Miskin dan Kaya itu Hanya Pendapat

by Langitbiru on May 19, 2011

Saya menonton acara Golden Ways, acara yang dibawakan oleh Mario Teguh,  minggu lalu, dalam episode itu, Pak Mario berkata “ Kaya dan miskin itu hanyalah pendapat”, yeah…saya setuju dengan perkataan beliau, pikiran kitalah yang menyetting seperti apa leadaan kita, kaya/miskin bukan hanya diukur dengan materi semata, tapi juga perasaan dan pikiran kita.

Jika kita berfikir dengan menyampingkan patokan ‘standar’ bahwa kaya itu bahagia dan miskin itu menderita, maka kita akan menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu rasa syukur… rasa berterimah kasih pada Tuhan dan rasa untuk lebih menghargai apa yang kita miliki.

Saya pernah bertemu dengan seseorang, dulu kedua orang tuanya adalah orang-orang yang tidak berada, suatu ketika..orang tuanya ini sukses, dan akhirnya..karena mereka telah menjadi orang yang sukses, maka mereka memanjakan anak-anaknya, mereka berpendapat “anak saya harus bahagia, karena saya sudah mengalami pahitnya kemiskinan” , dengan pola pikir seperti itu, sang ibu benar-benar memanjakan anaknya, dia membelikan apapun yang diinginkan anaknya, membelikannya barang-barang branded dan mahal, setiap tahun ganti handphone (handphone terbaru, yang rata-rata harganya diatas 5 juta), ganti laptop (yang terbaru, pokoknya update), pokoknya…”anak saya harus bahagia”

Saya bukannya menyalahkan orang tuanya, tapi…menurut saya ini terlalu berlebihan, ‘bahagia’ tak selalu identik dengan memiliki banyak uang dan memiliki barang-barang (gadget) bermerek dan update..

Mengapa saya berkata seperti itu?

Saya bertemu dengan anaknya, ketika itu saya melihatnya sedang makan siang bersama teman-temannya, dengan wajah sombongnya dia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa uang kertas diikuti dengan kata-kata, “Ih…duitnya jelek sekali deh, jijik deh…, mama dari mana sih dapat duit kaya’ gini?menjijikkan”, ekspresinya benar-benar membuat saya tidak suka melihatnya, dia seperti jijik sekali dengan uang ribuan yang kucel dan jelek itu, padahal uang itu masih layak pakai dan masih bisa dipergunakan. Dia tidak pernah mengalami apa yang pernah saya alami, saya pernah pergi naik angkot, waktu itu saya dikasih ongkos oleh orang tua saya, saya tidak memeriksa apakah uangnya layak atau tidak karena terburu-buru, dan..ketika saya sampai pada tujuan dan membayar angkot tersebut, supirnya marah-marah pada saya karena uang yang saya bayarkan ada yang sobek, saya cepat-cepat minta maaf dan menggantinya dengan yang tidak sobek, saya benar-benar tidak tahu bahwa uang itu sobek, maafkan saya pak supir…

Jika ia membandingkannya dengan pengalaman saya itu, dia seharusnya bersyukur, dia tidak mendapat malu seperti saya yang diteriaki supir angkot karena uang ribuan yang saya berikan padanya sobek!, ibu saya berjualan dipasar, sehingga mau tak mau pasti uangnya pada lecek semua, kalau ibu saya bekerja di bank, maka uangnya pasti mulus semua!!, saya benar-benar tak mengerti pemikiran orang yang banyak materinya itu…

Dilain kesempatan, saya bertemu lagi dengannya, dan saya mendengar dia mengatakan sesuatu pada temannya, “ Ih..duit kamu jelek semua” ketika seorang temannya mengeluarkan uang-uang kertas yang lecek dan bau pasar, sementara ia mengeluarkan uang-uang kertas yang mulus dan harum bak baru keluar dari mesin ATM. Ekspresinya tetap sama, tetap menunjukkan kesombongan dan keangkuhan serta merendahkan dan meremehkan orang lain.

Dikesempatan itu juga, saya mendengarnya memamerkan gadget-gadget barunya pada teman-temannya, teman-temannya hanya sambil lalu saja mendengarnya, mungkin karena mereka juga tidak suka dengan sikap pamer dan sombongnya, saya hanya menahan geli melihatnya, saya sangat paham bagaimana perasaan teman-temannya, perasaan jengkel karena dia hanya berbicara soal-soal yang tidak penting.

 

Ketika dia memamerkan handphone terbarunya, Iphone, dia berbicara pada temannya, “ Liat nih, Iphone…waktu jalan ama mama, tiba-tiba mama ngajak beli Iphone, seneng deh dibeliin Iphone, ntar, akhir tahun mau beli handphone apalagi ya?, eh..kamu ganti juga dong handphonenya, minta beliin mama kamu,  handphone kamu itu kan udah lama, udah nggak jaman”, temannya…dengan wajah tenang menjawab, “ Ini handphone yang punya sejarah, ini hasil tabunganku sendiri, masih bagus kok, masih bisa dipakai, ngapain beli yang baru?, aku bangga dengan hasil jerih payahku sendiri menabung handphone ini ”, craaaak….saya rasa dia pasti kesal sekali mendengar jawaban temannya

Saya teringat dengan seseorang, dia pernah berkata seperti ini…

“Orang tua saya bukannya tidak mampu membelikan saya, tapi mereka ingin mengajarkan pada saya arti dari usaha dan menghargai apa yang telah kita miliki”

Sepertinya kata-kata itu cocok untuknya…jika ia bisa mengerti…tak selamanya ia akan hidup bergelimang materi dan harta, begitu juga dengan kemiskinan, semuanya hanya sementara…yang harus kita semua miliki adalah rasa syukur pada apa yang telah Tuhan berikan untuk kita…berterimah kasih pada Tuhan

Bersyukurlah pada Tuhan, karena niscaya Tuhan akan menambah nikmatNya.

{ 8 comments… read them below or add one }

gardjoew (tegar) May 22, 2011 at 4:36 pm

sopo lo an kwi? tak jejelane ambek hape cinoku ki….,
eh, pernah ra kentekan duwit ra iso tuku mangan? akire golek2 recehan nek ngesor kasur, entuk pirang biji (aku lali) kenek gae tuku sego thok, lawuhe sarimi….hehehe, tapi uenak tenan iku, ra kalah karo restoran sing regane atusan ewu!

Reply

«((¯`¤ RáÐhìtá ¤´¯))» May 25, 2011 at 5:44 pm

Jelas saya setuju sangat bila dikatakan bahwasanya Miskin dan Kaya itu hanya soal pendapat…. dan beda pendapatan :p

setuju sekali saya kalau dibilang bahwa kebahagiaan hidup tidak bisa diukur dari sisi kaya atau miskin, karena kebahagiaan itu datang ketika seseorang pandai bersyukur

Reply

Sewa Mobil Jogja May 26, 2011 at 1:55 pm

Ya semua itu relatif tergantung bagaimana cara bersyukur saja, saya rasa.

Reply

vai June 14, 2011 at 7:53 pm

sopo bocah ngono kuwi mas??
jaluk di ospek iku mas!!!
ra ngerti sorone kerjo tolek duid yo…
ra ngerti sorone ra duwe duit yo…
ampun gusti…

Reply

Wong ra nduwe June 19, 2011 at 11:39 am

aseli gaya bertutur’é beda banget dengan yang di http://gubugreyot.wordpress.com/

beda orang atau faktor h0rmonal ki kok dadi serius koyo mario teguh ? hahaha

Reply

Game Compressed June 23, 2011 at 5:14 am

Setuju dengan agan

Reply

Ibra December 12, 2011 at 3:42 pm

Yup setuju!!!

Reply

Imam June 6, 2012 at 5:08 am

Sumpah, gue banget ini.

Saya setuju, meski hp nya jelek itu adalah jerih payah saya sendiri.

Reply

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: