Selamat Tinggal Thesis Theme

Setelah hampir 5 tahun memakainya, akhirnya mulai hari ini saya meninggalkannya. Sebetulnya saya ingin ndesain baru dengan dasar Twenty Sixteen dari WordPress. Namun masih belum sempat. Alasannya simpel, tema bawaan WordPress ini simpel dan saya suka. Fiturnya pun menarik.

Untuk masalah posting yang setahun sekali ini, saya serahkan Yang Maha Kuasa saja. Semoga masih diberi waktu panjang untuk bisa menulis di sini. Akibat banyak kerjaan ngurusi toko jam tangan online, juga ngurusi pembeli online yang semakin hari semakin banyak maunya. *Sedikit ngeluh, tapi ga baik*

Sampai di sini dulu perjumpaan, eh, ucapan selamat tinggal pada Thesis Theme yang sudah lama menjadi baju Gubug Reyot. Karena jam tangan G Shock KW saya sudah menunjukkan pukul 6.42 WIB dan saya belum tidur. Semoga lekas diberi waktu buat optimasi blog ini, yang sebenarnya tak ada yang perlu dioptimasi. Au Revoir!

2012?

2012? Menurutku angka 2012 adalah angka yang unik, angka yang penuh misteri, angka yang banyak diperbincangkan sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi sebelum membahas angka unik yang merupakan angka tahun Masehi saat ini, aku akan sedikit mengulas apa yang pernah aku pikirkan di tahun kemarin, tahun 2011. Yaa, meskipun ndak ada yang nanya tentang kegiatanku di tahun 2011, tapi kan ini Gubug Reyotku, jangan ngiri yah! heuheuheuy…

Pada tahun lalu aku berharap beberapa hal akan terjadi di tahun 2011, sebagian aku tulis di blog Tutorial WordPress, sebagian lagi aku tulis di salah satu dinding Gubug Reyot. Ada enam poin, namun intinya adalah keinginan seorang pemuda yang amburadul dalam perkuliahan yang ingin membuktikan bahwa tanpa ijazah pun bisa mencari uang melebihi yang bisa dihasilkan orang berijazah, dengan caranya sendiri. Siapakah pemuda itu permirsa?? Sudah bisa ditebak, jadi ndak asyik kalo aku sebutkan namanya disini. ck… Continue reading “2012?”

Mohon Maaf Gubug Reyot Jarang Update

Hehehe… Banyak komplain yang ditujukan kepada saya akhir-akhir ini karena Gubug Reyot jarang update lagi, mengeluarkan puisi-puisi, saling menegur sapa, dan sebagainya. Ya bagaimana lagi, akhir-akhir ini sing Mbaurekso Gubug lagi sibuk *bukan sithik-sithik bubuk loo ya*, alias mewujudkan cita-cita sekaligus membuktikan bahwa mencari uang itu tidak sulit! Kemarin lalu alias jaman mbiyen, saya pernah menulis artikel dengan judul “Cari Pekerjaan Itu Terlihat Sulit Yoo…“, namun alhamdulillah setelah fokus selama beberapa bulan akhirnya saya mampu membuktikan kalau pendapatan saya jauh lebih besar daripada semua teman-teman saya walaupun mereka sudah kerja mapan di kantor pusat pajak sekalipun.

Ups, bukannya saya disini pamer ya. Namun ini buat masukan saja kepada sampean semua. Kalau kita niat, dan fokus terhadap suatu hal yang kita kerjakan, suatu saat kita pasti mendapatkan hasilnya kok. Memang pendapatan teman-teman saya yang sudah pada lulus kuliah itu langsung masuk ke rekeningnya. Kalau saya sih dalam bentuk dollar saja, masuk ke Liberty Reserve atau dikirim melalui Western Union.  Continue reading “Mohon Maaf Gubug Reyot Jarang Update”

Not My Account

Ini kisah buat loe yang suka Facebook
ini kisah tentang loe yang ketagihan poker
ini kisah tentang korban Hacker
ini kisah Kita yang muda di ujung jaman

Not My Account

 

 

I prolog

Di ujung musim kemarau, malam telah larut.

Pemuda itu sepertinya baru saja tiba dari medan perang. Dia berjalan menyusuri sepanjang jalan di kegelapan malam menuju tempat tanpa kehidupan,pandangan matanya menatap ujung jalan, terlihat berupa titik yang sangat kecil yang sepertinya tidak memiliki batas, begitu pula pada ujung yang satunya. dia berada di tengah- tengah dan dia tahu kemana tujuannya seperti jalan hidupnya yang berjalan dan singgah dari satu tempat ke tempat lain sebelum menuju pada suatu akhir. Seorang laki-laki berdiri di tengah panggung dunia tanpa harapan, tanpa masa depan. Andika.. namanya Andika.. Continue reading “Not My Account”

Puisi: Kata-Kata

Kau selalu saja mengatakan hal yang tidak ingin ku dengar
Aku terlalu mengerti maksudmu, karena itulah aku tak ingin dengar,
Aku berpura-pura tidak tahu menahu, tapi kau semakin memojokkanku
Kemudian dengan sombongnya kau berkata, kata-kata yang menyakitkan itu

Kau selalu saja mengatakan hal yang ingin aku lupakan
Aku terlalu paham tentang pembicaraanmu, karena itulah aku tak ingin ingat
Aku berpura-pura telah melupakannya, tapi kau terus menyudutkanku
Kemudian dengan lembutnya kau berkata, kenangan yang menyebalkan itu

Jika kau tak suka aku
Maka katakan dan menjauhlah dariku
Jangan membunuhku perlahan dengan kata-katamu yang tajam
Kata-kata itu menusukku lebih tajam dari pisau
Tak terlihat dan lukanya takkan bisa hilang Continue reading “Puisi: Kata-Kata”

Dari kejauhan saya melihat …

Assalamu’alaikum Penghuni Gubug… 🙂

Saya bertamu, ^_^

Mengapa saya sampai ke sini? Lalu bersinggah sejenak di halaman ini? Wah! saya banyak nanya-nya ya, padahal belum mengenalkan diri. Hehe..

Sebenarnya saya lagi jalan-jalan di dunia ini, dari tadi.  Lalu, saya ingin istirahat.  Trus saya lihat-kiri-kanan.  Di  sepanjang jalan hanya ada gerbang-gerbang mewah plus pagar-pagar yang tertutup rapat.  Namun saya terus saja berikhtiar untuk mengademkan diri sejenak.  Maklum, sudah lama dan jauh perjalanan di tempuh. Tentu ada sedikit haus dan laper ya.  😀 Tapi, tenang aja, saya hanya ingin berteduh saja.  Matahari saat ini begitu menyengat. Continue reading “Dari kejauhan saya melihat …”

Maafkan Saya Mas, Mbak…

Yaah, Gubug Reyot saya tinggal bepergian lagi… Emang yang punya Gubug lagi sibuk berat akhir-akhir ini. Sibuk mencari nafkah, untuk uang genteng Gubug Reyot yang semakin lama bocornya semakin lebar saja ini.. Wah, belum lagi uang kuliah. Malu sama orang tua kalau terus-terusan minta. SAYA BUKAN PENGEMIS! Walau tinggal di Gubug Reyot ini…

Beginilah kalau sedang dipepet masalah. Kuliah ndak lulus-lulus alias telat lulus, namun kondisi keuangan orang tua semakin menipis. Harus mencari inisiatif untuk mencari penyambung nyawa~ Akhirnya Gubug Reyot saya tinggalkan sementara, dan berusaha sekerasnya untuk mencari uang, dari bidang manapun juga. Tapi tetap yang online saja, soalnya saya ndak bisa kalau disuruh kerja jauh dari komputer. Saya merasa inilah hidup saya, sebentar meninggalkan Gubug Reyot dan berusaha belajar mencari uang jenis baru (bagi saya) juga halal adanya. 😀 Continue reading “Maafkan Saya Mas, Mbak…”

Mahila Senaniyom pun Muncul di Dunia

Seorang wanita tua berkata kepadaku, “nanti kalau dia ada disini, apa yang akan kau lakukan?” Saya hanya terdiam, tidak mampu berkata apa-apa. Namun sebenarnya hati ini senang setengah mati sejak kemarin tangal 25 Juni Mahila terlahir, dengan wajah imut, merah, tanpa dosa, dia menangis sekerasnya menyambut kerasnya dunia ini…

Baru kemarin aku melihatnya, kesempatan itu tak aku sia-siakan untuk terus bersamanya, menemaninya hingga malam, disampingnya dan menciuminya. Baunya wangi, meskipun sore tak mandi. Aku hanya tersenyum, terus tersenyum melihatnya…

Mahila Senaniyom, sang pejuang wanita, aku ingin engkau menjadi juara. Juara diantara penjajah negeri sendiri, penjajah tanpa rasa malu, merampok harta benda tanpa pandang bulu. Tegakkan pula hak wanita yang selama ini masih ter-nomor dua. Walau ada slogan “emansipasi wanita”, namun kenyataannya wanita masih tetap nomor dua di dunia ini. Itulah tugasmu Mahila, adik kecilku yang lugu, welcome to this cruel world

Mohon Maap, Tipi di Gubug Nyendat-nyendat

global tv onlineWuah, jarang posting, sekali posting mau minta maap lagi… wes, yo ngene iki kelakuane sing nduwe Gubug Reyot… Ndak bertanggung jawab blas… 🙁 Yo tapi buat mas mas ngganteng dan mbak cantik, saya ini bener-bener mau minta maaf lo ya, karena tipi disini sudah reyot, tuwa, sampai byar pet itu, jadinya mohon dimaklumi kalo patah-patah gambare….

Saya sih ndak apa-apa sampeyan pisuhi, mbuh janc*k, anj*nk, atau sak karep udele sampeyan,… Lha memang saya mengakui, kalau kadang-kadang, pas nonton RCTI online di Gubug Reyot atau Global TV online itu tiba-tiba jadi patah-patah dan sangat tidak nyaman untuk ditonton… Continue reading “Mohon Maap, Tipi di Gubug Nyendat-nyendat”

Seperti Kura-Kura Kehilangan Tempurungnya

Sugeng dalu semuanya (tulisan iki tak tulis bengi-bengi)…. Bagaimana kabarnya? baik-baik saja to? Saya mohon maaf (lagi) karena ndak bisa apdet akhir-akhir ini. Buanyak kendala yang saya jumpai, mulai dari tugas di kampus yang ndak selesai-selesai dan bikin stress, ditambah komputer rusak yang membuat kepala saya mau pecah, sampai masalah calon isteri saya (kalo ini rahasia saja ya?)

Sekian lama saya tinggalkan gubug reyot, ternyata tamu-tamunya banyak sekali dan tidak dijamu dengan baik disini. Hmm, sebenarnya kan sudah saya beritahu kalau mampir kesini jangan sungkan-sungkan. Anggap saja rumah sendiri, kalau saya pas ndak ada, ya silakan bikin kopi sendiri. Teh ijo juga ada kok, jadi meskipun gubug ini reyot, soal minuman lengkap! 😀

Continue reading “Seperti Kura-Kura Kehilangan Tempurungnya”

Mohon Maaf Belum Bisa Blogwalking

Heee… Maaf ya sodara-sodaraku setanah air Endonesa Raya… Akhir-akhir ini saya sibuk buk buk, internet juga lagi lemooot, jadi ya belum bisa saya sambi jalan-jalan ke rumah bagus panjenengan sedoyo… 🙁 Maaf ya? Ini hari saya ada tugas dari Mas Hakim, enterprener muda dari Fakultas Ilmu Budaya Unair. Ya kalau saya boleh bilang, beliau calon orang terkaya di Indonesia. (wuaah) Buat  Mas Hakim, mbayar yoh wes tak doa’ne ngene iki… Hahay…

Ini saya cuman bisa nulis ndak nggenah saja dari browser Flock… Ndak perlu mbukak dashboard Gubug Reyot. Lha saking enaknya ini, saya jadi fokus ke pembuatan dan pengeditan tema wordpress. Tapi ya itu, dampaknya jadi pemalasan diri untuk blogwalking. Tapi tenang saja mas ngganteng dan mbak ayu, nanti saya pasti berkunjung ke rumah sampeyan satu-satu, dan berkomentar kok. He he….
Continue reading “Mohon Maaf Belum Bisa Blogwalking”