Kesalahan Belajar Al-Quran

by Sing Mbaurekso Gubug on May 23, 2010

Saya menyesal belajar Al-Qur’an, belajar hanya membaca, belajar tidak mengerti apa artinya, belaar hanya separuh-separuh di waktu kecil dahulu. Ingin rasanya menangis, namun tidak ada artinya. Sekarang mau belajar, rasanya berat sekali. Entah setan mana yang memberi beban 500 ton di otak saya. Hmm, tapi beginilah kondisi belajar Al-Qur’an di daerah saya waktu saya kecil dulu.

Dulu saya pasti digebuki kalau ndak pergi ngaji. Setiap sore saya disuruh ngaji, belajar membaca ikrok, lalu akhirnya sampai ke Al Quran. Namun saya merasa tidak mendapatkan apa-apa, karena saya hanya disuruh membaca dan membaca saja. Tidak diberitahu artinya, diberitahu mungkin hanya arti bismillah, Allahuakbar, Alhamdulillah, Laa Illahaillallah, dan kalimat-kalimat pendek lainnya. Itu yang terjadi di sekolah sore saya, alias di madrasah.

Kalau yang terjadi di SD tidak seperti itu. Di SD disuruh menghafal surat-surat pendek Al-Quran Juz 30. Namun lagi-lagi hanya membaca dan menghafal. Tidak diharuskan untuk mengetahui apa arti dari hafalan tersebut. Jadi di waktu kecil dulu kami semua berfikir kalau Al-Quran itu adalah mantra-mantra sakti yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Ya, hanya sampai disitu.

Nah, disaat saya SMP dan SMA, saya tidak lagi sekolah sore, alias keluar dari madrasah. Saya bosan setiap hari disuruh membaca saja. Tidak pernah diajari maknanya, saya berontak, SAYA ORANG JAWA, SAYA ORANG ENDONESA, BUKAN ORANG ARABIA!!! Adakah orang tua yang berfikir seperti saya saat ini? Saya mohon maaf apabila saya menyinggung sampeyan semua, namun ini adalah kenyataan yang terjadi pada waktu saya kecil dulu. Saya rasa sekarang pun belajar Al-Quran tetap saja membaca saja dari awal, bayangkan apabila sejak kecil kita diajari arti kalimat-kalimat/ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut? Pasti setelah kita dewasa kita bisa menjadi orang yang lebih bijaksana… :)

Sekali lagi saya mohon maaf apabila menyinggung perasaan sampeyan semua ya mas ngganteng dan mbak ayu. Namun ini demi kebaikan pembelajar Al-Quran. Jangan hanya membaca tanpa tahu arti Al-Quran, namun pahami langsung maknanya, hingga benar-benar tertancap ke hati dan otak kita nilai-nilai luhurnya. 😉

{ 34 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: