Lebaran Sebentar Lagi, Sudah Beli Baju Baru?

by Sing Mbaurekso Gubug on September 4, 2010

Lebaran, Idul Fitri, adalah perayaan besar untuk umat muslim di dunia, begitu pula di negara kita Indonesia ini. Setiap tahun anak-anak pasti banyak yang mendapatkan uang saku dari saudara-saudaranya. Tentu saja mereka senang dengan semua itu. Namun apakah orang tua mereka senang? Belum tentu juga kan? Bayangkan apabila orang tua mereka tidak mampu, pasti ada tekanan batin disana. Tradisi lebaran kian menjadi tekanan untuk keluarga yang kesulitan dalam bidang ekonomi, apalagi dalam wilayahnya menerapkan gaya hidup glamor. Malu apabila tetangganya bisa beli, namun dirinya tidak.

Tulisan senada juga pernah dituliskan seorang blogger cewek, namanya mbak Dos (Shrivastava Agatha, bener ga ya tulisannya?-.-). Dia menulis tentang  fenomena perampokan yang marak saat menjelang lebaran. Siapa yang membuat tradisi lebaran seperti ini sih? Apa Nabi Muhammad dulu juga berpakaian selalu baru saat lebaran ya? Kan bisa mengundang tindakan kriminal saat kehidupan glamor itu menuntut dipuaskan, namun kita tidak bisa memenuhinya dengan cara yang halal. Orang yang bekerja di kota besar, kemudian ingin mudik, memiliki rasa malu apabila tidak membawa sekedar oleh-oleh, atau uang saku untuk dibagikan pada saudara yang lebih muda. Niatnya kadangkala tidak ingin malu dan pede saja, namun aku sendiri pernah mendengar desas desus saudaraku sendiri yang berkata, “medhit yo paklik kae, aku ndak disangoni” (pelit ya paman itu, aku tidak diberi uang saku).

Lhah, jika si paman mendengar kata-kata saudaraku itu, apakah si paman (setidaknya) merasa tersengat hatinya? Lha wong aku saja yang ndak dirasani merasa sakit hati dengan perkataan itu tadi, hingga akhirnya ikut bicara kalau mungkin saja beliau pas ndak dapat rejeki dan berusaha menjelaskannya dengan bahasa halus. Hiihh… Sebenarnya ini merupakan mindset dari kecil, yang terus-menerus ditanamkan pada diri setiap anak yang baru lahir. Pernah melihat orang tua tidak memakai baju baru saat lebaran, namun rela ngutang untuk membelikan anaknya sandal baru belum? Sayang sekali, aku juga belum pernah. Tapi yakinlah pasti ada hal seperti ini terjadi dalam masyarakat kita. *malesss*

Untuk lebaran kali ini, aku sebenarnya ndak ngurus mau baju baru atau baju butut. Mau celana jeans baru, atau celana jeans jebol kebanggaanku. Niat untuk sholat Ied dan bersilaturahmi pada saudara, kerabat, dan teman adalah yang utama. Tidak untuk pamer baju, pamer barang baru, pamer BlackBerry baru, atau yang lainnya. Aku hanya beli kaos putih dari Airlangga Souvenir Corner bertuliskan “I love Unair” yang aku impikan sejak dulu, itupun dipaksa sama Ibuk buat beli baju.

Nhah, ngomong tentang si Ibuk, si Ibuk ini yang sering saya bantah. Soal fashion, beliau pengen saya berpakaian selalu necis, rapi. Katanya “Aji neng diri saka lathi lan aji neng raga saka busana” artinya “nilai kepribadianmu bergantung dari kata-katamu, dan nilai penampilanmu bergantung dari pakaian”.

Betul semua kata-kata Ibuk, kalau tutur kata kita baik, pasti akan dinilai baik oleh teman-teman maupun orang yang baru kenal. Kalau kita selalu berpakaian necis, bersih, apalagi selalu baru, cewek manapun pasti nyantol. Namun poin kedua dari perkataan Ibuk selalu aku bantah *gara-gara ini selalu dijauhi cewek kali ya? :p*. Aku ndak mau menjadi seperti orang kebanyakan. Setiap lebaran baju koko baru, sarung baru, padahal sholat aja masih bolong-bolong atau bahkan sering korupsi. Aku lebih suka memakai kaos oblong sortiran, yang kubeli 20 ribuan tiga tahun lalu, memakai sendal jepit yang hampir putus talinya (kayaknya yang ini harus beli baru), dan menenteng hape butut Nokia yang dulu dibelikan dari Malaysia. Ehm, Seharusnya si Ibuk bangga punya anak aku ya? Ndak minta yang aneh-aneh saat lebaran. Ha ha ha…

Hmm… aku nulis ini supaya yang lagi kesulitan ekonomi ndak usah panik cari utangan atau repot-repot ngerampok. Coba deh dicari baju andalanmu, dicuci bersih, disetrika sampe licin dan diberi pewangi *tapi jangan banyak-banyak*. Baru deh nanti kamu merasa lain dari biasanya, lebih merasa ngganteng dan cantik wes! Tak jamin 101% 😉

Bagi orang kaya yang suka ngglamor, sudah hunting baju baru belum? Mumpung diskon tuh 😉 Eits, kalo pas belanja hati-hati dijalan, perampok ada dimana-mana. *emangnya perampok itu Tuhan?* haiiiah!!

{ 14 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: