Orang Indonesia Dimata Orang Malaysia

by Sing Mbaurekso Gubug on April 5, 2010

Pada era baru ini, mungkin hubungan negara Indonesia-Malaysia sedang kacau dan sering kacau. Disini penghuni Gubug Reyot ingin menyoroti masalah itu. Ya kalao salah, mohon diampuni ya mas mas ngganteng dan mbak cantik. :D Maklum, saya ini orang desa yang nyewa tempat di kota Blogosphere yang juga ingin berpendapat, ngobrolin ini itu ndak jelas dan aseli ndak penting blas.

Setelah melihat forum sana sini, melihat tulisan di gedung megah blogger sana-sini, melihat indahnya pisuhan atau cemoohan sana-sini, bibir ini kok tersenyum sendiri. Lha bagemana piye, mereka saling beradu kata-kata kotor, jurus-jurus andalan cemoohan, seperti Naruto yang mengeluarkan jurus bayangan atau Kage Bunshin buat melawan Sasuke. Atau saat Son Goku melawan Pikoruro (Picollo-yang bener) dan mengeluarkan kamehameha tingkat sejuta koma dua tujuh. Hmm… Antar teman seperjuangan kok pada berantem yah tokoh anime seru ini? Pasti yang pernah jadi anak-anak dulu juga tahu cerita anime populer dari Jepang ini. :D

Clrett, ctaarrrr…zzzz…. Ini judulnya Orang Indonesia Dimata Orang Malaysia kok ngelantur ke anime… Emang GJ (bukan good job) yang punya Gubug.  Hmm, yasudlah mari mari ke topik pembicaraan. Sik ya saya cam Kopi Reyotnya buat menemani obrolan endak penting ini… cuurr, kletek kletek kletek… hmm, harum.. Monggo dinikmati…

Mbalik lagi ke topik, saat ini mungkin masih banyak obrolan-obrolan baru yang mengandung unsur olok-mengolok. Saya habis bertamu ke forum-forum/blog Kaskus.us, Fesbuk grup, Topix.com, Jahu.net, Malingsia.com, de el el. Kebanyakan mereka saling adu jurus masing-masing untuk menghujat, namun ada juga yang menjadi penengah atau netral tentang pergulatan orang Indonesia dengan orang Malaysia ini. Selidik demi selidik, yang beradu jurus tersebut adalah “anak-anak muda” Indonesia dan Malaysia. Ada juga yang “memakai topeng The Mask” untuk memperkuat jurusnya, yaitu dengan menyamar jadi “Indon” buat yang Malaysia, atau “berubah” menjadi “Malingsia” buat yang Indonesia (mohon maaf saya menulis ada apanya, eh salah, apa adanya ding). Tentunya ndak ada pak SBY, pak Najib Razak, atau pak Mizan Zainal Abidin disana.

Saya hanya tersenyum saja melihat mereka berantem. Lha saya ngurusi Gubug Reyot ini saja kewalahan kok mau ikut-ikutan perang sesama manusia. Saya hanya bisa melihat dan berkomentar di dalam hati sesuai hati nurani. Bukannya saya mau mengolok-olok Malaysia juga (saya orang Endonesa tulen yang hidup diantara gedung bertingkat), namun ndak saya pungkiri, dulu saya waktu masih imut kayak marmut dan belum tinggal di gubug reyot ini juga pernah berargumen dalam hati yang intinya mengolok-olok Malaysia. Namun sekarang, saat saya sudah terbangun gara-gara atap gubug reyot ini bocor, saya cari-cari pikiran yang suka ngolok-olok itu kok ndak ada ya? Ndak ngerti ndelesep kemana…

Yang menjadi pertanyaan saya dalam hati, apa ada ya manusia-manusia Indonesia maupun Malaysia yang berfikiran sama seperti saya sekarang. Menjunjung tinggi nilai persahabatan, saling menghormati dan menghargai, dan mendahulukan hati nurani sebelum bertindak/mengeluarkan jurus sakti masing-masing untuk saling menjatuhkan?  Kita semua kan manusia, punya hati punya rasa, punya urusan sendiri yang mungkin orang lain akan sulit untuk mengerti kita, punya kewajiban, punya tanggung jawab entah kepada keluarga (anak istri) maupun tuntutan hidup lainnya, dan sedikit berimajinasi menjadi seseorang diposisi yang disini dianggap sebagai “lawan”. Bukannya saya sok baik, sok imut, sok bijaksana, namun aseli dalam hati saya saat ini ndak ada pikiran buruk tentang Malaysia. (Sampeyan boleh mengolok saya kalao ndak percaya sama saya).

Selidik demi selidik [lagi], ternyata saya punya teman Malaysia di akun Fesbuk. Jumlahnya ndak Cuma satu dua, namun puluhan. Mereka add saya karena keikhlasan, padahal mereka tahu saya ini Indonesian tulen, tepatnya wong Jowo yang belum bisa Njawani. Tapi kok ya tetap di-et juga Fesbuk saya. Kan saya bukan apa-apa, ndak punya barang berharga buat mereka minta, cuman seorang biyasa yang tinggal di gubug renta. Nah, tadi ndak tahu ada angin apa, salah satu dari orang Malaysia ini mengajak cetingan sama saya. Ini cetingannya ndak saya ubah blas:

Lista

hai mas sihat

9:11amMasbeken

hai

sihat

sehat

?

9:13amLista

bandar macam mana

ok

9:13amMasbeken

belum saya lihat :D

9:13amLista

lihat dahulu

9:14amMasbeken

oke

9:23amMasbeken

your city is cool

:D

9:24amLista

lawat city orang lain

9:24amMasbeken

:)

9:25amLista

tamabah pembaikan city

9:25amMasbeken

iya

9:25amLista

bagus

9:25amMasbeken

kok fotomu tidak ada? :D

9:26amLista

belum di masukkan lagi

9:26amMasbeken

hehehe

9:27amLista

mas kamu lelaki atau perempuan

9:27amMasbeken

lelaki, kan “mas”, kalau perempuan “mbak”

9:28amLista

ha ha ha

9:28amMasbeken

yeee, ketawa

kamu orang Malaysia ya?

9:28amLista

betul

9:29amMasbeken

hehe

lelaki juga?

9:29amLista

betul

9:29amMasbeken

namanya kok mirip cewek? :D

9:29amLista

nostalgia lama

9:29amMasbeken

wow

ex?

hmm… mas Lista, apa pandangan orang Malaysia ke orang Indonesia tetap uruk disana?

buruk

:(

saya lihat di forum2 kok begitu ya…

seperti mau perang saja

9:32amLista

dengar boleh, percaya jangan

9:32amMasbeken

ok

saya juga berfikir begitu, tidak semua orang malaysia benci indonesia

juga sebaliknya

9:33amLista

sebab orang orang itu tidak boleh lihat kita senang (damai)

9:33amMasbeken

pasti sebagian besar saling menghormati dan menghargai… :D

9:33amLista

betul

9:33amMasbeken

YUP!!! ;-)

ada sekelompok kecil orang yang tidak suka…

9:34amLista

saya akui

9:34amMasbeken

sekelompok kecil orang di pemerintahan, maupun forum2 yang suka memprovokasi

anda sudah bekerja?

9:35amLista

betul. kita harus berpandangan terbuka dan perfikiran luas

9:35amMasbeken

;-)

9:36amLista

masa ini sedang berkerja

9:36amMasbeken

kok bermain feisbuk? :p

9:37amLista

hiburan sambil kerja

9:37amMasbeken

hehehe

saya masih belajar, kuliah. tapi ini sedang libur. banyak orang Malaysia kuliah disini.

9:37amLista

sorry la kalau lambat

9:37amMasbeken

nevermind :)

9:37amLista

di mana tu

9:38amMasbeken

di Surabaya, Airlangga University

saya juga punya saudara di Kuala Lumpur

9:38amLista

teruskan impian mu semoga berjaya

9:39amMasbeken

oh iya, yang belajar disini banyak yang mengambil jurusan Kedokteran dan farmasi

okelah kalo begitu ;-)

9:41amLista

kuala lumpur di mana tempatnya

9:41amMasbeken

saya tidak tahu..

hehe

belum pernah kesana, jadi tidak tahu

9:42amLista

kuala lumpur luas

9:42amMasbeken

iya

anda juga Kuala Lumpur?

9:42amLista

saya kerja dulu ya, nanti kita chat

9:42amMasbeken

oke oke

selamat bekerja

salam hangat dari Indonesia

Waow, panjang sekali ya, maap mbak cantik dan mas ngganteng sekaliyan. Saya cuman mau syering aja kok, jadi ndak saya tambahi atau saya kurangi cettingan tadi. Hmm… Bisa dilihat kan, betapa ada seorang WNM (warga negara Malaysia) yang memiliki pikiran sama seperti saya. Bisa berfikir positif dan terbuka lebar selebar jendela Gubug Reyot dunia. Saya yakin, di Malaysia banyak orang yang berfikiran seperti itu. Banyak yang menghargai orang Indonesia, banyak yang selalu positif dalam menanggapi segala masalah yang ada.

Terus yang saya tidak habis pikir, kenapa banyak yang saling adu jurus ya? Saya tidak menyalahkan sampeyan yang “pernah ikut” dalam adu jurus ini. Namun saya cuman bertanya, apa sih masalah utamanya kok bisa seperti itu? Apa karena budaya Indonesia dicuri Malaysia? Apa karena kasus Ambalat? Apa karena orang Indonesia yang bekerja sebagai pembantu di Malaysia disakiti? Kalau jawabnya “YA”, coba sampeyan hitung dulu lah orang Malaysia dan Indonesia jumlahnya berapa. Terus sampeyan itung juga jumlah huruf di forum-forum yang sedang adu jurus itu. Terakhir bandingkan. Pasti jumlahnya masih banyak orang Malaysia+Indonesia yang tidak menulis atau ikut campur dalam masalah ini. (Yo iyolah, ngawur cara ini) Tapi setidaknya meyakinkan mbak-mbak nan Ayu dan mas Ngganteng supaya berfikir positif menyikapi masalah ini. (Kalo ndak setuju dengan cara saya membandingkan, ndak usah dihitung detailnya ya?) Heee..

Sekali lagi kita lihat kutipan cettingan saya dengan Mas Lista tadi. Beliau mengatakan, “sebab orang orang itu tidak boleh lihat kita senang (damai)”, dan, “betul. kita harus berpandangan terbuka dan perfikiran luas”. Nah, orang Malaysia sendiri lo ini yang bilang. Dia bisa berkata bijak seperti itu, itu kata-kata yang menurut saya “ajaib”. Bayangkan saja, setelah ngubek-ngubek forum dan blog yang berisi cacian, makian, kata-kata kotor, bahkan orang yang netral juga dimaki-maki, saya menemukan seorang yang memberi titik terang dan sangat ajaib pagi tadi. :D

Dunia ini semakin maju, dunia ini menuju pasar bebas, Indonesia dan Malaysia juga. Suatu saat kita pasti akan bertemu dengan orang-orang yang “mungkin” kita benci. Namun sebelum kita membenci seseorang, alangkah baiknya kan kalau kita mengenal orang itu lebih jauh? Kalau saya tanya, sampeyan lebih suka menambah teman hidup atau musuh hidup hayo? :D

Seorang Salah Al Deen Al Ayubi atau Saladin, pangeran perang Islam terkemuka yang pernah menang perang Salib saja pernah memberikan seekor kuda  kepada King Richard (raja Inggris) saat di tengah-tengah perang (King Richard itu musuhnya lo :p). Masak di dunia yang sudah maju dan sejarah Saladin yang begitu bijaksana sudah berdengung keras di dunia (sampai difilmkan), terus kita ndak mau tahu dan ndak mau mengambil kesimpulan dari cerita sejarah itu?

Cuma mau nambahi sedikit, kalao ditanya kenapa mereka melakukan provokasi-provokasi tersebut, saya hanya bisa njawab untuk orang Malaysia yang mungkin pernah dirampok dan negaranya dilanggar aturannya, “paling-paling orang Indonesia yang melanggar itu sedang khilaf, sedang butuh uang untuk hidupnya, sedang dipaksa perutnya yang kosong untuk melakukan tindak pelanggaran, coba ditanya pada hati nurani masing-masing, kalau Anda berada di posisi itu, apa yang akan Anda lakukan?”. Terus buat orang Indonesia yang merasa budaya kita dicuri oleh orang Malaysia, “paling mereka suka dengan budaya kita, kan orang Ponorogo banyak yang kerja dan menetap disana, terus menjadi dua kewarganegaraan Indonesia-Malaysia(dulu bisa lo menjadi dwi kewarganegaraan). Jadi orang Malaysia juga merasa memiliki sebagian kesenian daerah kita karena saking seringnya orang-orang dari Ponorogo menampilkan Kesenian Reog disana. Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah pencurian budaya? Ya kita cintai dan lestarikan lah budaya kita, jangan ditelantarkan, saat sudah diklaim saja kita berontak”. Toh andai saja memang budaya kita ditiru, kita harus bangga dong mas, berarti budaya kita sangat bagus hingga ditiru oleh negara lain? Betul ndak?

Intinya mari kita berfikiran positif saja, jangan menambah dan memperpanjang daftar masalah dalam hidup kita. Hidup kan ibarat mampir ngombe alias mampir minum di bumi ini. Kalao kita ndak pergunakan sebaik-baiknya, kita bakalan rugi kan?

Yawes mas ngganteng dan mbak cantik, sampai disini saja obrolan kita. Sudah puanjang banget obrolannya, sampe kopi Reyotnya dingin ini. Monggo to diminum, jangan sungkan-sungkan. Silakan juga berdiskusi di kolom komentar. Silakan mengolok-olok saya kalau itu diperlukan, hehe… Saya menerima kerupuk keritikan pedes kok, :D Pokoknya kalo bisa Gubug Reyot ini  jangan dibakar saja, mosok tego yo sudah Reyot gini mau dibakar…? :(

{ 30 comments… read them below or add one }

Dik April 5, 2010 at 8:40 pm

komen balik mas, salam kenal, sukses selalu….
.-= Dik´s last blog ..Start Dreaming Stop Action!!! =-.

Reply

Penghuni Gubug April 5, 2010 at 8:58 pm

iya mas, sama-sama… Terimakasih banyak sudah mampir dan sempain waktunya buat berkomentar, ;-)

Reply

obiezone April 5, 2010 at 9:43 pm

kita nak mo musuhan sama kita punya tetangga, tapi taulah masa ini bangsa kite butuh pembangkit nasionalisme.(hwahahah.., uangel boso malingsia, hihihi)
kalau saya ambil positifnya aja…begitu berita malaysia vs indonesia merebak nasionalisme juga ikut menguat.
Tapi, kalau tanah kita diambil, walaupun sejengkal (apalagi satu pulau! banyak minyaknya lagi) harus kita belaa!!merdekaa!!!sekian terima kasih

Reply

Penghuni Gubug April 6, 2010 at 12:54 am

@obiezone:wah mas Obie kesini, hehehe… ya kalao soal kepemilikan tanah, kita urut aja mas Ob benernya tu tanah milik siapa. Kita berfikiran sabar dulu, berfikir secara positif bagaimana meluruskannya. Tidak membabi buta saling menghasut seperti yang telah ada. hehe… piss Ob :D

Reply

hanifa April 6, 2010 at 10:35 am

Mas penunggu gubug… Linknya saya pasang di sidebar tuh…~
.-= hanifa´s last blog ..Cara-Cara Menaikkan Alexa Rank =-.

Reply

Penghuni Gubug April 6, 2010 at 10:41 am

@hanifa:ok ok mbak hanifa, sudah saya cek. :) terimakasih ya! :D

Reply

anjar April 6, 2010 at 11:18 am

malaisya indonesia, sebenarnya kaya kakak sama adik… kadang – kadang berantem, tapi juga kadang2 baikan juga.. so, no problem lah, yang penting kan jangan sampe jadi bentrok fisik to?? :D
Nice posting gan,, :D

Reply

Penghuni Gubug April 6, 2010 at 3:12 pm

@Mas Anjar, iya mas… memang dari dulu kita tetanggaan, seperti adik kakak, namun ya sifatnya seperti adik kakak yang suka berantem. hehe… tapi semoga itu hanya angin lalu dan cepat dilupakan mas… :)

Reply

anjar April 6, 2010 at 9:15 pm

Linknya sudah saya pasang mas,….. :D

Reply

Penghuni Gubug April 6, 2010 at 10:12 pm

@anjar:Oks mas Anjar. Makasih ya! ;-)

Reply

soewoeng April 7, 2010 at 4:21 pm

soalnya yang muncul di permukaan beda bos, yang jadi berita kan yang aneh aneh
kalo yang biasa ngak mungkin muncul di berita bos

Reply

koplak April 7, 2010 at 4:23 pm

itu tandanya anda orang jawa yang njawani
.-= koplak´s last blog ..CEMBURU DAN CINTA =-.

Reply

Penghuni Gubug April 8, 2010 at 1:59 am

@Mas Soewoeng: ya mungkin memang ada yang suka memprovokasi mas ya? jadinya masalah tambah rumit saja. :D

@Mas Koplak: Wah, terimakasih mas Kop.. Lha masalahe aku belum ngeroso Njawani lo mas… Hee :D

Reply

Anung April 25, 2010 at 1:29 pm

ulasan santai namun berbobot……dan berhati nurani… :)
.-= Anung´s last blog ..Menanti Buah yang Ranum dari Sebuah Pohon =-.

Reply

salam damai July 2, 2010 at 12:26 am

salam kenal :) bagus posting nya… orang seperti kamu lah yang kami harapkan, tidak terlalu ikutan sama adu domba..

saya org malaysia… keturunan melayu (suku banjar, tapi disekolah bergaul sama org2 jawa, kerana meyoritas di kawasan saya adalah dari suku jawa)… jadi saya sikit2 juga bisa ngomong jowo… kebetulan juga siaran tv indonesia spt RCTI dapat diterima, jadi bisa juga pahem bahasa indo…

then, saya nyambung belajar di Kuala Lumpur… Kota yng besar penuh dgn pelbagai kaum dan suku… saya memang suka bergaul sama pelbagai jenis kaum & suku… bisa kembangkan lagi minda dan boleh bertukar2 ilmu. jadi di sini saya juga kira bisa memahami sedikit bahasa minang, serta suku2 asal patani seperti kelantan, trengganu….

amat sedih bila melihat masyarakat baik dari indo & malaysia saling menghujat & bercakaran… kami emang kebanyaknya di sini ingin damai ama indonesian… tapi pelbagai tuduhan dan adu domba yang kami terima dari undangan damai kami. saya agak gembira jumpa orang indonesia sprti kamu yang luas pikiranya.

jika kamu berada di sini (malaysia) terutama di kaw desa masyarakat indo (acheh, jawa, minang etc… di layan baik2 aja) cuma sejak muncul isu pergaduhan spti ini… kami seolah2 jahat di mata indonesia… perkara kecil di angap sgt besar… dan utk pengetahuan sodara, kes penderaaan TKI adalah meyoritas dari golongan cina & india… malah teman saya melayu penah menanggap bibiknya yang asal indonesia seperti ahli keluarganya sendiri…tapi, perkara spti itu masih dikaburkan dari penglihatan warga indonesia.

jika isu pulau ligitan etc.. yng patut di kecam adalah tampuk kerajaan, bukan masyarakatnya… sedangkan kami sbagai rakyat sedang berusaha gigih mengubah pemikiran dan salah laku politik di sini.

media jugak ngak adil sama kami.. kami mahukan pendamaian, tapi seolah2 media mencurah petrol ke bara api… terusan membangkitkan isu kami menyolong budaya di indonesia… saya takut satu hari nanti hbgan adik beradik terpisah seperti yg terjadi kpd korea utara & korea selatan, thailand & cambodia… saya ngak mau itu terjadi pada kaum kita…

bagi org jawa pula, jgn la mudah terguris kerna jawa di malaysia di angap sebagai melayu… melayu hanya untuk gelaran bagi membandingkan 3 bangsa utama di malaysia (cina & india) dan mereka yg asli di sini juga di gelar bumiputra… malah org2 jawa di malaysia amat senang dgn perkara ini, malah banyak kemudahan dan kesenangan bantuan hidup diperoleh (kami di sini tidak besaing antara suku, kami saling membantu… tapi kami bersaing sesama kaum india & cina). jadi harapnya jgn ada adu domba sama indonesia tentang perkara ini… kerna jika melayu dpecah2kan menjadi suku yang kecil, maka org cina & india menjadi semakin kuat.. semakin berani (lihat aja sejarah singapura)…

akhir sekali saya juga berharap satu hari nanti wilayah kita sama2 bergabung… menjadi sebuah wilayah terkuat, dan mungkin satu hari nanti itu juga kita tidak perlu lagi distilahkan sebagai kaum melayu.. tetapi kaum Nusantara.

Reply

Sing Mbaurekso Gubug July 6, 2010 at 9:10 am

hmm… sangat panjang dan bermutu komentar Anda mas…. :-)
dengan komentar ini, semoga bisa membuka mata masyarakat kedua negara supaya tahu realita yang ada… :)

Reply

Prince_Sharm September 1, 2010 at 5:18 am

Hai, Salam Mesra :-) tERIMA KASIh atas peluang komen. Saya tidak memihak pada apa2 yang boleh menimbulkan kontroversial tapi saya ingin memberi semangat pada kamu supaya teruskan usaha.. saya berharap suatu hari nanti Rakyat Malaysia sama Indonesia sedar bahawa perbalahan ini tiada gunanya kerana dari isi dan kulitnya kita adalah serupa..Saya doakan moga satu hari nanti Malaysia sama Indonesia akan bergabung menjadi kuasa Mutlak asia tenggara yang Agong, aman dan damai.
peace
Prince_sharm
-i’m the lover not the hater-peace buddy

Reply

Sing Mbaurekso Gubug September 4, 2010 at 9:00 pm

Salam damai mas Prince. Saya berharap juga begitu. Begitu banyak isu isu yang tidak baik melanda kedua negara, namun saya berusaha agar isu tersebut tidak mengarah pada peperangan dan tindakan anarki lainnya. Saya juga sering blogwalking ke blog Malaysia. Kebanyakan dari mereka baik-baik kok, dan mendukung perdamaian antara kedua negara.

Terimakasih sudah berkunjung di Gubug Reyot mas Prince. Salam hangat selalu dari saya.. :)

Reply

angel September 9, 2010 at 5:51 pm

asyik

Reply

Dr. Hermansyah, SpOT January 18, 2011 at 1:14 pm

Salam kenal mas Sing Mbaurekso Gubug , wahhhhh….saya benar-benar terharu baca tulisan ini…sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang pasang surutnya masalah hubungan Indonesia malaysia…
Sangat jarang saya melihat tulisan yang seperti ini, yang melihat perseteruan selama ini secara utuh. Saya melihat bahwa semua perseteruan di dunia maya ini bukanlah cerminan secara umum orang malaysia dan indonesia, apalagi sebagai sesama muslim yang mendahulukan silaturahmi dan persaudaraan, karena persaudaraan sesama muslim itu melewati batas negara, bahkan bersifat mendunia (heheh…kok melebar)…
Kembali lagi masalah perseteruan di dunia maya, sangat jauh bebeda dengan kenyataan sehari-hari..saya sendiri tinggal di padang yang hanya 1 jam ke Kuala Lumpur, jadi lebih dekat daripada ke Jakarta. Sehingga saya banyak sekali punya sahabat di malaysia yang memperlakukan saya lebih dari sebagai keluarga sendiri….bahkan keakraban tersebut mungkin lebih baik dibandingkan dengan sahabat-sahabat saya di Indonesia….tidak sedikitpun tampak kepura-puraan di wajah mereka…
Mengenai sebutan Indon, saya pernah ditanya apakah saya marah kalau dipanggil Indon, saya katakan tergantung maksudnya…kalau maksudnya untuk merendahkan tentu saya saya marah, tapi kalau hanya sebatas panggilan saya anggap hal yang biasa..sebagaimana saya juga memanggil mereka dengan sebutan malay…
Saya juga tidak meributkan betul masalah klaim, karena saya tidak pernah mendengar langsung dari mereka, karena yang saya tahu banyak orang kampung saya yang sudah puluhan tahun merantau kesana, tentunya juga budaya yang mereka gunakan sehari-hari banyak yang sama dengan orang Indonesia.
Orang meributkan banyak hal tanpa ingin mencari tahu kenapa hal itu terjadi, karena secara universal orang bisa menerima kesalahan kalau ditunjukkan bukti-bukti yang ada…ada satu hal contoh yang baru-baru ini menyedihkan saya, soal penangkapan tenaga DKP di Riau, kenapa mereka menangkap orang di tengah lautan tapi GPRS mereka rusak?, tapi ngotot mengatakan itu wilayah kita. padahal dengan hanya melihat pada bintang di langit….hal itu juga disetujui oleh banyak orang indonesia……jadi kalau secara umum saya melihat bahwa yang berseteru tersebut mungkin kebanyakan orang-orang yang sama sekali belum pernah pernah bertemu dan berurusan dengan orang malaysia……
Terakhir sebenarnya janganlah buruk muka cermin di belah…..harus saya akui bahwa saat ini kondisi di malaysia mungkin lebih baik dan stabil dibandingkan dengan negeri kita, saya tidak mau terjebak dengan istilah nasionalisme yang sempit dan tidak ada gunanya, perseteruan Malaysia dan Indonesia hanya akan menguntungkan pihak ke tiga misalnya Singapura, yang nota bene tidak punya keterkaitan secara historis ataupun emosional ……untuk Malaysia-Indonesia (MALINDO) yang lebih baik dan lebih…rukunnnnn….Aminnn

Mas Sing Mbaurekso Gubug, wahhhhh …. I was really touched reading this post … actually I’ve been meaning to write about the highs and lows of Indonesian and Malaysia affairs …
Very rarely do I see posts like this, who saw this long dispute as a whole. I see that all hostilities in the virtual world is not a general reflection of Malaysia and Indonesia, especially as a fellow Muslim who prefer friendship and brotherhood, as a fellow Muslim brotherhood that transcend national boundaries, even global nature (hehehe. .. not in discussion topic) .. .
Back again feud problem in cyberspace, is very much distinct with the daily-daily reality .. I myself live in Padang West Sumtaera that only 1 hour to Kuala Lumpur, closer than to Jakarta. So I have a lot of friends in Malaysia who treated me more than as his own family …. even the familiarity is probably better than my friends in Indonesia …. never the slightest pretense look on their faces …
Regarding the designation Indon, I was once asked if I was angry when called Indon, I say depending on the point … if of course my intention to denigrate me angry, but if I consider only call things as usual .. I also called them by name Malay …
I also do not really fuss about claims issues, because I never heard directly from them, because I know many people my village who have migrated for decades to get there, of course, also the culture that they use everyday a lot in common with the people of Indonesia.
People fuss about many things without wanting to find out why it happened, because it is universally people can accept mistakes if shown evidence that there is … there is one recent example of this I am sad, about the arrest of DKP in Riau, why they arrest people in the middle of the ocean but their GPRS was broken? (low batt??), but insist on saying that our region, but by just looking at the stars in the sky …. it was also approved by many Indonesian people in general ……
so if I see that the odds are probably many people who have never been met and dealt with Malaysia peoples ……
The last real bad do not face the mirror in the split (Janganlah buruk muka cermin di belah) ….. I have to admit that current conditions in Malaysia might be better and more stable compared to our country, I do not want to be stuck with the term and narrow nationalism that is useless, Malaysia and Indonesia feud will only benefit a third party such as Singapore, the postscript does not have a historical or emotional connection …… For the Malaysia-Indonesia (Malindo) a better and more … rukunnnnn Aminnn ….

Reply

Sing Mbaurekso Gubug January 21, 2011 at 8:26 am

Thanks Dr. Hermansyah. :)
saya juga senang banyak yang mendukung persahabatan Malaysia-Indonesia. Meski banyak isu buruk beredar, toh kenyataannya banyak juga yang menginginkan hidup berdampingan secara damai. :) Arogansi sajalah yang menyebabkan itu semua terjadi. Jujur saya juga ngefans sama pemain timnas Malaysia setelah melihat permainan bagus mereka *loh kok jadi ga nyambung?* hehehe…

Reply

Ismet May 11, 2011 at 2:43 pm

Salam persaudaraan buat kang Mas Gubug Reyot..

Reply

Ismet May 11, 2011 at 2:45 pm

Salam persaudaraan dari saya saudara diMalaysia buat Mas Gubug Reyot

Reply

Merong92 October 3, 2011 at 12:18 am

wah gnteng juga mas… anyway, pndangan yg bernas dan bagus buat anak2 muda ^^, salam gembira dari Malaysia

Reply

A Rizal December 2, 2011 at 10:00 pm

Salam saudara>> bagus penulisannya.. saya sangat suka mengamati persoalan hubungan dua negara rumpun ini.. dan tiada yang lebih mengasyikkan dari melayari dunia internet! internet, alam maya yg pantas -segalanya instant! kebetulan saya sampai ke sini blog anda.. syabas sekali lagi.
Ya sememangnya agak perit membaca kata kata nista, caci mencaci, menghina antara kedua-duanya.. di youtube sekalipun!! anak-anak kecilkah yang empunya kerja itu semuanya? sayang sekali SEA Games tempohari sekali lagi membongkar luas tahap ‘kebencian’ masyarakat Indo di kaca Televsion (ia secara lansung! Live Telecast di 3 channel TV) hingga melampaui semangat kesukanan antarabangsa ASEAN… malam Final di GBK itu rupanya menjadi memori yang amat manis bagi si Rimau dan malang sekali bagi si Garuda, terpukul lagi dikandang sendiri. bagai meludah kelangit bagi mereka yg menghina tanpa batasan – itu anggapan ramai.. Seolah-olah suratan takdir menentukan. ini hanya sukan tetapi dengan ‘layanan’ tuan rumah sebegitu ianya ibarat perang besar haha!! ingatan pada ‘barracuda treatment’ membuat aku ketawa sendirian lagi…

kembali ke topik ini, bagiku ‘tension’ ini ibarat wayang seram – a scary movie– menakutkan, mengerikan bagi anak2 kecil hingusan… tetapi sebenarnya hanya omong-omong kosong ‘special effects’, sekadar hiburan kepada dewasa yang waras.. begitu juga antara dua bangsa ini, hanya mereka yang kolot, tak mengenal sejarah rantau nusantara atau lazimnya terlalu biadab, akan begitu cepat melatah, bahkan mengamuk tanpa usul periksa, di kedua=duan pihak.

Di Medan – Toba Disember 2010 tempohari aku melalui percutian yang manis bersama keluarga. Sungguh baik layanan ‘wisata’. secara jujur dan ikhlas, sememangnya benar -jauh perjalanan, tambah pengalaman.. Indonesia sememangnya indah dan amat kaya sumber alamnya, tetapi masih punya kekurangan yang jelas di mata warga Malaysia, kota Medan apalagi pesisirnya, secara relatif, masih jauh mundur di bandingkan seberang Selat Melaka. Malah Sarawak sekalipun mungkin makmurnya lebih berbanding Kalimantan Barat.

Pembantu di rumahku juga warga Indo, Melayu asal Medan.. sangat ramah dan warak. Aku juga sering interaksi sama TKI pembinaan yang sangat fokus pada kerja mereka sehari-hari dibawah terik mentari. Warga Indo TKI membawa imej yg adakalanya baik, tak kurang juga yg agak buruk dimata.. itu lumrah. sama-samalah kita berdoa semoga aura negatif ini akan hilang beransur2 membawa kemakmuran sesama bangsa seagama. Wassalam!

Reply

Suhanto Kastaredja April 17, 2013 at 2:18 am

Anda bertempat tinggal di mana? Saya berkunjung ke SMK Aminuddin Baki Jl Kampung Pandan Kuala Lumpur tarikh 21-23 Januari 2013 bersama murid-murid saya. Insya Allah 1 Mei 2013. Pelajar SMK Aminuddin Baki Kuala Lumpu akan melawat ke SMA Negri 14 Surabaya Indonesia. Kita membangun persahabatan. Good luck for everything. Wassalam

Reply

Addin July 15, 2012 at 11:15 am

Salam.

Saya orang melayu, sampai kiamat pun saya akan mengaku saya orang melayu, bukan minang, bukan jawa, bukan Banjar. Ia seperti kalau kita bertanya dengan orang Arab “bangsa apakah anda?”. Tidak syak lagi semestinya jawapan orang Arab itu adalah “saya orang Arab”, bukan Arab Quraisy, bukan Arab Aus, Khazraj, Taif.. Benar saudara saya sekalian… masyarakat Arab pasca Islam telah mengenali diri mereka sebagai hanya Arab dan bukan berdasarkan suku.

Apa rumitnya hubungan Malaysia-Indonesia ini?.. Tidak timbul adik atau kakak.. yang hanya adalah ‘Saudara’ yang memiliki hak yang sama. Tidak timbul isu tuntutan terhadap satu pihak mencuri budaya orang lain. ianya seperti menuduh orang keturunan Italy di New York mencuri budaya orang Italy di Eropah. Kita harus sedar bahawa kita perlu mengenepikan pandangan nasionalisme sempit seperti ini. Saya sesungguhnya percaya bahawa bangsa melayu (bukan bangsa indonesia atau bangsa malaysia) ini mempunyai tugas yang amat besar, iaitu ke arah melestarikan kebangkitan Islam yang jelas dijanjikan oleh Allah SWT.

Islam pastinya akan memasuki Baitul Muqaddis buat kali kedua. Bangsa Melayu yang seramai 200 juta lebih Insya-Allah akan sama-sama terlibat dengan usaha ini. Jadi apa yang perlu kita lakukan sekarang adalah berfikir secara waras dan positif. Sekiranya terdapat suatu cerita buruk mengenai saudara kita, berita itu semestinya disiasat samada benar atau tidak dan tidak hanya secara melulu mengemukakan tuduhan.

Kita berada di persimpangan jalan saudara.. pilihlah samda jalan ke arah suatu perkara yang lebih hebat atau jalan yang menuju perangkap nasionalisme sempit berdasarkan daerah semata-mata.

Reply

Muhammad Rum Palsha December 17, 2012 at 10:13 am

MAS BEKEN DAN KAWAN-KAWAN SE-HATI,
SAYA MUHAMMAD RUM PALSHA, 53THN,DI MEDAN,SKRG SAYA SERING BAWA TKI KE MSIA SAMBILMEMPERKENALKAN TANAMAN SELA SERTA BBRP TANAMAN YANG KURANG DIKENAL DI MSIA, JG SELALU MENGINGATKAN SIAPA SJ YANG BERGAUL DENGAN SAYA BAIK DI MSIA MAUPUN DI INDONESIA BHW “MEMPERKUAT EKONOMI DAN BUDAYA MELAYU SERUMPUN INI ADALAH PRIORITY DIATAS SEGALA KEPENTINGAN APAPUN”.
DI MSIA PUN MSH ADA ORANG YANG BERKEKURANGAN SECARA EKONOMI TTP MRK TAKTAU MAU BERBUAT APA.
JIKA TERORGANISIR KELAK PERBAIKAN EKONOMI 2 NEGARA INI, MEMENG BUKAN MUSTAHIL AKAN MENJADI MACAN ASIA TENGGARA, SAYA MELIHAT POTENSI KEARAH ITU.
MARI KITA SATUKAN MELAYU INI DENGAN KERJA YANG IKHLAS, DEMI UMMAT, AMIIN.

WASSALAM,

MUHAMMAD RUM PALSHA.
HP.+6285311754682/+6281378998126

Reply

Suhanto Kastaredja March 2, 2013 at 7:33 am

Saya Suhanto Kastareja, guru bahasa Inggris SMAN 14 Surabaya. Bersama Ibu HJ. Muntiani(Kepala SMAN 14) dan 15 orang siwa SMAN 14, Bapak Nurseno (Kepala SMA), Ibu Utami (Guru SMAN 6 Surabaya serta 20 orang siswa SMAN 6 Surabaya) tanggal 21 s/d 23 Januari 2013 mengunjungi SMK Aminuddian Baki Jl. Kampong Pandan Kuala Lumpur. Mereka juga Insya Allah akan mengunjungi kami. Tujuannya ialah berkenalan, belajar bersama untuk membangun persahabatan yang baik. Kami bertekad mewujudkan cita-cita Bapak-bapak, ibu-ibu,para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia, mencipatakan perdamaian abadi antara bangsa-bangsa di dunia. Bukan membangun permusuhan. Kita saling menghargai, sebagiamana pemilik gubuk reyot ini katakan. Kalau ada sedikit sengketa/saling surung/saling salah faham, harus diselesaikan dengan cara yang sebaik-baiknya. Kita bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang berbudaya baik berbahasa baik dan menjalin pergaulan dengan bangsa lain dengan cara yang bermartabat. Wassalam.

Reply

Suhanto Kastaredja April 17, 2013 at 2:07 am

Saya guru Bahasa Inggris SMAN 14 Surabaya. Sedang membangun partnership dengan SMK Aminuddin Baki Kuala Lumpur. Tujuannya agar generasi muda Indonesia-Malaysia saling mengenal, saling menghargai saling meningkatkan ilmu dan teknologinya sehinga Bangsa Indonesia dan Malaysia di waktu sekarang dan seterusnya dapat bekerjasama yang saling menguntungkan. Mereka adalah calon pemimpin 20 tahun mendatang di negara masing-masing(Malysia-Indonesia). Saat ini mereka disuguhkan pendidikan yang baik dan bermarbat sehingga semasa menjadi pemimpin kelak mereka tidak mengorbarkan perang tetapi membangun kasih sayang. mereka berperan menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Amin Ya Robbal Alamin.

Reply

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: