Puisi: Kata-Kata

Kau selalu saja mengatakan hal yang tidak ingin ku dengar
Aku terlalu mengerti maksudmu, karena itulah aku tak ingin dengar,
Aku berpura-pura tidak tahu menahu, tapi kau semakin memojokkanku
Kemudian dengan sombongnya kau berkata, kata-kata yang menyakitkan itu

Kau selalu saja mengatakan hal yang ingin aku lupakan
Aku terlalu paham tentang pembicaraanmu, karena itulah aku tak ingin ingat
Aku berpura-pura telah melupakannya, tapi kau terus menyudutkanku
Kemudian dengan lembutnya kau berkata, kenangan yang menyebalkan itu

Jika kau tak suka aku
Maka katakan dan menjauhlah dariku
Jangan membunuhku perlahan dengan kata-katamu yang tajam
Kata-kata itu menusukku lebih tajam dari pisau
Tak terlihat dan lukanya takkan bisa hilang Continue reading “Puisi: Kata-Kata”

Mohon Maaf Lahir Batin Yaa *sori telat, heee*

Idul Fitri, hari yang suci. Umat Islam di seluruh dunia merayakannya setahun sekali, dalam perayaannya selalu berharap bisa kembali pada pribadi yang fitri, suci dari dosa. *halah* Saya ini ndak bisa kalau disuruh nulis indah. Jadi seadanya saja ya? Hihi…. Ini juga posting Idul Fitri saat orang lain sibuk untuk arus balik. Wah, Gubug Reyot ndak update blass! Saking malesnya, atau ndak ada waktu buat internetan di desa ya? Siapa bisa nebak hayo? Hee… Sampai-sampai kecolongan banyak sekali ucapan kepada saya, yang belum sempat saya balas. Tapi tenang saja, sudah tak bales via sms. *untung pas punya pulsa* hee… Berikut ini adalah salah satu ucapan kepada saya via email, dari Eyangkung. Makasih ya Eyang! 🙂

MENGUCAPKAN:

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI

MOHON MAAF LAHIR BATIN, SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MELIMPAHKAN

RAHMAT DAN HIDAYAH-NYA KEPADA KITA SEMUA. AMIN.

Continue reading “Mohon Maaf Lahir Batin Yaa *sori telat, heee*”

Antara Sahabat dan Bisnis

“Sahabat ya sahabat, bisnis ya bisnis. Kalau aku mencuri klienmu wahai sahabatku, jangan salahkan aku! Evaluasi diri yang bener, cari klien itu yang semangat! Kamu kurang berusaha!”

Ehm, bagaimana ya kalau seseorang diskak mat oleh sahabatnya sendiri seperti itu? Padahal dalam pemikiran kita, kita sudah berusaha sekeras yang kita bisa, kita sudah berusaha semampu yang kita bisa, dan memang benar sudah berusaha semaksimal mungkin. Satu lagi yang paling menyakitkan, dia adalah seorang sahabat yang menjelma sebagai “orang lain”, yang menyebabkan kegagalan kita atas nama “bisnis”.

Hal tersebut terjadi pada saya. Sakit rasanya saat seorang sahabat yang ingin saya ingatkan dengan halus, namun malah menusuk hati saya seperti itu. Ini adalah artikel lanjutan dari artikel saya kemarin, yaitu “Indahnya Persahabatan, Hilang dengan Tusukan“. Apakah ini pernah terjadi sama sampeyan mas, mbak?

Saya sebenarnya sudah mau melupakan hal ini, namun dia yang “mengaku” sebagai sahabat saya itu malah berkomentar yang tidak mengenakkan hati saya disini. Jujur, saya hanya manusia biasa. Saya bisa menangis, saya bisa bersedih, saya bisa marah, dan saya bisa egois.

Continue reading “Antara Sahabat dan Bisnis”

Indahnya Persahabatan Hilang dengan Tusukan

Persahabatan memang sangat indah, banyak terdapat kenangan indah di dalamnya. Sahabat juga sangat berharga, hidup tanpa sahabat mungkin rasanya seperti hidup di perahu kecil yang terapung di tengah lautan. Memiliki banyak sahabat memudahkan kita untuk menyelesaikan tugas maupun meringankan beban. Tak terkecuali sahabat-sahabat Gubug Reyot tercinta. 😀

Lalu bagaimana saat seorang sahabat yang benar-benar kita percaya tiba-tiba tega menghinanati kita? Apa yang mas ngganteng rasakan kalau itu terjadi sama mas? Saat kita sudah percaya penuh dengannya, saat kita sudah merasa banyak terbantu dan membantunya, esoknya tanpa sadar dia menusuk kita dari belakang.

Continue reading “Indahnya Persahabatan Hilang dengan Tusukan”

Akhirnya Bisa Ngeblog

Setelah sekian lama bermimpi mempunyai rumah blog sendiri, bisa diutak-atik semaunya sendiri, dan dengan nama rendahan yang dipilih sendiri, akhirnya bisa juga tercapai keinginan itu *sendiri juga. Setelah menulis yang endak nggenah, mlenca-mlence ngalor ngidul di blog gratisan kemarin, belajar blog kesana-kemari, tertarik mencari dollar Jowo Amerika, dan berniat menyewa lapak tanah di internet ini, akhirnya kata-kata selanjutnya tetap menuju ke judul posting juga. 🙂

Yah, pertama-tama yo ndak lupa berterimakasih sama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Lha piye, aku bisa sewa Gubug Reyot ini juga dari Dia kok, Sang Gusti Pengeran. Meskipun Reyot, tetep saja harus disyukuri kan?:D Semoga Gubug Reyot ini bisa bertahan dalam kerasnya badai dan topan juga bisa melindungi penghuninya yang suka ngawur ini. Amiin… Harapan lagi biar Gubug Reyot ini bisa direnovasi menjadi lebih bagus sedikit lah. Lha wong penghuninya juga suka keindahan, masak udah Reyot ndak pernah disapu, kalo pas ujan atapnya bocor suka mbasahi kloso tikar pula. Wah, cerita sedih ini…

Continue reading “Akhirnya Bisa Ngeblog”