Mohon Maaf Lahir Batin Yaa *sori telat, heee*

by Sing Mbaurekso Gubug on September 17, 2010

Idul Fitri, hari yang suci. Umat Islam di seluruh dunia merayakannya setahun sekali, dalam perayaannya selalu berharap bisa kembali pada pribadi yang fitri, suci dari dosa. *halah* Saya ini ndak bisa kalau disuruh nulis indah. Jadi seadanya saja ya? Hihi…. Ini juga posting Idul Fitri saat orang lain sibuk untuk arus balik. Wah, Gubug Reyot ndak update blass! Saking malesnya, atau ndak ada waktu buat internetan di desa ya? Siapa bisa nebak hayo? Hee… Sampai-sampai kecolongan banyak sekali ucapan kepada saya, yang belum sempat saya balas. Tapi tenang saja, sudah tak bales via sms. *untung pas punya pulsa* hee… Berikut ini adalah salah satu ucapan kepada saya via email, dari Eyangkung. Makasih ya Eyang! :)

MENGUCAPKAN:

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI

MOHON MAAF LAHIR BATIN, SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MELIMPAHKAN

RAHMAT DAN HIDAYAH-NYA KEPADA KITA SEMUA. AMIN.


bila kuucapkan selamat untukmu

karena kemenanganmu di hari suci ini

setelah satu bulan berjuang dan beribadah

sehingga kembali ke hidupmu yang fitrah

bila kumohon maaf darimu

karena aku manusia biasa

yang tidak pernah luput dari salah dan dosa

ini bukan basa-basi

bukan juga untuk mengambil hati

hanya karena merasa diri ini

penuh khilaf dan lalai

oleh karena itu

bila ikhlas mengucurkan maafmu untukku

betapa besar terima-kasihku, karena beban dosaku semakin berkurang

kumohon Tuhan-pun mengampuniku

sehingga ‘ku semakin siap sewaktu-waktu dipanggil-Nya nanti maupun sekarang.

setiap hari suci seperti ini

selalu aku bertanya dalam hati:

mampukah aku minta maaf yang sebenarnya?

mampukah aku memberi maaf seikhlasnya?

cukup besarkah aku bisa berbagi?

yogyakarta 1 Syawal 1431 H

Tuh kan, Eyang bisa lebih pinter nulis ucapan daripada saya. :’( Kalo saya hanya bisa membaca, ndak punya ide sebagus itu untuk dituangkan… Bayangkan, inti dari ucapan dalam Idul Fitri kan yang utama minta maaf, ingin suci kembali. Namun oleh Eyang bisa dijabarkan begitu indah, begitu panjang dalam satu puisi. Wow.. Kalau puisi ini yang buat saya, pasti dah gaya sekarang ya? :p

Saya sebagai Sing Mbaurekso Gubug Reyot, mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kesalahan-kesalahan dalam menulis di Gubug Reyot ini. Atau jarang bisa blogwalking, cara membalas komentar yang salah, pokoknya dari yang paling kecil bisa menyinggung perasaan sampean hingga yang paling membuat sampean marah. Saya ini manusia biasa kok, jadi pasti pernah berbuat dosa. Namun saya sadar dan meminta maaf pada semua teman-teman baik yang sering mampir di Gubug Reyot, atau hanya lewat. He he… Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir batin… :)

Terimakasih buat semuanya yang sering mampir di Gubug Reyot ini, dukungan sampeyan masih sangat saya perlukan. Maaf loo kalau belum bisa ngasih angpao! :)

{ 12 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: