2012?

by Sing Mbaurekso Gubug on January 3, 2012

2012? Menurutku angka 2012 adalah angka yang unik, angka yang penuh misteri, angka yang banyak diperbincangkan sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi sebelum membahas angka unik yang merupakan angka tahun Masehi saat ini, aku akan sedikit mengulas apa yang pernah aku pikirkan di tahun kemarin, tahun 2011. Yaa, meskipun ndak ada yang nanya tentang kegiatanku di tahun 2011, tapi kan ini Gubug Reyotku, jangan ngiri yah! heuheuheuy…

Pada tahun lalu aku berharap beberapa hal akan terjadi di tahun 2011, sebagian aku tulis di blog Tutorial WordPress, sebagian lagi aku tulis di salah satu dinding Gubug Reyot. Ada enam poin, namun intinya adalah keinginan seorang pemuda yang amburadul dalam perkuliahan yang ingin membuktikan bahwa tanpa ijazah pun bisa mencari uang melebihi yang bisa dihasilkan orang berijazah, dengan caranya sendiri. Siapakah pemuda itu permirsa?? Sudah bisa ditebak, jadi ndak asyik kalo aku sebutkan namanya disini. ck…

Oke kronologisnya seperti ini,…

Tahun 2010 aku mokong, alias memutuskan berhenti kuliah….

Tahun 2011 awal, niat menggebu-gebu muncul dalam diri, kemudian mengatur strategi menuju sukses dengan menggunakan bekal yang ada. Bekal mental, duit modal dari orang tua sebesar Rp.200.000,- juga pengetahuan seadanya soal website dan forex trading.

Setelah dapat modal dari orang tua, dapat modal tambahan dari simbah Google. Waktu itu ndak banyak sih, cukup buat makan anak kost sama bayar kost selama dua bulan. Uang sangu pertama dari simbah, ternyata simbah tidak melupakan cucunya yang satu ini *pikirku*.

Kemudian ndak tahu tiba-tiba dana mengalir terus dari A, B, C, termasuk dari penjualan desain web, profit dari belajar forex, dan pemilihan instrumen investasi yang tepat.

Intine, intinya… Tahun 2011 harapan untuk sukses finansial sudah tercapai dan caranya sudah aku ketahui. Meski Gubug Reyot tetap Reyot seperti adanya. TV rusak ndak diperbaiki, desain tetep, wes ndak ganti blass…. Tapi memang ndak ada rencana buat ganti desain, ini aja wes adem di mata. heuheuheuy…

Harapan di Tahun 2012

 

Setelah cara mencari uang sudah diketahui, mungkin aku mendapat ilham *halah*… Pertengahan tahun lalu (2011), aku sadar kalau aku harus meneruskan kuliahku yang sudah aku anggap mati itu. Aku berhenti kuliah karena merasa ndak cocok belajar bahasa asing. Tapi aku merasa kasihan pada kedua orang tua yang sudah membiayai kuliah hingga 4 tahun tapi tak ada hasilnya berupa foto wisuda. Dengan berbekal rasa penyesalan itu, aku mulai membesarkan niat untuk bertemu pak Syahrur, dosen sastra sekaligus Kepala Jurusan Sastra Jepang Unair.

Nah, disini aku mendapat teguran dan pencerahan. Kata pak Syahrur, kalau seseorang tidak menuntaskan sesuatu yang sudah dimulai, maka nanti dia juga tidak akan menuntaskan semua hal yang dimulainya lagi. Dia dulu juga merasa salah masuk jurusan, tapi dia tuntaskan semuanya karena mungkin itu memang jalannya. Hmm… Aku pikir-pikir lagi, ternyata aku memang orang yang seperti itu. Aku baca novel sering ndak tuntas, mengerjakan tugas juga ndak tuntas, masa kuliah juga ndak tuntas? Tapi sebenarnya bukan hanya perkataan pak Syahrur saja yang menginspirasikan aku buat kuliah kembali, bukan hanya kasihan terhadap orang tua juga.

Kuliah menurutku bukan untuk mencari foto mesem saat wisuda, bukan untuk mencari ijazah, bukan untuk mencari posisi dalam masyarakat, atau untuk mencari teman, pacar, relasi. Inti dalam kuliah hanyalah satu, yaitu untuk membuka mata ini tentang luasnya dunia ilmu pengetahuan. Dan tujuan hidupku adalah untuk belajar, makanya aku terus melanjutkan kuliah. Entah kapan bisa lulus, mungkin tahun ini, mungkin tahun depan, atau mungkin tidak lulus sama sekali. Namun setidaknya aku sudah belajar, dengan segenap kemampuanku sendiri. Ndak pake nyontek, ndak pake nge-cheat, ndak pake jurus-jurusan lah. Gawe opo nek kuliah muk entuk ijazah tok, gak entuk ilmune gara-gara nyonto koncone.

Kebanyakan kuliah digunakan untuk mencari ijazah kemudian ijazah digunakan untuk mencari kerja kemudian kerja digunakan untuk mencari uang kemudian uang digunakan untuk mencari kesenangan. Yaa menurut pendapat pribadi saja sih, tapi memang benar kan kalau dirunut. Kuliah >> kesenangan. :)  Namun ada dua kesenangan disini, kesenangan mendapat ilmu dan kesenangan setelah mendapat uang dari ijazah kuliah.

Kalau sampean kuliah yang tujuannya mencari kesenangan dari uang, tapi dengan cara yang panjang sekali seperti diatas dan ada yang lebih pendek, kenapa memilih yang panjang? “Ya biar ada prosesnya bung, biar dapet pengalaman“, halah alesan… Yah, kalo menurutku lebih enak yang pendek. Kalo ingin kesenangan mencari uang, belajar saja cara mencari uang LANGSUNG, ndak usah gaya-gayaan belajar ilmu ekonomi, ilmu matematik, ilmu biologi, kalo akhire cuman jadi teller bank yang penghasilannya ndak lebih dari orang yang kerjanya makan, tidur, rokokkan di ruangan Gubug Reyot yang sempit ini. Ilmu sedahsyat itu ndak level kalo cuman dijadikan senjata teller bung. Tapi inget ya, meskipun uang itu mudah dicari, uang itu unlimited, sampean bisa menambah berapapun digit uang di dunia ini, dunia ini tetap limited alias ada batas sumber daya yang tersedia. Jadi ada kalanya uang tidak lagi berguna di dunia ini.

Buat yang ingin cara kedua, ini caraku. Kalau mau kuliah dan mendapat kesenangan, ya cari kesenangan dalam kuliah itu, yaitu dengan kesenangan dalam belajar. Percaya saja, kalau kesenangan mendapat ilmu itu jauh melebihi segalanya. Karena setelah mendapat ilmu, kita bisa mengaplikasikannya sesuai dengan pribadi masing-masing, dengan jutaan cara yang berbeda. Bisa untuk kebaikan, kejahatan, kesenangan saja, atau yang lainnya. Intine: ILMU=FUN dan pengetahuanmu adalah senjata utamamu dalam mengarungi hidup. Senjata dalam memaknai hidup, senjata untuk bercerita kepada anak cucu nanti.

Masih banyak yang harus dipelajari. Waktu terus berputar, dan masih: uang bukan segala-galanya, namun tanpa uang akan susah segala-galanya. Jargon yang selama ini aku pegang tidak selamanya bisa dipegang. Uang, berapa banyak yang Anda punya, suatu saat tidak akan berguna. Mobil, seberapa banyak yang Anda punya, seberapa mewah interior & eksteriornya, seberapa cepat dia berlari, suatu saat tidak berguna. Rumah, seberapa besar, mewah, mahal, suatu saat juga tidak berguna. Jadi di tahun 2012 ini aku akan mengusung tema PENDIDIKAN dan CINTA. Kenapa dengan cinta? Kalo pendidikan kan sudah jelas, seberapa banyak yang kita punya dan kita ajarkan kepada orang lain nanti bakal terus berguna. Nah kalo cinta apa juga akan terus berguna? Hmm.. Menurutku aku belum saatnya membahas cinta disini, nanti pada saatnya, setelah aku pelajari lebih dalam, pasti aku pasang di Gubug Reyot. Tentang cinta dan kasih sayang. Eaaa…

Intine, di tahun 2012 ini akan fokus belajar. Belajar apapun juga selagi masih ada kesempatan. Yaa, aku ndak mengajak sampean semua buat belajar kok, kalau ndak suka belajar ya jangan dipaksa belajar. Cari uang saja yang banyak sampe bosan, lalu pas sudah bosan pasti sadar-sadar sendiri…. Heuheuheuy… Waduh sudah panjang tulisanku. Oh iya sampai lupa, mohon maaf jarang update, soalnya lagi mengejar cita-cita kemarin di tahun 2011, sekarang Insya Allah mau rajin update, meski ndak penting. Sing penting ngeksis.

Kalo dirunut sebagai berikut:

Soal Finansial…

Bisa dikatakan bebas, tinggal belajar mengatur supaya tidak boros berlebihan. Bisa jadi omongan.

Soal Spiritual…

Tidak terlalu agamis, masih mencari jati diri dan ideologi utama. Semoga bisa gila.

Soal Cinta…

Masih belajar.  Semoga bisa men- di- ber- cinta sampai puas.

Tidak ada cara sempurna dalam memaknai hidup kecuali belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan diri sendiri maupun orang lain. Jangan tiru orang yang putus kuliah tapi tetap sukses, karena aku yakin meskipun dia sukses, dia masih memendam rasa bersalah dalam diri karena tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kalau sudah start, usahakan hingga finish, biarkan waktu yang menentukan bagaimana akhirnya. Bagi yang tidak bisa kuliah, jangan berkecil hati, banyak sarana belajar diluar sana. Kehidupanmu, kehidupan di sekitarmu, cerita orang-orang di sekitarmu, semua adalah inspirasimu, saranamu dalam menuntut ilmu.

{ 11 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

Previous post:

Next post: