Apa Kali Surabaya Patut Dilestarikan?

Lupa-lupa ingat, karena acara ini dilakukan hari Minggu yang lalu. Sekarang sudah hari Kamis, agak kadaluwarsa juga, tapi daripada ndak ada kabar mending ditulis lah… 🙂 Kali ini nulis tentang Surabaya, tepatnya tentang kali atau sungai yang mengalir di kota yang dijuluki Kota Pahlawan ini.

Bicara tentang kali Surabaya, yang pertama terpikir di otak saya adalah kali yang butek (kotor), bau, dan arusnya ndak deras karena dekat dengan muara. Namun kalo dilihat dari sejarah, kali yang mengaliri kota Pahlawan ini dulunya sebagai jalur lalu-lintas perdagangan yang ramai dilalui kapal-kapal kecil khusus untuk berdagang di dalam kota. Kali ini tidak bicara tentang sejarah, namun bakal membahas kelestariannya. Maksud dari kelestariannya yaitu tentang kebersihan serta kehidupan satwa penghuni asli kali Surabaya. Continue reading “Apa Kali Surabaya Patut Dilestarikan?”

Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat

Malam itu masih bisa dibilang sore, namun bapak-bapak yang umurnya diatas 50 tahun sudah pada kumpul di Gayungsari Barat. Aku perhatikan senyum mereka satu per satu, sepertinya mereka baru saja bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Penampakan mereka cukup aneh, ada yang pakai batik, ada yang jenggotnya super panjang dan berwarna putih bersih, ada yang sperti dukun, dan lain sebagainya. Aku manggut-manggut saja, ya begitulah penampakan orang yang suka akan kesenian, memiliki ciri khas yang dijunjung oleh pribadi masing-masing.

Suasana Gayungsari Barat yang semula sepi menjadi semakin ramai saat kawula tua-muda memenuhi pelataran rumah nomor 25-27 itu. Tampak seorang Akhudiat, penulis buku antologi puisi Pohon Bernyanyi yang sedang duduk dikerumuni teman-teman lamanya. Dia menunggu acara dimulai sambil ngobrol dan tertawa bersama teman-temanya. Continue reading “Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat”