SESEORANGyang menyampaikan keinginannya kepada orang lain tentu mengharapkan keinginannya itu bisa dipenuhi. Misalnya saja sewaktu mengungkapkan perasaan cinta pada kekasih, sewaktu ingin membuat “goal” sebuah tender besar, dan lain sebagainya. Bagi orang yang selalu mendapatkan kata “baik” atau “iya” oleh orang lain, tips ini mungkin tidak akan berguna. Namun bagi yang selalu mengalami penolakan-penolakan cinta, penolakan tender, membaca sedikit tips ini akan selalu berguna kapanpun juga.
Telah kita ketahui kalau ada beberapa cara supaya keinginan kita dipenuhi orang lain, yaitu dengan cara yang baik maupun cara yang tidak baik.
Cara yang tidak baik:
1. Disampaikan dengan kekerasan dan tekanan fisik. Ini namanya pemerasan atau perampokan.
2. Di dalam kampanye pemilu presiden, gubernur, bupati dan kepala desa banyak diberikan janji-janji kepada massa calon pemilih, padahal mereka yang menjanjikan itu tahu bahwa janji yang diucapkan itu mustahil untuk dilaksanakan. Ini namanya pembodohan masyarakat.
3. Dalam kegiatan sosial, minta sumbangan dengan menunjukkan proposal dan dokumen-dokumen resmi padahal itu palsu belaka. Ini namanya penipuan.
4. Menyampaikan keinginan dengan membawa barang-barang berharga atau sejumlah uang untuk mempengaruhi. Kalau ini namanya penyuapan.
5. Menyampaikan keinginan dengan ancaman dan menakut-nakuti akan berdampak buruk bagi seseorang kalau tidak dipenuhi. Ini tindak terror!
Cara yang baik:
1. Menyampaikan keinginan dengan menunjukkan penderitaannya dan ucapan yang menghiba-hiba. Ini termasuk cara yang baik dalam arti tidak melanggar hukum, namun banyak orang yang tabu melakukannya karena dipAndang sebagai jurus pengemis.
2. Menyampaikan keinginan dengan menyebutkan banyak manfaat yang diperoleh baik untuk diri sendiri maupun untuk umum apabila dilakukan. Ini cara persuasif.
3. Menyampaikan keinginan dengan mempertimbangkan timing yang tepat. Sepintas lalu orang mengartikan, bahwa apabila kita menyampaikan keinginan dan besar kemungkinan akan dipenuhi maka harus melihat sikon. Yaitu jangan menyampaikan ketika orang tengah istirahat, atau ia sedang jengkel, marah, berduka. Karena itu bukan waktu yang tepat untuk meminta. Ini tidak salah. Namun pointer ke-3 ini mengandung makna yang khusus tentang istilah timing yang tepat. Yaitu: “Sampaikanlah keinginan Anda pada waktu ia baru saja selesai makan”.
Menurut Dr Dale Carnegie, psikolog terkenal dunia, beliau menyampaikan bahwa ada hubungannya antara otak, emosi dan pencernakan makanan. Pada kondisi perut terisi karena habis makan, otak lebih mudah menerima masukan rangsangan dari luar. Oleh karena itu sampaikan keinginan Anda pada saat ia baru saja habis makan. Maka kemungkinan besar ia “mengiyakan” keinginan Anda!
‘Kiat’ ini saya terima pada waktu masih duduk dibangku SMA. Waktu-waktu mendatang saya tertarik untuk membuktikannya:
Pertama: Pada waktu saya duduk diperguruan tinggi semester II, pada waktu itu banyak pelajaran praktikum disamping kuliah. Laporan praktikum microbiologi teman-teman banyak yang ditolak karena terlambat penyerahannya. Konsekwensinya harus mengulang praktikum itu lagi.
Saya juga terlambat menyerahkan laporan tentu akan ditolak. Tidak ada jeleknya dicoba! Siang hari ketika 3 mangkuk soto dan tiga gelas es jeruk dari kantin kampus diantar masuk ke dalam lab. microbiologi, saya dengan harap-harap cemas menunggu dekat pintu lab yang tertutup. Sepuluh menit kemudian mas Hartadi assisten microbiologi keluar dengan wajah penuh keringat dan dengan sapu tangannya ia menyusut ingus yang keluar dari hidungnya mungkin karena soto yang panas dan pedas tadi! Ketika saya kemudian menyerahkan laporan praktikum microbiologi yang sudah terlambat tadi, mas Hartadi membaca sepintas lalu. “Ini ‘kan sudah terlambat, dik?”
“Iya, mas” jawab saya. Mas Hartadi sang assisten mengamati lagi lembar laporan saya kemudian ujarnya: “Kali ini saya terima, tetapi lain kali jangan terlambat, ya!”
“Iya, terima kasih, mas…….”
Saya buru-buru menyingkir masuk ruang kuliah yang tidak jauh dari lab. Di ruang kuliah ternyata sudah banyak teman-teman di situ mengamati laku saya. Mereka terheran-heran laporan saya bisa diterima padahal sama-sama terlambat dan tadi sebelumnya laporan teman-teman ditolak semua. Saya hanya tertawa dan menari-nari di ruang kuliah………… :p
Kedua: Pada waktu tingkat akhir saya mengikuti projek penelitian pemupukan tanaman padi di desa di kabupaten Brebes untuk diajukan sebagai bahan skripsi. Di desa itu saya kost di rumah seorang ibu janda pensiunan Mantri Pengairan. Puteranya dua orang. Yang pertama kerja di Jakarta dan yang kedua Arifin masih bujangan, sebagai guru SD di luar kabupaten, pulang seminggu sekali karena tempat mengajarnya jauh dari rumah.
Arifin ketika tahu saya punya hubungan akrab dengan ibunya ia minta bantuan saya agar ibunya menyetujui gadis pilihannya. Selama ini kalau Arifin menyampaikan hal itu ibunya selalu menolak dan malah marah. Saya menyanggupi.
Pada suatu malam habis makan malam. Sering kali ibu kost itu menemani saya makan malam. Sebelum kami beranjak dari kursi makan saya menyampaikan keinginan Arifin, puteranya. Tentu saja dengan himbauan dan bunga-bunga kata yang masuk akal. Ibu tidak dengan tegas menerima tetapi juga tidak menolak. Malah menyampaikan beberapa hal sebagai persyaratan. Saya sampaikan semuanya kepada Arifin. Beberapa waktu kemudian saya di kampus menerima undangan pernikahan Arifin dengan gadis pilihannya itu!
Ketiga: Pada waktu itu saya sudah kerja di sebuah pabrik gula sebagai kepala bagian tanaman. Salah seorang sinder kebun kesulitan memasukkan sebidang sawah yang pemiliknya seorang haji paling kaya di desanya menolak tidak mau menyewakan sawahnya untuk ditanami tebu. Karena sawah miliknya ada dibawah maka secara teknis akan mengganggu bukaan kebun untuk buangan air. Ini artinya sawah yang sudah terlanjur disewa lebih dahulu seluas 25 hektare akan menanggung rugi apabila dibuka untuk kebun tebu.
Sinder kepala rayon sudah berkali-kali nego juga gagal. Terpaksa saya sendiri yang maju. Kebetulan salah seorang mandor kebun punya keponakan wanita sebagai pembantu di rumah haji kaya itu. Saya menyusun strategi. Di tempat tidak terlalu dekat dari rumah pak haji saya bersama sinder kebun mengamati rumahnya. Siti, keponakan mandor yang sudah dipesan sebelumnya keluar teras rumah melambaikan tangannya kearah kami. Itu isyarat bahwa pak haji yang punya rumah mulai makan malam. Beberapa waktu kemudian Siti keluar lagi dan melambaikan tangannya itu pertanda pak haji baru saja selesai makan. Saya segera berangkat sendiri bertamu kerumahnya menyampaikan keinginan untuk mohon bantuan beliau menyerahkan sawahnya untuk disewa pabrik gula yang sebelumnya nego berkali-kali dengan petugas pabrik gula selalu ditolak. Akhirnya lahan itu bisa masuk dan kebun tebu seluas 26 hektare tidak menghadapi teknis kebun yang berdampak merugikan usaha tani tebu.
Mungkin orang menilai tiga peristiwa di atas adalah faktor kebetulan saja. Karena faktor apapun, apabila keinginan kita kemungkinan besar dipenuhi tidak ada salahnya dicoba kan!?
Ada beberapa tips untuk memperkuat keinginan kita agar bisa terpenuhi pada timing yang tepat dalam bernegosiasi:
1. Jangan memohon dengan menghiba-hiba. Ini bisa menyebabkan orang muak mendengarnya. Sampaikan alasan yang masuk akal.
2. Jangan menyampaikan dengan nada ancaman. Jangan pernah menyebutkan dampak buruk yang mungkin diterimanya bila ia menolak keinginan kita.
3. Sampaikan bahwa itu adalah bantuan yang sangat berarti bagi orang lain bila ia memenuhi keinginan kita.
4. Jangan lupa mohon bantuan Allah pada waktu nego.
Yogyakarta, awal Agustus 2010
Ditulis oleh seorang pengunjung setia Gubug Reyot.
Saya harap tulisan tentang cara membuat orang lain mau memenuhi keinginan kita ini akan selalu bermanfaat bagi siapapun juga. Silakan berkomentar dan mempraktekkannya sodara-sodara!
![]()
Soriii, belum ada artikel sejenis. :p

{ 23 comments… read them below or add one }
Ini yang nulis bukan saya loo, kiriman lewat Email dan dia tak mau disebutkan namanya :p *saya hanya mengeditnya*… hemm… jadi tahu, ternyata makan bisa mempengaruhi seseorang menjadi lebih berbaik hati ya?
ayo ayo monggo dicoba, dipraktekkan langsung.
wow..boleh dicoba neh. hmm..tapi kalo pas bulan puasa ini berarti tunggu “target” selesai berbuka puasa yo mas..hehe
betull mas.. 100 buat Anda!
yang terakhir itu wajib hukumnya sobat
hehe.. iya mas, tanpa doa semua sia2…
wah… tips yang sangat menarik
salam hangat buat jogja *pengen kesana*
ihiy, ya kesana dong mbak dokz!
wahhh bisa 2 keinginan ku terkabul semua…….. amin
amiin…
Saya sangat sependapat dengan komentar Mr. Kem dan PL. Sebab bagi orang-orang yang sedang menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini pasti dalam suasana batin, jiwa dan hati yang bersih, bijaksana, sabar, terbuka dan punya kepedulian besar, Sehingga apabila ada orang menyampaikan keinginannya dengan cepat bisa memutuskan YES, bila memang keinginan itu mengndung niyat yang bagus dan bermanfaat bagi banyak fihak. Sekali gus ditolak dengan tegasNO, karena keinginan yang tidak baik hanya bersifat mencobai saja! Jadi kondisi ini tentu akan menarik Dr. Dale Carnegie, karena sangat relevant dengan teori yang pernah disampaikannya.
Dalam kesempatan ini eyang ingin menyampaikan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANI. SEMOGA IBADAH ANDA LANCAR DARI AWAL SAMPAI AKHIR, DITERIMA ALLAH SWT DENGAN BERLIMPAHNYA RAHMAT DAN HIDAYAH-NYA ATAS KEHIDUPAN ANDA. AMIN.
Hanya eyang mau nanya apakah teori Dr Carnegie itu masih berlaku kalau yang punya keinginan itu orang sudah setua eyang dan disampaikan kepada orang lansia juga???
Tentu saja bukan keinginan sehubungan dengan pengungkapan perasaan cinta dan sejenisnya , loh!?
Apabila juga ada yang punya pengalaman sehubungan ini, kita berbagi, dong!!!
hahaha… kalau sudah tua kan biasanya mengungkapkan rasa sayang pada anak cucu biar selalu mendoakan saat kelak beristirahat Eyang!
kalau saya belum mencoba Eyang, belum ada sesuatu yang benar-benar ingin saya capai saat ini berkenaan dengan “meng-iya-kan” ini. Nanti saat mau menembak jatuh seorang gadis yang cantik, pasti akan saya coba. hahahay….
Ada cara lain! Hipnotis!
*bercanda*
Betul itu mas Asop. Memang itu cara yang pernah dilakukan orang. Cara itu tidak berbeda dengan cara semacam penggunaan black magic misal pengasihan. jarang goyang, puter giling, semar mesem dlsb. Tapi hasilnya jelas tidak lestari…… Palsu dan haram!!
waduh, kok maen hipnotis ini ya Eyang? hmm… tapi ngomong-ngomong, Eyang bisa hipnotis ya?? monggo kulo diajari Eyang.. ahahhaay
kadang setiap orang memiliki karakter yang berbeda dan sifat yang berbeda pula. ada yang berani mngungkapkan perasaan cintanya secara langsung, ada yang tidak berani mangungkapkan perasaannya cintanya bahkan hanya dipendam didalam hati…….
nah terkadang perasaan yang dipendam ini yang menjadi masalah dalam dirir kita, jadi gak enak makan, gak tidur, perasaan serba salah salah karena itu tadi cinta yang belum terungkapkan………
jadi lebih baik kita mengungkapkan perasaan cinta kita dengan cara apapun yang penting perasaan kita sudah terungkapkan mau itu nantinya diterima atau tidak oleh orang yang kita cintai itu urusan nanti. yang penting hati kita plong………hehehehehe
Bali Villa Bali Villas Bali Property
wah mas sepertinya saya harus mencoba…
mmmm yang mau saya tanyakan itu yang pada bagian kedua setelah makan…..
bagaimana jika saya dengan pujaan hati saya tidak direstui hubungannya oleh ibu dari pujaan hati saya?
apakah saya yang harus maju terlebih setelah ibunya makan atau sang anak yang menyampaikannya restunya?
betul mas, coba saja. Atau bilang pada sang kekasih, cari makanan kesukaan sang ibu, kemudian biarkan ibu makan dengan lahap. Setelah itu sampean maju untuk bertamu layaknya teman saja dulu. Nanti soal restu belakangan. Baik-baik dulu pada orang tuanya, kemudian lancarkan serangan fajar *halah*
Tapi jangan dicampur insectisida, lho ya!!!
ide bagus mas…. akan saya praktek kan dirumah…
)
silakan mas Ian
Kalau di bus kota Jakarta mah dengan nada mengancam. “Jangan paksa kami menjadi perampok!”, kata mereka. Lah, emangnya yang maksa siapa coba??
Doh, saya juga pernah mengalaminya… Naek kereta ekonomi dari jakarta. Baru masuk keretanya, ada pengamen berkelompok. Ga dikasih uang malah minta 5rb… sambil bawa pisau pula, hiks…. ati2 kalo di Jakarta… Ngeriii~
gimana kalo minta laporan tertulis kepada teman sekantor yg sudah jadi tugasnya, padahal untuk mbuat laporan ini ada honornya, tiap kali dimintai laporan dia selalu banyak bicara masih mending mau ngumpulin, lha ini sulitnya pool …
{ 1 trackback }