Puisi Maaf: Confusion

Berikut ini adalah puisi kiriman dari sahabat Gubug, mas Empip. Terimakasih telah mengirim puisi dengan judul “Confusion” ini. Setelah saya baca, mas Empip sepertinya baru ditinggalkan seorang kekasih. Beliau meminta maaf dengan segenap upaya, namun belum juga bisa dimaafkan. Pada akhirnya menulis luapan dan ungkapan hatinya pada bait-bait puisi yang berjudul “Confusion” ini. Terimakasih atas puisinya ya mas? 🙂

Berikut puisi maaf yang berjudul “Confusion”

Confusion

Sebuah rencana sudah aku susun
Kupelajari dan kumainkan sekenario
Lirik, sajak, puisi terangkai sudah
Tertuang dlam goresan pena,
Terucap dalam untaian kata
Tersirat dalam ketulusan hati
Hanya berharap sebuah arti pengampunan
Masihkah ada yang kurang?

Cara lama sudah kujalankan
Sapa dan ayunan tangan coba aku tawarkan
Ribuan ma’af telah ku ucapkan
Penuh ketulusan dan penyesalan
Tapi kau semakin menjauh dan seolah muak
Jangankan memberi waktu untuk penjelasan
Manatap wajahku saja engkau enggan
Sebesar itukah kau membenciku…..
Tak adakah celah dan ruang lagi untukku.

Andai kamu bukan manusia
Harus dengan cara apa lagi aku lakukan
Kata apa yang bisa aku sampaikan
Hanya untuk mendapatan perhatianmu
Seakan harga yang tak mungkin bisa aku bayar
Seperti jalan yang tak dapat aku lewati
Bagai gunung yang tak mungkin kudaki
Separah itu kah rasa sakit olehku…..

Kamu tetap dengan gayamu
Inikah sekadar sikap atau memang ini sifatmu
Bertahan dengan keangkuhan atau sekedar sikap menghindar
Tak menganggapku ada
Seakan aku tak berarti
Apa ada yang salah dengan caraku……

Empip, 3 Desember 2010

===o0o===

Poling:

[poll id=”2″]

Bila kamu punya puisi, syair-syair, video rekaman lagu kreatifitas, boleh kok dikirim ke Gubug Reyot biar banyak yang baca. Blog ini rata-rata dikunjungi 5000-14000 pasang mata per hari, jadi kreatifitasmu bisa didengar, dilihat beribu pasang tamu-tamu agung Gubug Reyot ini. 😀

Kirim saja kreatifitasmu melalui email di halaman Hubungi Saya. 🙂

Author: Sing Mbaurekso Gubug

Seorang blogger. Suka makan tiwul kalau di Trenggalek. Jarang makan, semoga suatu saat mendapat jodoh seseorang yang suka memperhatikan dan pinter masak... Amiin... Hmm.. tuit tuitan yuk, saling follow!! >> @subebeck

21 thoughts on “Puisi Maaf: Confusion”

  1. sepahit apapun itu adalah pelajaran yg berarti..
    dan gk akan pernah ada yg bs memutar kembali waktu..
    yg sudah terjadi terjadilah…
    dan itu adalah kebijakan hidup yg harus di jalani dgn ketegaran..

  2. smpean bnr bgt mas bro……!ne puisi wat ngungkapin penyesalan n prmntaan maaf tp bingung n g tao lg dng cra apa hrus mencba manjelskannya, jujur ne bkn pnglman gue sndri tp ne q tulis stlah mlihat n mendengar dr teman q yg sudah berupaya dgn segenap cara,tenaga,waktu dan juga sepenuh pulsa………..hwkwhwkhkkkk tp ttp tk da respek n seakan sia2 percuma ……….amit2 jabang bayi……

  3. maa kan kata yang telah ku ucap

    mungkin ini semua menyakitimu

    tapi semua itu telah berlalu ,apa

    mungkin kau bisa memaafkan ku ,

    saat ku tahu ternyata dirimulah

    peri kecilku , yang menyimpan

    seribu kenangan hidup ku ,

    ku teringat dirimu saat ku hembuskan

    nafas , dan pejamkan mata

    seandainya ku tahu perpisahan itu ,

    menyakitkan tak akan penah aku

    menyakiti hatimu ,

    seandainya waktu bisa terulang kembali

    ku akan menjadi mimpi indah,

    di setiap hari-harimu . . .

    MEISY LATVINALDA

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *