Dilema Memasang Cbox

by Sing Mbaurekso Gubug on April 12, 2010

Sugeng dalu tamu-tamu Gubug Reyot yang saya hormati dan sayangi seperti saudara kandung sendiri. Disini saya selaku yang punya gubug mau mengadakan konperensi pers dengan judul “Kenapa Tidak Memasang Cbox di Gubug Reyot?” Heee… Seperti orang penting ae ya, ada konperensi segala. Ya kalo ndak begini mas mas ngganteng dan mbak cantik pasti ndak tahu alasan saya kenapa kok ndak masang Cbox.

Hmm… Tadi mbak Hanifa berkomentar di artikel “Susahnya Mengundang Tamu ke Gubug Reyot“. Isi komentarnya seperti ini:

wa… saiia baru datang… :D

pasang chatbox aja kang, pasti banyak yang mampir…
numpang corat-coret… :D

Nah, disini saya ingin memperjelas dan sekalian menjawab komentar mbak Hanifa tersebut. 😉

Sebenarnya apa sih fungsi Cbox dalam blogging?

Fungsi Cbox adalah sebagai buku tamu dan untuk mempermudah pengunjung blog sewaktu blogwalking berkata: “Hei, aku telah berkunjung kesini lo”. Begitu bukan? Maaf kalo saya salah, maklum lah orang desa yang tinggal di pedalaman, rumahnya berupa Gubug Reyot pisan. 😀

Nah sewaktu blogwalking, keuntungan dari adanya Cbox itu adalah untuk mempercepat proses blogwalking dan segera mengunjungi blog-blog lain. Harapannya hanya satu, agar mendapatkan pengunjung atau traffic.

Semakin cepat kita meninggalkan jejak, semakin cepat pula kita menuju ke blog-blog lainnya. Semakin cepat menuju blog lainnya, semakin banyak tamu yang berkunjung balik ke blog kita. Akibatnya Alexa Rank akan cepat naik. Bukan begitu mas ngganteng dan mbak cantik?

Apa Kekurangannya Bila Memasang Cbox di Blog Kita?

Kekurangan jika memasang Cbox di blog sampeyan adalah, pengunjung hanya tertarik untuk mencari dimana kotak Cbox berada. Mereka ingin cepat selesai, ingin cepat menulis “Pagi Sob :-)”, lalu tidak menghiraukan tulisan-tulisan indah dan sangat berharga sampeyan. (ini sih pemikiran saya, mohon maaf kalo salah ya mas? Hee…)

Selain itu jika memasang Cbox di halaman muka (Home), pasti akan menambah bagian halaman yang harus di-load browser sampeyan. Ostosmastis loading page jadi lebih lemot, lelet, alias lambat meskipun menggunakan koneksi mbah Semar yang katanya wajib memakai helem itu pas konek internet.

Nah, setelah mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan memasang Cbox tersebut, saya ya milih untuk tidak memasang Cbox. Lha wong sudah ada kolom komentar yang setiap hari saya pel, masak ndak diisi dan terus berbentuk endog bunder? Sampeyan juga pasti ndak mau kan? Hehe…

Bagi yang pikirannya berbeda dengan saya, ya maaf. Saya cuman mengadakan konperensi pers Gubug Reyot, biar sampeyan tahu pendapat saya, biar sampeyan tahu kelebihan dan kekurangan memasang Cbox di blog masing-masing.

Kalo sampeyan tamu yang ingin memasang Cbox di blognya, silahkan saja dipasang. Tutorial memasang Cbox sudah ditulis lengkap sama mbak Hanifa. Hmm… Karena saya lagi seneng, ya saya kasih backlink gratis lah buat mbak Hanifa. Hehe… 😀 Monggo diklik tutorialnya:

Membuat Buku Tamu / Chat Box dengan CBox

{ 19 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: