Puisi Gubug Reyot

Kemana Lagi

March 18, 2013

cinta yg dulu manis bak sekotak coklat… kini pahit bak sebutir buah pare….. kata cinta yg dulu sering kau lontarkan.. kini tak ada lagi ku dengar… ku tlah kehilangan mu…. tersesat di dalan kegelapan hatiku. ke’egoan mu dan ke’egoan ku tlah meluluh lantakan indah nya kebersama’an kita. ingin rasanya membenci dan melupakan diri mu dan […]

Baca Terus →

Puisi untuk Sahabat: “Bersamamu Aku Tegar”

January 22, 2013

Disini, ku sadar Betapa indahnya arti ketulusan Betapa berartinya sebuah persahabatan Hanya ditempat inilah aku merasakan indahnya kebersamaan Disini.. Tak pernah ku dengar kebohongan dari dirimu Semua mengalir apa adanya Berjalan dengan sebuah kejujuran Tangis tak lagi terpancar di diriku Kepenatan tak pernah menghampiriku Hanya canda dan tawa Yang selalu terdengar dari bibirku Sahabat, Taukah […]

Baca Terus →

I Miss You

August 1, 2012

Aku tak pernah bikin puisi bahasa Inggris sebelumnya. Mungkin ini puisi pertama dengan lirik Linggis. Ya biar dikata gahoel gitu, walo ngawur tapi ini terlintas begitu saja dalam pikiran. Puisi ini sebenarnya tak pernah tertulis, tapi langsung terketik dalam layar 4,3″. Baru selesai nulis, aku rasa puisi cinta yang bercerita tentang kerinduan yang sangat amat […]

Baca Terus →

Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat

July 3, 2012

Malam itu masih bisa dibilang sore, namun bapak-bapak yang umurnya diatas 50 tahun sudah pada kumpul di Gayungsari Barat. Aku perhatikan senyum mereka satu per satu, sepertinya mereka baru saja bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Penampakan mereka cukup aneh, ada yang pakai batik, ada yang jenggotnya super panjang dan berwarna putih bersih, ada yang […]

Baca Terus →

Berkurang Lagi Umurku

March 18, 2011

Sampai hari ini, ternyata sudah lama juga aku hidup. Meski terbilang muda, masih kepala 2, tapi aku rasa lumayan lama juga. Yang heran, sudah 5 tahun kuliah kok ndak lulus-lulus. Ha ha.. Bukan lulus sih yang aku cari, tapi nilai. Nilai-nilai kehidupan, suatu jalan agar bisa hidup dan berguna bagi orang lain. Meskipun sekarang belum […]

Baca Terus →

Puisi tentang Kucing: Berkahilah Aku, Dewa

March 4, 2011

Aku adalah kucing rumah Setiap hari kutunggu dewa untuk memberiku makan dari langit Semakin kutunggu, semakin dia iba Sepotong ikan jatuh dari langit, yummy… Setiap hari aku berdoa kepada-Nya Mengeong, lari untuk mendekat Tapi hari ini lain, Dewa mungkin tlah hilang Kutanya ayam betina, kemanakah Sang Dewa? Petok… Petok… Ku tak tahu, petok… Kutanya ayam […]

Baca Terus →

Puisi: Kata-Kata

March 3, 2011

Kau selalu saja mengatakan hal yang tidak ingin ku dengar Aku terlalu mengerti maksudmu, karena itulah aku tak ingin dengar, Aku berpura-pura tidak tahu menahu, tapi kau semakin memojokkanku Kemudian dengan sombongnya kau berkata, kata-kata yang menyakitkan itu Kau selalu saja mengatakan hal yang ingin aku lupakan Aku terlalu paham tentang pembicaraanmu, karena itulah aku […]

Baca Terus →

Puisi Maaf: Confusion

December 26, 2010

Berikut ini adalah puisi kiriman dari sahabat Gubug, mas Empip. Terimakasih telah mengirim puisi dengan judul “Confusion” ini. Setelah saya baca, mas Empip sepertinya baru ditinggalkan seorang kekasih. Beliau meminta maaf dengan segenap upaya, namun belum juga bisa dimaafkan. Pada akhirnya menulis luapan dan ungkapan hatinya pada bait-bait puisi yang berjudul “Confusion” ini. Terimakasih atas […]

Baca Terus →

Mohon Maaf Lahir Batin Yaa *sori telat, heee*

September 17, 2010

Idul Fitri, hari yang suci. Umat Islam di seluruh dunia merayakannya setahun sekali, dalam perayaannya selalu berharap bisa kembali pada pribadi yang fitri, suci dari dosa. *halah* Saya ini ndak bisa kalau disuruh nulis indah. Jadi seadanya saja ya? Hihi…. Ini juga posting Idul Fitri saat orang lain sibuk untuk arus balik. Wah, Gubug Reyot […]

Baca Terus →

Puisi untuk Pahlawan: PUSARA PAHLAWAN

August 17, 2010

Puisi untuk pahlawan ini khusus untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65. Puisi pahlawan dengan judul “Pusara Pahlawan” ini ditulis oleh seseorang dengan nama Kakanda, terimakasih buat Kakanda telah bersusah payah mengirimkan puisi pahlawan untuk Gubug Reyot. Saya harap dengan dituliskannya puisi ini bisa menambah khasanah sastra Indonesia juga.

Baca Terus →

Puisi untuk Sahabat Sejati, Hilang dan Kembali

June 20, 2010

Sahabat adalah harta paling berharga di dunia ini. Mungkin telah banyak yang mengulas tema sahabat sejati, atau sahabat yang hilang dalam bentuk karya sastra, karya populer, film kartun, ataupun yang lainnya. Nah di Gubug Reyot ini saya ingin menulis sebuah puisi tentang sahabat, puisi untuk sahabat sejati.

Baca Terus →

Puisi untuk Sahabat yang Hilang

May 6, 2010

Puisi ini saya tulis untuk sahabat saya yang hilang, kekecewaan saya terhadap sahabat, dan untuk teman-teman yang belum pernah kehilangan sahabat, jangan sekali-kali mengecewakan sahabat… Puisi ini memang ngga jelas, saya merasa punya hutang juga soalnya. Lha banyak yang kesasar kesini gara-gara mencari puisi untuk sahabat yang hilang… Monggo, silakan dinikmati… Tapi inget lo ya, […]

Baca Terus →