Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat

Malam itu masih bisa dibilang sore, namun bapak-bapak yang umurnya diatas 50 tahun sudah pada kumpul di Gayungsari Barat. Aku perhatikan senyum mereka satu per satu, sepertinya mereka baru saja bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Penampakan mereka cukup aneh, ada yang pakai batik, ada yang jenggotnya super panjang dan berwarna putih bersih, ada yang sperti dukun, dan lain sebagainya. Aku manggut-manggut saja, ya begitulah penampakan orang yang suka akan kesenian, memiliki ciri khas yang dijunjung oleh pribadi masing-masing.

Suasana Gayungsari Barat yang semula sepi menjadi semakin ramai saat kawula tua-muda memenuhi pelataran rumah nomor 25-27 itu. Tampak seorang Akhudiat, penulis buku antologi puisi Pohon Bernyanyi yang sedang duduk dikerumuni teman-teman lamanya. Dia menunggu acara dimulai sambil ngobrol dan tertawa bersama teman-temanya. Continue reading “Berpuisi Bersama Pohon Bernyanyi – Akhudiat”