Tentang Gubug

Melihat gedung yang tinggi, ndak bikin kecil hati si penghuni Gubug Reyot ini untuk tetap berkarya dan berbagi kepada semua tamu-tamu agungnya. Tetap semangat menulis, idealis kronis, meski  punya sedikit gangguan psikis, mohon dimaklumis.

Nama penghuni Gubug Reyot ini sebenarnya adalah Subkhan, pemilik blog gratisan masbeken.wordpress.com dan masbeken.co.cc. Orang yang pernah ngaku beken dengan nama masbeken, (lhah narsis), namun alhamdulillah jadi sadar bahwa dirinya adalah orang yang pantesnya tinggal di Gubug Reyot ini. Jadinya daripada menyinggung perasaan sampean golongan anti-narcism, pindah kesini saja, Istana Beckingham Gubug Reyot.

Nhah, karena sudah ketagihan kopi dan rokok ngeblog, si penghuni Gubug Reyot ini memutuskan untuk menyewa sebidang tanah di internet (Lhah, nyewo tanah kok nek internet mbah?). Hmm… Lha piye to kek, ini kan sama-sama nyewa, bayar juga, jadi meski nyewa Gubug Reyot di internet maupun di dunia nyata, sama aja dengan nyewa tanah dulu to sebelum mbangun? Yah, GubugReyot dot com ini lapak tanah di internet pertama yang mbayar milik penghuni Gubug. Sebelumnya ya aktif di internet, tapi ngambil yang gratisan terus. Contone Feysbuk, Frenster, Worpres, dot co cc, terakhir dapat gratisan dot com dari mas Errorrs. Naah, kalo tanah di Gubug Reyot ini murni uang dari hasil menabung sejak tahun lalu. Kata teman, “Ngarep mode: ON”. :)

Sekarang, aktifitas si penghuni Gubug yang sering dipanggil Masbeck dikampus (tetep ae narsis, zz) ini masih mikuli uyah alias kuliyah di UN***. Wes tebak sendiri kuliyah dimana. Sing jelas saat ini lagi semester akhir dan kurang kerjaan, jadinya sambil ngurusi SKS yang sedikit, disambi ngeblog dan belajar ilmu baru yaitu ngeblog.

Udah perkenalan dengan penghuni Gubuk yang  ndak tampan, sekarang berkenalan dengan Gubug paling Reyot sedunia ini. Nyapo kok diberi nama GubugReyot seh mbah? Ngene ceritane kek, soalnya aku melihat realita yang ironis di negara ini. Realitas yang seharusnya sudah diberantas dari jaman Gatot Kaca, realitas rakyat kecil yang masih tertindas, sementara rakyat besar sedang asyik ngelus Mersi baru dan biaya pernikahan anaknya yang mungkin bisa digunakan buat meningkatkan kualitas hidup orang sepropinsi yang kurang gizi.

Nah, korelasi itu tak gambarkan disini, Gubug Reyot. Aku mulai mbangun Gubug ini buat penampungan pendapat penghuni Gubug dan juga para tamu agung (tamu ndak agung seperti robotnya kakanda Google ndak usah ikut campur yo!). Gimana sebaiknya kita berbagi pendapat, berbagi ilmu, untuk mensejahterakan kehidupan setiap insan setanah air ini biar kita semua bisa survaif menghadapi tantangan global ini (semasa kita rakyat kecil dipandang rendah sama rantai atas *mungkin, semoga jangan).

Ya itu saja tujuan kecil penghuni Gubug ini, semoga walopun cumak kecil, tapi bisa membawa manfaat bagi semua tamu-tamu Gubug Reyot ini. Kan katanya sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Jadi menurutku yo lewat sini aku bisa berguna *mungkin, kalau Allah mengizinkan.

Kalao ada perlu dengan saya, silakan mas-mas ngganteng dan mbak-mbak nan ayu mengirim email pada saya ke masbeken@yahoo.co.id. Nge’et YM juga bisa. Hehe.. Nggak penting ini, cumak NB alias NamBahi. :)

{ 28 comments… read them below or add one }

Leave a Comment

*

{ 3 trackbacks }