Kesalahan Belajar Al-Quran

Saya menyesal belajar Al-Qur’an, belajar hanya membaca, belajar tidak mengerti apa artinya, belaar hanya separuh-separuh di waktu kecil dahulu. Ingin rasanya menangis, namun tidak ada artinya. Sekarang mau belajar, rasanya berat sekali. Entah setan mana yang memberi beban 500 ton di otak saya. Hmm, tapi beginilah kondisi belajar Al-Qur’an di daerah saya waktu saya kecil dulu.

Dulu saya pasti digebuki kalau ndak pergi ngaji. Setiap sore saya disuruh ngaji, belajar membaca ikrok, lalu akhirnya sampai ke Al Quran. Namun saya merasa tidak mendapatkan apa-apa, karena saya hanya disuruh membaca dan membaca saja. Tidak diberitahu artinya, diberitahu mungkin hanya arti bismillah, Allahuakbar, Alhamdulillah, Laa Illahaillallah, dan kalimat-kalimat pendek lainnya. Itu yang terjadi di sekolah sore saya, alias di madrasah.

Kalau yang terjadi di SD tidak seperti itu. Di SD disuruh menghafal surat-surat pendek Al-Quran Juz 30. Namun lagi-lagi hanya membaca dan menghafal. Tidak diharuskan untuk mengetahui apa arti dari hafalan tersebut. Jadi di waktu kecil dulu kami semua berfikir kalau Al-Quran itu adalah mantra-mantra sakti yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Ya, hanya sampai disitu.

Nah, disaat saya SMP dan SMA, saya tidak lagi sekolah sore, alias keluar dari madrasah. Saya bosan setiap hari disuruh membaca saja. Tidak pernah diajari maknanya, saya berontak, SAYA ORANG JAWA, SAYA ORANG ENDONESA, BUKAN ORANG ARABIA!!! Adakah orang tua yang berfikir seperti saya saat ini? Saya mohon maaf apabila saya menyinggung sampeyan semua, namun ini adalah kenyataan yang terjadi pada waktu saya kecil dulu. Saya rasa sekarang pun belajar Al-Quran tetap saja membaca saja dari awal, bayangkan apabila sejak kecil kita diajari arti kalimat-kalimat/ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut? Pasti setelah kita dewasa kita bisa menjadi orang yang lebih bijaksana… 🙂

Sekali lagi saya mohon maaf apabila menyinggung perasaan sampeyan semua ya mas ngganteng dan mbak ayu. Namun ini demi kebaikan pembelajar Al-Quran. Jangan hanya membaca tanpa tahu arti Al-Quran, namun pahami langsung maknanya, hingga benar-benar tertancap ke hati dan otak kita nilai-nilai luhurnya. 😉

Author: Sing Mbaurekso Gubug

Seorang blogger. Suka makan tiwul kalau di Trenggalek. Jarang makan, semoga suatu saat mendapat jodoh seseorang yang suka memperhatikan dan pinter masak... Amiin... Hmm.. tuit tuitan yuk, saling follow!! >> @subebeck

35 thoughts on “Kesalahan Belajar Al-Quran”

      1. SETUJU!!! 😀
        nah masalahnya di daerah saya (atau bahkan daerah teman-teman saya) belajar Al-Quran itu ya hanya membaca saja sampai diluar kepala, namun saat ditanya artinya… hmm… bola mata berputar kayak gangsing… :p

        1. Itu artinya sampeyan udah tambah pinter baca, nah trus sekarang keluar daerah n cari guru yang ngajarin lebih jauh ttg Al Qur’an yg tidak sekedar bunyinya. Pasti anda akan merasa nggak sia2 terhadap apa yang diberikan Alloh SWT kepada manusia…..

  1. yang salah itu JUDUL YANG ANDA KASIH tentang alquran..
    harusnya bisa lebih baik lagi…
    hati-hati… salah menyampaikan lain pula artinya !
    thank’s.

  2. assalamualaikum…….saya juga belajar al quran sama seperti mas,cuma diajari baca di TPQ,saya tinggal di kabupaten batang,jawa tengah………tetapi memang kita umat islam belajar baca dulu baru mengenal artinya……saya orang awam dalam agama,tetapi ada ayat al quran yang menyuruh kita membaca al quran yaitu “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakanmu dari segumpal darah”…..ayat al alaq………jadi memang kita belajar baca dulu barulah memahami artinya….iya kan……apalagi ada perintah membaca al quran…..tentu belajarnya cara membaca dulu alias Tajwid………percayalah,tidak ada yang sia-sia kalau kita belajar al quran walau belum tau artinya….Al quran adalah mukjizat nabi muhammad saw……barangsiapa yang rajin membaca al quran akan mendapat pahala dan rahmat Allah…..karena di al quran ada ayat: Rahmat Allah dekat dengan orang yang berbuat kebajikan…….jadi saya memotivasi mas untuk tidak menyesali masa lalu……bahkan saya memuji mas yang sudah belajar al quran walau hanya membaca,insya allah tabungan pahala mas itu banyak sekali……….semoga rahmat Allah selalu menyertai anda………walaikumsalam

    1. lah, sekarang nii ga bisa dong cuman percaya gitu ajah? harus melewati yg bertele-tele dulu biar hati bisa tenang. kalo percaya gitu ajah tanpa memahami maknanya, artinya, alasan kenapa harus begini begitu, ya sama aja boonk donk?

      kalo asal percaya, memeluk agama manapun asal percaya tapi ga curious bisa aja benerr ‘n hati tenangg bgt.. misal percaya kalo batu akik itu tuhan, asal kita membawa batu itu kemana-mana kita bakal berjaya. kita sangat amat mempercayainya. maka akhirnya kita akan tenang, damai, dan selalu merasa diberkahi dan mendapat pahala.. asal percaya saja tidak cukup, dibutuhkan rasa keingintahuan yang besar untuk mencari kebenaran. Mungkin Allah suka hambanya yg selalu mencari kebenaran, hingga nanti dibimbing-Nya ke jalan yang benar untuk MEMAHAMI Al-Qur’an, bukan cuman membaca. Secara Al-Quran itu bahasa Arab sono gt, seandainya Al-Quran turun di Tasikmalaya mah enak, tinggal baca doank dah ngerti artinya. hahaha

      mungkin itu ygg dipikirin mas mbaurekso gubuk reyot :p

      1. saya lebih setuju dengan mas Harry, meskipun tanpa tahu artinya, mambaca Al-Qur’an tentu ada manfaatnya, namun mengetahui makna Al-Qur’an juga sangat penting.

  3. janganlah mas menyesali masa lalu….padahal mas sudah belajar al quran dan tahu cara membacanya…………Allah mencintai orang yang berbuat kebajikan………..bukankah cinta Allah adalah yang terbesar,siapakah yang lebih mencintai kita dibandingkan Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyanyang?

  4. bagi yang bernasib seperti mas mbaurekso gubug atau saya………..hanya diajari cara belajar baca al quran saja di TPQ……..janganlah menyesalinya…….anda kan sudah berbuat kebajikan dan mendapat pahala Allah……….bahkan juga rahmat Allah……….karena anda sudah berbuat kebajikan yang besar sekali…………..tentu saja kita juga belajar artinya juga……………sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah bahwa kita diberi kesempatan belajar al quran……….alhamdulilah hirrabbil alamin…..segala puji dan syukur untuk Allah yang telah melimpahkan rahmatNYA kepada kita semua lewat al quran

  5. Bagus mas Subec, ternyata kesabaran anda membuahkan hasilnya juga, coba kalau dari awal dulu anda tidak pernah belajar baca al qur’an sama sekali, tentu anda merasa malu setelah dewasa untuk memulainya lagi. jadi itu ada hikmahnya bagi anda. memang sebaiknya belajar AL QUran itu bertahap dan bersabar. Sekiranya ketika masih TK dulu anda disuruh memahami makna AL QUr’an , apa anda mampu? bisa-bisa ngaco dah jawabannya. Jadi harus bertahap bukan? apa mas Subec pernah membaca kisah Nabi Muhammad SAW ketika beliau menerima wakyu pertama kali? Bagaimana perasaan beliau? apa yang dilakukan beliau ketika menerima wahyu itu? dan apa yg beliau alami dan kerjakan setelah itu?
    Nah sekarang mas Subec sudah punya bekal yg cukup untuk melanjutkan pemahaman ayat-ayat al Qur’an dengan kemampuan mas mengenal huruf AL Qur’an, anda akan lebih mudah belajar sendiri daripada orang lain yang hanya mereka-reka pemahanan tanpa dasar yang kuat. Bersyukurlah anda yg sudah mempunyai modal yg cukup besar untuk melanjutkan usaha menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Mulailah gali kebenaran ayat-ayat al qur’an dan berikan atau sumbangkan hasil pemahaman anda kepada siapa saja yang membutuhkannya dengan sarana dari media situs anda ini. jangan takut salah atau disalahkan org lain. niatkan demi mencari kebenaran dari dan untuk ALlah SWT, Cepat kembali kalau menyadari kekeliruan, Ayat-ayat Al Qur’an tidak akan pernah salah, hanya kita yang mempunyai kemampuan yg terbatas. Berserah diri lah pada Allah. pahami al Qur’an secara menyeluruh bukan sepotong-sepotong ayat aja. Selamat Mencoba!

    1. Menarik sekali mas Rahman,

      malah saya menyoroti itu. Dahulu saat Rasulullah mendapat wahyu pertama kali dari malaikat Jibril beliau bingung, Dia disuruh membaca, bacalah bacalah. Dia disuruh membaca sesuatu yang beliau tahu maknanya karena itu dalam bahasa Arab. Bukan seperti saya waktu kecil, saat membaca iqro’, hanya membaca dan membaca tanpa tahu maknanya..

      Bukankah lebih baik saya membaca sesuatu yang saya mengerti artinya daripada membaca sesuatu yang entah apa itu maknanya? Sama seperti Rasulullah yang membaca sekaligus tahu maknanya?

      Apa tidak ada yang berpikiran sama seperti saya dan merubah cara belajar Al-Qur’an sekarang ini di TPA yang langsung mengajarkan artinya sedikit demi sedikit, bukan hanya diajari membaca.

      1. Saya juga terus belajar memahami ayat-ayat al qur’an. Belajarlah dan terus belajar karena ilmu Allah yang dibentangkannya di alam raya ini tidak akan pernah habis untuk kita gali, termasuk hakikat dan makna yang tersirat di dalam ayat-ayat AL Qur’an. Bahkan kalau kita sanggup menghabiskan tinta sebanyak air laut dan ditambah lagi sebanyak 7 lautan dibumi ini, maka belum cukup untuk menulis makna ayat-ayat/tanda-tanda kebenaran di dalam AL Qur’an. Maka benar apa yang disampaikan oleh hadis nabi kita Muhammad SAW ” Belajarlah mulai dari buayan sampai liang kubur, tuntutlah ilmu walau ke negri cina sekalipun”.
        Sebagai bahan tambahan , silahkan baca tulisan saya untuk lebih memudahkan pemahaman dan belajar Al Qur’an berdasarkan terjemahan teksnya. di ;
        http://www.scribd.com/doc/54754968/PAHAM-AL-QUR-AN-1

  6. Bismillah…..untuk maz subec tdk harus disesali dengan hanya bisa membaca quran aja bukankah Alloh berjanji akan memberi pahala kepada orang-orang yang membaca al quran dan pahalanya bukan pada panjangnya kalimat yang dibaca tetapi pada huruf perhuruf dan untuk mas subec semoga tetap istiqomah dan tidak ber putus asa amin…..

  7. Sy yakin km termasuk anak manja yg segala sesuatunya harus dilayani oleh org lain, terbukti dr postingan km. Km kan pnya akal, gunakan dong gmn crnya bs dapat informasi yg km butuhkan, jgn putus asa begitu, dosa tau.. M’f km otaknya dikit he..he..he..

  8. mudah2an jln yg kamu pilih skrg benar,..Allah memberi petunjuk kpd umat yg dikehendaki,..saya bangga dilahirkan dikeluarga muslim dan semoga saya istiqomah,..saya org awam, saya hanya membaca masalah kamu di atas,..

  9. sebuah realita yang hampir sama dengan yang saya alami pakde ( cuman bedanya sekarang sampean kuliah dan saya tetap dai wong ndeso yang nggak pernah makan bangku kuliah), dulu saya juga gitu cuman disuruh baca…baca… dan baca….tanpa mengeaui artinya, hingga sekarang akupun bisa dikatakan tidak tahu sepenuhnya makna ayat per ayat yang aku baca ( walaupun sedikit ada yang bisa saya fahami) namun memang tidak semua orang mempunyai latar pendidikan yang sama, sehingga memunculkan pemahaman yang berbeda juga, mengenai realita kehidupan ini.
    guruku juga pernah bilang beragama islam itu bukan soal rasionalitas semata-mata, sebab, dalam Islam memang menerima semua yang rasional, tapi tidak menerima rasionalisme.
    artinya, semua yang rasional bisa diterima oleh Islam. tapi, ada juga hal-hal yang tidak rasional harus kita terima sebagai kebenaran atau keharusan. apalagi, yang rasional itu sebenarnya tidak rasional karena kalau dirunut selalu ada ujung akhir yang tidak bisa lagi dijawab secara rasional.
    dulu mbah buyutku pernah bilang ” moco qur’an iku masio ora weruh maknane tetep oleh ganjare moco”
    terakhir walaupun sampean tidak tahu maknanya seperti saya tapi jangan menjadi alasan untuk tidak membaca al-quran

  10. Iya nih… saya juga punya pengalaman yang sama…
    Baca huruf Arab banyak salahnya malah disalahin dan dilarang… katanya daripada salah membaca mending nggak usah membaca…
    Baca terjemahan disalahin juga… katanya terjemahaan Al Qur’an itu bukan Al Qur’an…
    Lalu… sebagai muslim saya harus berhukum dengan apa?
    Apa orang seperti saya batal menjadi muslim?
    Mayoritas muslim di Indonesia tidak bisa bahasa Arab seperti saya…
    Orang yang bisa bahasa Arab sepertinya menyoraki kebodohan kita… dan menganggap surga itu hanya untuk mereka…

  11. mungkin yg dimaksud menyesalnya disini karena beliaunya dulu gak belajar al quran ma artinya,menyesali cara pembelajarannya. lo q pny ponakan masih 3 tahun lo ngaji baca surat surat pendek dah pakai artinya, nyatanya gak pusing atau bingung dianya, malah dia senang melakukannya, lo gak dikasih artinya dia suka nanya2 trs. 🙂

  12. Astagfirullohal adzim. . .knp hrus mnyesal quran kan pdoman. .klo pgn tau artinya. .knp gak beli trjemahn ny saja. .atw belajar tafsir ke. .

  13. membaca Alquran juga ada manfaatnya kok sob, kita juga mendapat pahala dari hanya membaca saja, memang jauh lebih baik jika kita membacanya dan mengerti maksud bacaan tersebut, keep praying sob!

  14. SUBHANALLAH………….. kesimpulanku :
    1. mas gubugreyot gundah
    2. meski cuma baca qur’an (gak tau arti) tetep dapat pahala lho
    3. dalam keyakinan tidak semua hal bisa di rasionalisasi
    4. masa lalu jgn disesali -> kalo ga punya masa lalu gak jadi seperti sekarang khan???

    sssooooooo………………..
    GUNDAH ITU PENTING, menurut saya itu anugrah yg diberikan Allah SWT untuk manusia. Perubahan2 besar dalam sejarah kehidupan manusia hampir selalu dimulai dari kegundahan sosial, sehingga menjadi lebih baik dan maju.

    YANG LEBIH PENTING…. ke arah mana kegundahan tsb akan dibawa…. diDIAM-kan, diarahkan kepada KERUSAKAN atau kepada KEBAIKAN….

    mas gubugreyot sebenarnya gundah terhadap “METODE PENGAJARAN/PEMBELAJARAN”-nya bukan ??? dan bukan mempertanyakan “ISI/MATERI KANDUNGAN” Al-Qur’an bukan ????

    sssooooo….
    * JUSTRU ini kesempatan orang muda seperti mas gubugreyot berbuat untuk umat…
    * dengan menemukan metode pangajaran yg lebih mudah memahami maksud kandungan setiap Kalamulloh…….

    sebagai perbandingan :
    (tentang metode pengajaran “membaca” Al-Qur’an)
    * dulu… waktu TK dikampung saya diajarkan ngaji langsung pegang Al-Qur’an, semua santri mengelilingi mbah kyai…. salah dikit “Rrrggghhhhh”
    * masuk SD…. dikenal metode IQRO… jilid 1 s/d 6… (kalo gak salah ingat)
    * coba lihat sekarang ditoko-toko buku !!!!!!!!!
    METODE CEPAT membaca Al-Qur’an 12 jam… kemudian Metode Cepat 6 jam… kemudian 3 jam… SUBHANALLAH……..!!!!

    JADI……. jangan patah arang mas gubugreyot….. !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *