Indahnya Persahabatan Hilang dengan Tusukan

Persahabatan memang sangat indah, banyak terdapat kenangan indah di dalamnya. Sahabat juga sangat berharga, hidup tanpa sahabat mungkin rasanya seperti hidup di perahu kecil yang terapung di tengah lautan. Memiliki banyak sahabat memudahkan kita untuk menyelesaikan tugas maupun meringankan beban. Tak terkecuali sahabat-sahabat Gubug Reyot tercinta. πŸ˜€

Lalu bagaimana saat seorang sahabat yang benar-benar kita percaya tiba-tiba tega menghinanati kita? Apa yang mas ngganteng rasakan kalau itu terjadi sama mas? Saat kita sudah percaya penuh dengannya, saat kita sudah merasa banyak terbantu dan membantunya, esoknya tanpa sadar dia menusuk kita dari belakang.

Saya mau curhat, jujur saya baru kehilangan seorang sahabat, oh bukan, dia saya anggap seorang saudara sendiri. Dia adalah seorang yang saya kenal sejak lama, sudah tiga tahun kami berteman. Saya pernah ke rumahnya, walau kami tinggal di beda kota. Banyak hal-hal menarik yang telah menjadi kenangan. Saling membantu, saling mengingatkan, saling memberi informasi, pokoknya banyak buanget.

Namun saya ndak sadar tentang sifat dasarnya, yang tega membunuh demi sedikit uang dan keuntungan pribadi. Bukan membunuh beneran lo mas, disini maksudnya membunuh persahabatan. Saya harusnya tahu sejak dulu tentang sifatnya ini, sebagai seorang sahabat kita harus tahu kan sifat-sifat masing-masing?

Tapi memang khilaf saya, saya memberitahu sebuah program internet yang bsia menghasilkan uang dengan mudah kepadanya sekaligus triknya agar lebih mudah. Saya memberitahu kepada dua orang sahabat, namun salah seorang sahabat saudara saya itu mungkin sedang membutuhkan uang. Jadi tanpa pikir panjang, dia merebut begitu saja rejeki yang seharusnya milik saya.

Saya ndak marah, bener saya ndak marah. Seandainya dia mau jujur sejak awal kalau butuh uang. Seandainya dia ngomong langsung sama saya sejak awal. Namun kasus disini, dia memuji-muji saya, “MANTAF!!” begitu katanya di depan saya. Saya senang, karena dia juga senang mau mendapat uang. Namun setelah akan mendapat bayaran, saya bingung kenapa bayaran saya kok tidak masuk-masuk juga. Padahal sudah jelas saya akan mendapat uang dari bisnis tersebut. Jumlahnya tidak besar, hanya Rp. 290.000,-

Setelah saya tanya ke dia (tanpa sadar kalau dia telah mencuri), “gimana bayaranmu? Dah dapat berapa?”. Kemudian dia jawab, “200an”. Saya tanya lagi, “darimana?”. Nah pertanyaan ini agak sulit dia jawab. Dia nggerundel alias ndak enak sama saya dan ndak berani liat mata saya. Kemudian dia ngomong sekenanya kalo ngambil rejeki saya dan merasa ndak bersalah sama sekali di depan saya. Masya Allah, kok ada orang seperti dia di dunia ini. Sudah dibantu kok tega menusuk dari belakang…

Setelah itu saya meninggalkannya begitu saja dan menulis status di facebook yang berisi kekecewaan terhadap seorang sahabat. Namun apa yang terjadi?? Saya sungguh tidak menyangka, dia malah menjelekkan saya secara tidak langsung. Katanya saya kurang kerja keras!! Padahal dia tahu, siapa yang membimbing dia, siapa yang memberitahu dia rejeki itu, siapa yang selama ini membantunya saat dia mengalami kesulitan dengan blognya. Dia mungkin tidak berfikir sampai kesitu. Namun saya berdoa agar dia tidak dibutakan harta, dan segera mendapat pencerahan dari dirinya sendiri.

Sampai saat ini, saya tidak menganggapnya lagi sebagai seorang sahabat, teman, atau saudara. Saya menganggapnya tidak ada meskipun kami masih tinggal satu kost. Saya ingin dia sadar sendiri, betapa uang itu bukan segalanya. Betapa sahabat itu jauh lebih berharga daripada berapapun jumlah uang.

Pesan saya pada mbak cantik dan mas ngganteng, tanyakan pada hati sampeyan masing-masing. “Apakah saya pernah mengkhianati atau menyakiti sahabat saya? Sahabat yang sering memuji saya? Sahabat setia saya? Meskipun hanya sepatah kata saya menyakitinya?”. Jawablah dengan jujur pertanyaan tersebut, kalau sampeyan pernah melakukannya, segeralah minta maaf dan jangan mengatasnamakan gengsi dan harta diatas segalanya.

Semoga pengalaman saya ini menjadi suatu pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat nantinya. Bahwa ada orang yang tega menyakiti saudaranya sendiri hanya karena uang. Padahal sahabat tidak bisa dibeli dengan uang. Wallahu’alam….

Author: Sing Mbaurekso Gubug

Seorang blogger. Suka makan tiwul kalau di Trenggalek. Jarang makan, semoga suatu saat mendapat jodoh seseorang yang suka memperhatikan dan pinter masak... Amiin... Hmm.. tuit tuitan yuk, saling follow!! >> @subebeck

28 thoughts on “Indahnya Persahabatan Hilang dengan Tusukan”

  1. dapet pertamax nih…
    tega banget sih saudaranya mas….semoga sodara mas nyang ngganteng ini mendapat pencerahan….
    kalo saya pernah ngalamin, kalo salah satu sahabat saya ngga meneati janjinya….
    .-= hakim´s last blog ..kado Pertamaku =-.

  2. iya mas, sayang bgt punya sahabat seperti itu. itu saya share biar kita ndak mengecewakan sahabat. karena gimanapun juga, setiap orang pasti memiliki potensi untuk berhianat.

    oh iya, maaf mas Hakim, sy belum bisa blogwalking. ini saya di desa, jadi internetan pake hp tok.

  3. wah saya malah sebaliknya mas, baru menghianati temanku, yang aku anggap adikku sendiri, akhirnya saya malah menyesal sendiri, seminggu gak ngomong sama dia malah bikin merasa berdosa… sekarang saya sudah minta maaf dan dia sepertinya memaafkan, semoga…

  4. @mas Jamal, ya biar aja mas. Semoga dia cepet sadar. πŸ™‚

    @mas Aryes, iya mas. Aku nyoba sabar kok. Mungkin dia belum sempat berfikir mana yang benar dan mana yang salah, memang uang bisa membuat sahabat jadi musuh dan musuh jadi saudara. Tinggal kita bisa menghadapi godaan atau ndak. Makasih ya mas dah mampir… πŸ™‚

    @mas Ndop,… yo syukur lah mas lek sampeyan wes sadar. He he… Alhamdulillah lek sampeyan dah minta maaf. Tapi kalo kasus disini kayaknya bakal bertahan lama, soale dia sifatnya ndak mau ngalah kalo soal uang. Lha dia malah menjelekkan saya begitu. Mungkin dia ndak sadar kalo yang dilakukannya itu salah. Aku sabar ae lah, meski temen-temen yang lain juga kena pengaruhnya jadi diem semua sama saya. Life must go on… πŸ˜€

  5. terkadang orang emang jadi oportunis banget, mas πŸ™
    mw gimana lagi… persaingan makin ketat, kalo ada celah pasti buru” diambil… sayangnya sahabat sampeyan itu gak baek… πŸ™

    saya sering punya pengalaman buruk ma sahabat mas.. jadi saya susah percaya orang… lha banyak hasil kerja saya yang diklaim… kasian saya donk…
    jadi saya biarkan mereka usaha ndiri ajah…
    .-= hanifa´s last blog ..Dokumen Rahasia CIA tentang Penyerbuan ke Indonesia =-.

  6. @mbak Hanifa… wah, ternyata banyak juga ya yang mengalami masalah sama seperti saya… πŸ™
    kemarin saya cerita sama sahabat saya (tapi ndak menyebutkan nama yg menghianati itu lo), terus sahabat saya itu juga cerita kalo dia juga sering seperti itu. Malah dia ngelokno aku mbak. cemen gitu katanya, he he… Lha aku baru sekali dihianati gini, rasanya sakiiit banget… Lebih sakit daripada kehilangan pacar….

  7. menyedihkan banget ya mas… pengkhianatan memang menyakitkan … bersabarlah yang indah… dan semoga bisa kita ambil sebagai pelajaran, tetep berteman dekat tapi kita pun tak boleh luput dari kewaspadaan
    .-= rose´s last blog ..Merindukanmu =-.

  8. @mbak Rose, benar mbak, waspada itu kunci utama. Boleh berteman, bersahabat, bersaudara. Namun semua itu bisa terkoyak gara-gara nafsu sesaat. Jadi kalo kita punya sahabat, harus diberitahu dengan halus hal itu biar suatu saat dia terjerat suatu talu persahabatan yang tak mungkin goyah hanya karena uang, atau nafsu yang lain. πŸ˜‰

    @mbak Sunflo, he’em mbak Sun… Saya bisa memaafkan, tapi ndak bisa menjadi sahabat seperti dulu. Banyak batasan yang muncul setelah mengetahui sifat aslinya. Padahal dulu saya berharap dia bisa menjadi sahabat sampai mati… πŸ™
    makasih banget mbak supportnya…

  9. telah ditoelis oleh-Nja
    tentang semoa kedjadian
    didjagat raja ini
    sesoeai kehendak-Nja
    sesoeaikan sadja kehendakmoe
    dengan kehendak-Nja
    nistjaja doenia tersa lapang
    oentoek kita

    waspadalah
    amiiiiiiiiiiiiiiin…………………

  10. @mas Serdadoe…
    komentar berupa puisi yang padat makna… akan saya simpan pesan mas Serdadoe untuk bekal jalan hidup saya, penguat iman saya, dan untuk disebarkan pada semua tamu agung Gubug Reyot ini…
    terimakasih mas Serdadoe… salam hangat selalu… πŸ™‚

  11. waw,. sangar tenan yo mas..
    itu yg ngindar duluan siapa mas? dia atau kamu?
    kalo pertanyaan2 yang masbek bilang itu mungkin saya bisa beri masukan..
    mungkin kalo dimata anda dia yang salah, ngrebut rejeki..
    mungkin juga dimata dia, dia mrasa benar, namany juga bisnis..
    kalau bisnis bisa seperti yang anda bilang, mungkin nggak perlu lagi ada sekolah bisnis mas, kan udah gak ada persaingan lagi..

    pertanyaan2 yg anda ajukan dipostingan berlaku juga bagi anda sendiri lo..
    anda pernah nglakuinny atau gak?
    oya ini di lingkungan anak kos ya, biasanya anak kos kan rasa kekeluargaannya tinggi tuh..
    pas kerja bakti mungkin, anda gak ikut?
    atau pas ada bencana, banjir gitu misalnya..
    cuma pendapat aja sìh, saya pernah ngalamin juga soalnya mas..
    sama persis kayak kasus anda..
    cuma gara2 uang, saya ngilang. saya pikir mreka nusuk saya dari belakang, ngambil rejeki yang seharusnya jadi milik saya..
    persis banget sama anda..
    setelah saya sadar, saya coba pikir dari sisi dia dan dari sisi bisnis. sisi bisnis dia emang gak salah sama sekali, namanya juga bisnis. trus dari sisi dia dan teman2 kos ternyata saya yg salah,.
    dari yg kecil2 aja dulu. beli gas, bersih2 kos, saya menutup mata. saya gak makai kok ngpain bantu2. yang lebih parah pas kos saya kebanjiran saya tinggal tidur aja,males juga bantu orang kamar saya diatas kan gak kena banjir.. banjir lagi saya tinggal kencan sama pacar saya. pacar saya juga dukung2 aja, ee ternyata hal2 sepele itulah yg lebih menghargai sahabat daripada uang..
    cuma sharing aja mas, saya juga jadi kayak orang asing dikosan, padahal teman2 welcome semua, tapi saya menutup diri, saya masih berpikir mrekalah yg salah, mrekalah yg seharusnya merengek2 minta maaf ke saya. cewk saya jg berpikir seperti itu. tapi lama2 saya sadar, setelah berpikir realistis, berpikir dari sisi lain. saya malu dengan saya sendiri, mereka yg gak itungan, yg saling bantu, tapi saya blas ternyata. sulit rasanya masuk lagi ke dunia mereka karena saya sudah terlanjur menutup diri. dan sekarang saya sudah mulai akrab lagi dengan teman2..
    pikiran saya, kalau saya menjudge dia mata duitan, menusuk dari belakang, terus yg seperti saya ini apa? kn saya yg lari. saya yg egois, gak respek. uang bukan segalanya mas..

    1. jadi sekali Sahabat Anda ndak bisa membantu Anda, sudah Anda anggap bukan sahabat Anda lagi? dan tega menusuknya dari belakang layaknya dia adalah musuh bisnis Anda? Anda memang hebat.

      Kalau persaingan bisnis seperti itu, saya kira tidak usah ada kata sahabat lagi. Anda memang realistis sekali mas. Salut absolut saya dengan pemikiran fantastis Anda.

  12. seng sabar tho kang……………..
    ga dapet rezeki disitu bisa dapet dilainnya………

    memang sakit jehh…tapi orang yang memaafkan lebih mulia loh kang…
    jangan sampai memutuskan silahturahmi…
    opo enak satu kost tapi diem2…
    saya juga sering dibuat kecewa oleh sahabat saya dulu…
    dari pengalaman..lebih baikkita memaafkan dan jadi sahabat yang baik lagi…
    ingat saja kebaikannya yg dulu2 ……

    rezeki dapat dicari lagi kang…
    tapi yang namanaya ketenangan lahir batin susah loh…
    mari berusaha menjadi orang pemaaf dan yang sabar…
    pasti Gusti ALLAH memberikan rezeki yang luweh akeh ke panjenengan nipun..
    melapangkan segala usaha akang…

    ^^V SEMANGAT

    πŸ™‚

    1. wes tak maafne kok mbak Wul, πŸ˜‰
      aku juga dah dapet lebih banyak rejeki & teman2 setelah itu, alhamdulillah. πŸ˜€

      ya yang ndak saya pahami, emang orang ekonomi sampai segitunya ya kalau sama uang? hingga lupa sahabat… πŸ™

  13. MMng Dalam persahabatan selalu saja ada penghianatan …
    sakidnya,,,
    saya jugag pernah megalami hal seperty ini mass..
    sakid banged rasanya…
    :'(

  14. hiks hiks ,
    jadii keinget sahabt saya dulu , sahabat kecil saya :'(

    dan skrang ,,
    dia menganggap saya adalah musuh terbesarnya,
    aku coba tanya dan minta maaf, tapiiapa balasannya ,
    cuma cacii makiian nya yang bener-bener nusuk banget dihati saya ,

    saya kecewa, aku engga tau apa yang udah bener-bener saya lakuiin ke dia,
    sampaii-sampai dia benci dengan saya,
    saya engga tau apa harus saya lakuiin,
    dia sudah engga pedulii ;'(
    dan sekarang yang cuma bisa saya lakuiin adalah hanya tersenyum πŸ™‚

    aku kangen dengan dia yang dulu ,
    kangenn,
    dan dia masihh jadi sahabat terbaiik yang pernah saya miliki selama ini selalu :’)
    jadi pingin meluk seseorang -.-

    hehe, kog jadi curhatt ginii yah,
    maksiih buat crita”nya πŸ™‚
    bener-bener keinget πŸ™‚
    maksiiih .

  15. sy juga pernah mengalami hal yg sangat membuat aku kecewa.
    stlh sekian th kami tak pernah bertemu,..Alhamdulliah Allah mempertemukan kami kembali wlo kami sdh memiliki kelg masing2,…..pd awalnya pertemuan kami membuat suami sy cemburu,…tapi stlah sy jelasin semua suami sy mengerti juga,.
    kami tinggal jauh dg nya dan kami jarang ketemu

  16. eemmm eemmg brnrr sakittt
    saya juga pernah mengalami hal semacam itu
    sangat sakt
    saat seorang sahabat dekt
    memiliki hubungan dengan mantan yang penh menjadi miliki q
    oooww pertma kali
    dan tak ingin lagi terjadi

  17. sabar n tabah aja,,,,,
    sahabat blm tentu setia sama kita,,,,
    tp kalau allah,,,,slalu ada untuk kita,,,
    cerita ku tidak jauh beda dg ceritamu,,,,
    namun ku anggap t2 sebagai cobaan dmn allah sedang menguji hambanya,,,,,

    kesabaran n ketabahan itu kunci utama utk menghadapi kehidupan d dunia,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *