Puisi untuk Pahlawan: PUSARA PAHLAWAN

by Sing Mbaurekso Gubug on August 17, 2010

Puisi untuk pahlawan ini khusus untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65. Puisi pahlawan dengan judul “Pusara Pahlawan” ini ditulis oleh seseorang dengan nama Kakanda, terimakasih buat Kakanda telah bersusah payah mengirimkan puisi pahlawan untuk Gubug Reyot. Saya harap dengan dituliskannya puisi ini bisa menambah khasanah sastra Indonesia juga. 😉

PUSARA  PAHLAWAN

(buah karya: Kakanda)

Tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi

terpancang tonggak bisu tak bernama

tanah merah tanpa bertabur bunga

tapi rela pahlawan terbaring di pusara.

Ketika kejam peperangan merobek damai sepi

kau angkat senjata tanpa dipinta

melawan penindasan dan penjajahan

demi bumi pertiwi.

Ketika tangan tangan masih mampu mencekam mencengkeram

jantung berdetak hati berderak

kau pekikkan satu tekad:

MERDEKA.

Kau biarkan di sekujur tubuhmu

luka nganga bertaut sendiri

kau korbankan milikmu, hidupmu

gugur satu-satu.

Sebelum sempat kukalungkan bunga di lehermu

aku sematkan bintang jasa di dadamu

kau berlalu tanpa meminta balas jasa.

Pahlawanku,

ijinkan aku seka darah di luka tubuhmu

aku hapus debu di telanjang kakimu

sebagai rasa hormat dan terima kasihku.

Pahlawanku,

di atas pusaramu

kutaburkan wangi bunga-bunga

dan kuteteskan haru air mata.

Kendal, Agustus ‘76

Gubug Reyot tahu meskipun masih banyak penderitaan rakyat Indonesia setelah “merdeka” selama 65 tahun ini, namun marilah kita tetap optimis bahwa Indonesia ke depan bisa lebih maju dan bisa dipegang oleh pemerintahan yang memihak kepada rakyat, bukan pada perut masing-masing. Kalau para pemuda mau bertindak dan bertekad bulat seperti pahlawan yang lebih dahulu gugur, Insya Allah negara ini akan maju dan merdeka dalam arti yang sebenarnya.

{ 46 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: