Tempat-tempat Ngumpul Arek Suroboyo

Ups, iseng nulis yang beginian di Gubug. Oh, endak seh.. Ini bukan iseng! Ini ada tugas kampus suruh cari tempat-tempat ngumpulnya para pemuda Surabaya. Oh, endak lagi seh, yang bener ini ada tugas dari adik angkatan kuliah suruh cari informasi tempat kumpul arek-arek Suroboyo (di Surabaya tentunya), biar nanti kalau ada ada teman-teman kampus lain yang pengen mampir ke Surabaya ndak bingung mencari informasi terupdate. *halah

Ok, selesai dulu becandaannya. Sekarang masuk ke sesi terserius dalam sejarah Gubug Reyot.. Berikut sub judul (biar cepet diindeks mbah Gugel, pake H3 aja): Continue reading “Tempat-tempat Ngumpul Arek Suroboyo”

Habis Pulang dari Trenggalek, Mohon Maaf

Sugeng dalu mas ngganteng kaliyan mbak ayuPripun kabare? Sae-sae kemawon to nggih? 🙂 Ehm, mohon maaf kalau beberapa hari ini Gubug Reyot sepi seperti kuburan. Ndak ada penghuninya, meskipun masih banyak tamu. Lha saya pulang kampung ke Trenggalek. Jadi ndak sempat balas komentar dan balik bertamu ke rumah sampeyan semua.

Setelah menulis tentang internet dan mbak Sherina putus dengan Raditya Dika, blog ini suwung sesuwung-suwungnya. Lha desa saya di Trenggalek belum ada internet. Kalau di Trenggaleknya sih sudah mantaf internetnya, lha di rumah saya kan pedalaman desa, pandangan orang desa terhadap internet itu adalah barang tersier dan “mahal”, jadi bapak dan ibuk ndak mau pasang internet di rumah.

Continue reading “Habis Pulang dari Trenggalek, Mohon Maaf”

Bukan Menulis Informasi Berkualitas

Malam ini sing mbaurekso gubug begadang di depan gedung mewah bernama “Graha Amerta”. Gedung top buat manusia insan ciptaan Yang Maha Berkuasa yang lagi sekarat. Gedung ampuh manusia-manusia yang mau menjemput ajal…. Hmmm… Aku sih ndak mau menginap di gedung sini, mbayare mahal, tur kalo ndak lagi beruntung, nyawa bisa melayang… Rumah sakit mewah, namun tetap saja beresiko kematian. Merupakan informasi berkualitas ndak ya postingan ini? :p

Yang bikin mangkel cangkrukan disini ya si kecil nguing-nguing, bikin mangkel, bikin ndak bisa konsen… Dasar kamu penghisap darah! Ndak ada darah lain ya? Kok cumak nguing-nguing di dekat kuping lebarku aja. Wes laptop pinjeman, rokok njaluk, kopi dibeliin, jan ndak mbondo iki sing nduwe gubug. Wah, yo maklum lah, lah wong rumahe aja gubug, nek endi-endi yo tetep mbonek, alias mbondo nekat….

Continue reading “Bukan Menulis Informasi Berkualitas”

Reggean Bareng Sama Pak Polisi Yuuuuk [pidio]

Habis jalan-jalan ke Taman Bungkul Surabaya [lagi], sebenernya ndak jalan-jalan seh, ada pertemuan ngono sama teman. Eeh, ndak ngertinya disana ada acara band. Band unik pisan, ini bukan pang-pangan, bukan pop-popan, bukan rok-rokan, bukan pula jes-jesan. Iki Reggean cah, jadine yo jogetan. Hahay… 😀

Hmmm… Selidik demi selidik, yang menarik binti apik, yang nyanyi itu pak Silup alias Pak Polisi loo… Baru tau kalo pak polisi seneng juga nyanyi. Ya tak kiro pak polisi iku membosankan, kerjane cuman selidik demi selidik, mbawa borgol buat mas jahat. Ee lhadalah, disini kok malah ben benan. Yang dinyanyikan lagu reggae pula. Wow… Siapa yang mau joged bersama hayoo?

Continue reading “Reggean Bareng Sama Pak Polisi Yuuuuk [pidio]”

Surga Taman Bungkul Surabaya

Semalam cuaca mendung, namun suasana kota Surabaya tetap seperti biasanya, ramai. Saya bergegas mengambil helm hitam merk VOG lalu menenteng Jupiter Z biru keluar Gubug Kost 36B. Saya bermaksud refreshing dan menghilangkan penat sesaaat setelah seharian duduk di depan komputer. Dalam benak seorang mahasiswa tingkat akhir Sastra Jepang ini hanyalah jalan-jalan ke Taman Bungkul Surabaya.

Mlaku-mlaku kok naik motor? Ya begitulah pergeseran bahasa, berubah memiliki makna yang lebih luas. Saat melintasi perempatan lampu merah Kertajaya, suasana begitu ramai dan bejibun dipadati kendaraan berasap. Menunggu satu menit saja seperti satu hari, malam hari serasa panas seperti siang. Asap masuk melewati hidung-hidung manusia pengguna jalan. Tapi begitulah memang suasana sehari-hari Kota Pahlawan ini.

Setelah menunggu selama 80 detik, lampu merah menjadi hijau. Suara klakson motor dan mobil bersahutan. Menunjukkan semua orang sedang terburu-buru untuk segera sampai tujuan. Saya hanya geleng-geleng kepala melihat kondisi seperti itu. Dalam benak saya bertanya, “Kok ora sabaran emen seh uwong-wong iki? Zzz…” Setelah semua motor dan mobil di depan saya melaju, giliran saya memutar handgrip kanan Jupiter Z, Jupiter Reyot pun melaju ke Taman Bungkul Surabaya.

Continue reading “Surga Taman Bungkul Surabaya”