK Arafah lagi bahkan sampai sudah kucari di seluruh area sekolah dan masing-masing kelas saat istirahat dan pulang sekolah sebelum aku dijemput becak langgananku, bahkan sampai latihan tari dan manasik haji kamu juga ngga tampak aku bukannya tidak peduli padamu aku peduli bahkan sangat peduli dan ingin dengan tulus memohon maaf padamu tapi aku harus professional dan serius berlatih,kalau saat manasik haji aku tak mencarimu itu karna aku ngga boleh terpisah dari rombongan dan aku juga takut tersesat, tapi kamu tetap tak terlihat dimana pun di setiap inci sekolah namun aku masih senantiasa menunggu kamu keluar dan muncul .
Dan aku selalu menunggumu di belakang rumahmu itupun kalau sampai saat ini kamu belum pindah setiap jogging saat aku masih di Medan aku selalu berhenti beberapa menit dijalan samping dinding rumahmu kamu tak tampak hanya ayahmu dan teman kerjanya yang kadang kulihat dengan cara mengintip sambil melompat-lompat berharap aku terlihat oleh ayahmu dan bilang bahwa aku datang untuk bisa minta maaf tanpa bisa memanggil namamu sebab aku lupa namamu namun aku hanya sedikit ingat inisialmu .
Apa inisialmu“M”? Kalau ngga salah ingat meski ngga yakin benar . Tapi sepertinya ayahmu tak bisa melihatku dan tiap tahun aku selalu menghitung sudah berapa lama kita terpisah dan hatiku ini sepertinya sudah terlalu lama kita sama-sama terluka yaitu karna kamu kecewa oleh keingkaran janjiku dan karna aku sangat rindu padamu . Dan tiap tahun juga aku berharap bisa diberikan satu kesempatan oleh Allah untukku agar aku bisa bertemu denganmu lagi dan diberi kesempatan untuk memohon maaf dan dimaafkan dan aku sama sekali tidak bermaksud mengingkari janji dan membuatmu kecewa dan maaf juga untuk semua alasan-alasan ini, selain aku yang terus mencoba melihat keadaanmu ada juga ayahku yang sering mendengar kabar darimu yang secara tidak langsung mengabarkan keadaanmu padaku dan beberapa kali tentang kegiatanmu ,bagaimana betapa kecewanya dirimu, bahwa aku ikut pencak silat Perisai Diri setiap hari Jum’at kalau pelajaran olahraga saja itupun cuma saat di SMP aja.
Latihan pencak silat perisai diri memang memiliki jadwal di hari Rabu, Jum’at, dan Minggu.Dan bapakku bilang kalau kamu juga latihan rutin perisai diri di hari Minggunya di kantor pertanian dan bapakku kadang-kadang ke kantor pertanian kalau ada urusan dengan temannya dan beliau sempat melihatmu teman terbaikku sedang berlatih tapi yang melihatmu tetap bukan aku . Ya Allah aku tetap memohon kepada-Mu agar aku diberi kesempatan bertemu untuk bertemu denganmu sahabatku, memomohan maaf padamu, mengobati rasa kecewa di hatimu, serta menggobati rasa rinduku . Ya Allah sampaikanlah rasa rinduku pada teman terbaikku dan juga aku hanya ingin bilang apa kau merindukanku juga teman terbaikku, dan kau adalah sahabat sejatiku. Amin, Amin Ya Rabbal Allamin.
TTD: Temanmu yang kamu anggap mengingkari janji kita
Iik(Dyah Anggraheni Intan Kiranarukmi)

Tambahan: – Sebisanya kamu balas suratku itupun kalau kamu masih ingat namaku ini .
– Apakah kamu punya facebook ? Mari kita sambung silahturahim kita yang sempat terputus . Nama lengkapku :D yah Anggraheni Intan Kiranarukmi dan E-mail addressku : jpops.kesukaanku@yahoo.co.id kirim nama lengkapmu dan E-mail addressmu juga ya.
-Coba kalau aku bisa diberi kesempatan bertemu dan hanya kita berdua , anggap kita sedang reuni tapi sayang ya TK Islam Arafah sudah diruntuhkan, apa kau sudah dengar berita itu? Udah lama juga berita itu beredar,dan ada satu murid TK Arafah dari kelasku yang jadi teman facebookku juga sudah tau. Kalau saja sekolah kita masih utuhtempat itu pasti bisa jadi kenangan kita, ya kalau memang sudah terlanjur diruntuhkan sebelum aku bisa bertemu denganmu paling tidak sisakanlah satu ayunan kenangan untuk kita agar aku dan kamu bisa mengenangnya lagi.
Sebenarnya aku sudah cukup sering ke TK Islam Arafah sebelum sekolah itu diruntuhkan sebab adikku Mita dan adik bungsuku Bayu bersekolah diTK yang sama dengan kita. Aku bisa berada disana karna aku selalu minta ikut bapakku mengantar adikku sekolah dan menunggu diayunan selama beberapa menit hanya untuk sedikit mengenang dan mengobati rasa rinduku pada lagu Tk saat upacara danjuga rindu kebersaaman kita yang hanya sesaat tapi sangat berkesan dihatiku. Aku ngga tau seperti apa suaramu sekarang tapi yang masih terngiang dikepalaku bagaikan gema ini adalah suaramu waktu masih ditaman kanak-kanak yang mengingatkan janji kita selain itu saat itu aku masuk siang tapi hanya waktu Mita masih tk aku ikut anterin dan waktu Bayu tk aku ngga ikut.
-Apakah kamu masih terluka, sakit hati dan merasa kecewa. Sekali lagi aku minta maaf untuk semua hal yang membuatmu kecewa dan itu diakibatkan oleh diriku dan kumohon jangan robek surat ini, kumohon kam mau membalasnya dan kita bisa bertemu lagi dan kuharap kamu mau memaafkanku.
-Kamu selamanya adalah teman terbaik dan sahabat sejatiku .
-Teman kamu kuibaratkan rasaku ingin menikmati jambu mete yang tidak kesampaian, jambu-jambu yang lain memang ada tapi mereka tidak istimewa dan tidak bisa mengobati hasratku yang kupendam selama ini. Begitu juga denganmu kamu satu-satunya teman terbaiku, jambu-jambu yang lain maksudnya adalah aku memang selalu bertemu dengan orang –orang yang baru dan teman yang baru tapi mereka tidak seistimewa dirimu, mereka tidak bisa mengobati hasrat dan rinduku padamu yang tidak kesampaian.
Sudah Hampir 17 tahun atau sudah 17 tahun lebih kumenunggu kepastian untuk bisa diberi kesempaatan untuk mengucapkan kata maaf dan bahwa aku masih merindukanmu. Sejak hari itu sampai saat ini perasaan rinduku masih sama padahal kamu wanita dan aku juga wanita,dan seandainya saat itu tiba dan aku diberi kesempatanuntuk mencicipi jambu mete suatu hari nanti berarti aku masih memiliki harapan yang besar dan diberi kesempatan untuk bertemu denganmu lagi suatu hari nanti.
-Dan sebetulnya sudah lama ingin kusampaikan rasa rindu ini untukmu hanya saja saat itu aku belum bisa menemukan waktu dan kata-kata yang tepat dan baru saat ini kutemukan waktu dan kata-kata yang tepat.

Reply

dyah November 2, 2012 at 1:29 am

surat ini untuk teman tkku tahun ajaran 1995 s/d 1996 balaslah suratku, marahi aku, tapi aku juga memohon padamu untuk dimaafkan
I am sorry and please forgive me
mau nyari dia di face.com tapi lupa detail wajahnya

Reply

novita November 21, 2012 at 6:52 pm

walau dia sudah pergi .biarlah kepergiannya menjadi kenangan indah yg tak kan pernah terlupakan sepanjang hidup ok

Reply

Wahid December 4, 2012 at 8:13 pm

Menyentuh banget, crita e sama sprt yg q alami

Reply

Renza March 23, 2013 at 6:26 pm

permisi numpang lewat heheheh :D

Reply

A,inas May 5, 2013 at 6:37 pm

mungkin kita akan merasakan sahabat yang sesungguhx jika kta saling mengerti dan memahami

Reply

rekal alqur'an June 14, 2013 at 10:01 am

puisinya menyentuh kalbu nih mas,, jadi teringat masalalu..

Reply

Leave a Comment

*

{ 3 trackbacks }

Previous post:

Next post: