Kamus Kecil Istilah Jawa di Gubug Reyot

Disini adalah halaman kamus istilah bahasa-bahasa Jawa atau bahasa semi Indonesia-Jawa yang digunakan dalam postingan Gubug Reyot.  Meski jumlahnya masih sedikit, namun suatu saat pasti berguna bagi mas dan mbak yang bukan orang Jawa dan tidak mengerti bahasa Jawa.

Biasanya istilah Jawa yang ada di Gubug Reyot saya cetak miring. Jadi yang cetak miring (italic) bisa dilihat artinya disini. Meskipun belum semuanya saya cantumkan disini.

Untuk memudahkan pencarian dalam kamus kecil Bahasa Jawa ini, silakan tekan tombol Ctrl + F di keyboard Anda, dan ketikkan kata yang ingin dicari. *bahasanya, Anda ngono* :p

A

apdet : update

arek, arek-arek : anak, anak-anak (pemuda)

aseli : asli, pasti (1) aseline : pastinya

C

cekeremes : tidak beraturan

cet : cat

cetingan : chatting

ciprat, kecipratan : tidak sengaja terkena cipratan, mendapatkan sesuatu tanpa disengaja.

cumak : hanya, cuma

D

dalu : malam

E

-e : -nya. Contoh: (1) misale= misalnya. (2) Obate= obatnya.

entuk=nduwe : dapat, mendapatkan

et : add. Di-et : di-add.

F

fesbuk : Facebook

G

gubug : gubuk. Rumah kecil dan sederhana untuk sekedar berteduh dari terik matahari dan hujan.

I

iki : ini

J

jowo : Jawa.

K

kabeh : semua

kalao : kalau, kalo, jika

L

la’an : ….kan?

lha, lha wong : ungkapan sewaktu memastikan sesuatu dan menguatkan makna/emosi bahasa. Contoh: (1) Lha iki kok elek?= Nah ini kok jelek? (2) Lha iki??= Nah ini kan??

linggis : (1) alat untuk menggali, (2) boso linggis : istilah untuk menyebut Bahasa Inggris (English).

M

mangan : makan

mas : panggilan kepada kakak laki-laki, panggilan dengan nuansa positif bagi orang Jawa yang baru saling kenal. Contoh: mas ngganteng= kakak yang ganteng.

mbaca : membaca

mbah : kek (kakek)

mbalik : kembali

mbanyol, mbanyolan : melucu, joking

mbaurekso : menunggui, penunggu, menguasai

mengko : nanti

mesem : senyum

mesoh, misuh : berkata kotor, mengumpat. Pisuhan : kata kotor, umpatan.

monggo : silahkan, silakan

mosok : masa

N

ndak : tidak

ndelesep, mendelep, ndlesep : masuk ke dalam (bawah), terbenam.

nerimo : menerima

ngalor : ke utara

ngapunten : maaf (kata maaf dalam ngoko, sekarang sudah bergeser ke “sori” :p)

ngeder : bergetar

ngene : begini

ngidul : ke selatan

ngganteng, nggantheng : ganteng, cakep, cool

ngombe : minum

ngono : begitu, gitu

Njawani : orang Jawa yang bersikap arif bijaksana.

njih, injih : ya, iya

nyapo = lapo : kenapa

O

ojo, ojok : jangan

ostosmastis : otomatis

P

panggah : tetap

peh : wah

pinarak : duduk

piye : bagaimana

pripun : bagaimana (kromo alus)

R

rak : tidak. Contoh: rak yo aneh? = Tidakkah aneh?

reyot : reot. Kondisi dimana suatu barang/rumah sudah banyak yang rusak bagiannya dan sebentar lagi mau runtuh.

S

sak dhet sak nyet : langsung, langsung tanpa pikir panjang

sambang, sambangi : silaturahmi, bertamu, mengunjungi

sampeyan, sampean : Anda

sebutno : sebutkan

sepam : spam. Sepamer : spammer. nyepam : melakukan spam.

sing : yang

sowan : bertamu

sugeng : selamat. Contoh: Sugeng dalu= selamat malam.

sungkan : malu

T

tanggal, tanggalan : Kalender

tak : saya… Contoh: Tak sebutno kabeh= Saya sebutkan semuanya.

tego : tega

to : kan. Contoh: Yo to?= Ya kan?

U

ujug-ujug, ujug2 : tiba-tiba

W

wong : orang

Y

yawes, yawez : ya sudahlah

yo : ya. (I) yo iyolah : ya iyalah, ya memang begitu.

Beginilah kamus bahasa Jawa-Indonesia yang kurang lengkap. Tapi tenang saja, suatu saat pasti saya update. :D

{ 17 comments… read them below or add one }

Eyangkung June 6, 2010 at 7:49 pm

Kula nuwun………………………..,

Eyang tadi siang sekitar jam 13.00 s/d 15.30 lebih nongkrong di Gubug Reyot ini ternyata gubug kosong, tak seorangpun menyapa apalagi menjamu minuman dan makanan.
Eyang lupa hari ini hari Minggu. Yang punya gubug dan penghuninya kawula muda tentu pada wakuncar. Eyang lihat-lihat ruang tamu belakang gubug, tempat tukar link dll. Dua jam lebih! karena tak ada penghuninya yang diajak bincang-bincang akhirnya eyang pulang dengan beberapa pesan tertulis.
Karena penasaran dan sudah kadhung tertarik, malamnya eyang nekad ke Gubug Reyot lagi. Eee, masih kosong. Tangan menjadi usil dan clandhakan.
Ada buku kecil dekil : Kamus Istilah yang siang tadi belum sempat saya baca. Ah, saya terkejut senang dengan meneriakkan “Pucuk dicinta ulam tiba”!!
Setelah membaca kamus istilah yang ditulis mas Bekh itu eyang menduga dan berharap: mas Bekh orang Jawa yang masih mencintai budaya/bahasa Jawa.
Dan eyang sendiri juga orang Jawa lansia yang prihatin, budaya Jawa tidak lama lagi ditinggalkan penggemarnya. Sementara orang-orang bule dari Belanda, Amerika Inggeris dan Australia berbondong-bondong datang hanya untuk belajar nabuh gamelan, ndhalang, nyindhen mbeksa lengkap dengan beskap dan kain kebaya …………..
Membaca sepintas istilah ‘kamus istilah’ menurutmu ialah kamus istilah Jawa dan Indonesia semi Jawa. Lha yang terakhir ini adalah embrionya “Basa Jawa Gaul”. Bahasa Indonesia ada bahasa gaul, kenapa kenapa basa Gaul Jawa tidak? Eyang benar-benar tertarik. Selama ini eyang “njajah desa milangkori” untuk mencari rekanan yang tua-tua maupun yang muda-muda yang tertarik untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Jawa bagian dari budaya Jawa yang adi luhung.
Eyang pikir kamusistilah Jawamu itu bisa dimasuki tembung-tembung enggal bahasa Jawa lewat proses akronim. Kalau mas Bekh tertarik baca beberapa artikel yang saya sajikan dalam blog eyang http://www.ngujiwat.co.cc. Salah satu topik adalah “Bentukan Tembung Baru Bahasa Jawa dengan Proses Akronim” Coba renungkan bahasa Jawa sekarang yang disebut Bahasa Jawa Baru/Modern yang berasal dari pengembngan bahasa Jawa Kuno atau bahasa Kawi. yang dulu berasal dari Bahasa KunoPurba, dimana bahasa Kuno digunakan mulai abad pertama s/d abad ke-15 dan abad ke-16 sampai sekarang menjadi Bahasa Jawa Baru. Sangat panjang perjalanannya Tetapi apakah dalam bahasa Jawa yang berarti ‘suami’ ‘isteri’ ‘kamu-sekaliyan’ ‘kami’ dan banyak istilah-istilah penting yang tiap hari kita akrab menghayati ternyata belum ada dalam bahasaJawa. apalagi istilah “sexy” dalam bahasa Indonesia saja belum ada.
Oleh karena itulah eyang tertarik untuk mengajak pengguna dan pemerhati bahasa Jawa untuk bersama-sama membentuk istilah-istilah baru tembung Jawa dengan cara proses akronim. tentu saja tembung akronim ada syarat-syarat yang spesifik. Semua itu adalah untuk memberdayakan bahasa Jawa. Maka kalau mas Bekh tertarik baca hal-hal tersebut dalam blog saya tadi.
Pada awalnya bisa saja nanti orang menyebut itu istilah basa Gaul Jawa. tetapi saya prediksikan apabila sudah mulai memasyarakat nanti bisa dibakukansebagai bahasa Jawa baku dan asli Jawa!
Eyang minta tanggapan yang kagungan gubug ini kalau Kamus Istilah juga diramaikan dengan tembung enggal akronim ini.
Disamping itu eyang juga punya artikel menarik khususnya saya tujukan anak-anak muda dengan judul “NAFSU …….”
itu adalah sebuah artikel berdasar pengalaman pribadi eyang yang tentu penuturannya sangat santun. Kalau mau di pajang di Gubug Reyot, apakah ditempel di jendela, di ruang tamu di dapur atau malah di kamar mandi? saya tunggu komentar dan tanggapan mas Bekh. Yang pasti eyang akan menyajikan artikel yang korelatif untuk anak-anak muda. OK
Salam kenal eyang untuk seluruh penghuni Gubug Reyot.
Apabila komentar eyang yang panjang ini tanpa respon dalam beberapa hari itu berarti”theklek ing krikilan, wis tuwek pethakilan! Eyang minta maaf dan semua yang saya sampaikan tadi batal. Memang tidak gampang melakukan karya yang bermanfaat untuk banyak orang.

Reply

Sing Mbaurekso Gubug June 8, 2010 at 11:45 pm

mohon maaf eyang, komputer saya baru saja rusak. jadi hanya bisa ndomblong saja di kos-kosan. njih menawi mriki piyambakan, monggo mboten usah sungkan teng pawon, ngecam kopi piyambak. lha niki gubug reyot jan terbuka untuk umum Yang… :)

hmm.. ide eyang masio wes sepuh, nanging jan esip tenan. sik ta Yang, akronim ki opo boso Jowone? hehe… kulo mboten njupuk linguistik, dadine njih rodok lali. *peh, pemuda kok laliyan* :p Lek soal kamus, puniko kamus ingkang adoh saking sae. jian nguawur puool, lha nek semangat wae tak apdet… heee… nek pas males njih mboten tak demok Yang…

sik njih Eyang, tak nggene panjenengan sik. nyobi…. :)

Reply

kopok February 27, 2011 at 10:46 am

bahasa jawa kamu jg ngak jelas gtu mas..sok ngaku pinter bhasa jawa..klo itu bhasa jawa ala daerahmu mas…gk jelas itu..jelas2 bkan bhasa baku..bisa bedakan gk mas bhasa baku ma tidak?kaya bhasa betawi ma indo itu kan beda mas…bahasa kromo mu jg gk jelas mas…malu klo q

Reply

Subkhan March 2, 2011 at 5:22 pm

Sik ta mas, mbak. Mbok ya dibaca dari awal, ini kamus istilah bahasa-bahasa Jawa atau bahasa semi Indonesia-Jawa yang digunakan dalam postingan Gubug Reyot. sebagai selingan posting bahasa Indonesianya. Jadi kalo ndak sesuai dengan mindset bahasa Jawa yang ada di benak sampean yo monggo dicek ulang ‘semua’ artikel Gubug Reyot. Pasti hasilnya ada disini kosakata bahasa Jawanya. :)

Kalo gini, siapa yang malu hayo? :p

Reply

Reno March 2, 2011 at 5:26 pm

hahaha… goblok mas itu si kopok.paling gak dibaca artikelnya, sokor moco kamuse wae teros nulis sak karep’e udel.

Reply

joko September 6, 2011 at 3:30 pm

mulane yen meh tuku obat ki di woco dhisik petunjuk’e
mengko pengine mari malah “MENDEM”
mbok artikele di woco ndisik sing pertitis
lg komen.
bilang orang sok pinter.. malah di saru uwong
hahaaaaa
sokooooooorrr!!

Reply

makjegagik February 28, 2011 at 2:43 pm

banyak bgt yang mawut bahasanya..
jawa bukan kayak gitu.. hembt..
dibenahi dulu aja.. ckckck..

Reply

Subkhan March 2, 2011 at 5:23 pm

Ya terserah lah mas/mbak. Ini bahasa Jawa yang memang saya gunakan sehari2. Perlu diketahui, setiap bahasa/kata itu memiliki pergeseran makna baru. Tanyakan sama Eyangkung saja soal itu, saya bukan ahli boso Jowo soalnya, tapi saya cuman mahasiswa sastra biasa. :)

Reply

Jumaidil March 12, 2011 at 4:41 pm

Sayangnya baru sedikit ya, Mas? padahal aku senang belajar bahasa jawa, meski aku anak kalimantan. Sukses selalu buat Mas Subkhan…^_^

Reply

wisnu hendrik April 25, 2011 at 1:08 pm

apakah sudah ada wadah bagi yang ingin ikut melestarikan budaya jawa?

Reply

annisa June 17, 2011 at 8:49 am

aku org jawa kelahiran kalimantan , jadi uda ga terlalu paham bahasanya
adanya postingan gni bisa bantu banget kalo ketemu sm org suroboyo yg nyasar k balikpapan .
makasih ya mas , sering2 apdet yoo :)

Reply

neellaam June 28, 2011 at 12:07 am

waahha* -__-” serius neh.. cepet di update bang.. saya butuh segera :D ,makasih *maksa*

Reply

jaody prasetya September 13, 2011 at 8:12 pm

suatu saat nanya nanya bisa kan ???

Reply

Yanto October 4, 2011 at 6:46 am

Njih matur nuwun mas panjenengan nguri uri boso jawi, kulo niki njih tiang jawi nanging saking solo jowi tengah.

Reply

Nitha October 29, 2011 at 8:20 am

“tadi” tuh opo boso jawi nya mas?

Reply

katok kotak February 2, 2012 at 10:19 am

mau

Reply

katok kotak February 2, 2012 at 10:19 am

tolong di lengkapin lagi nggih kangmas. itu bahasa jawanya masih kurang banyak.

suwun…..

Reply

Leave a Comment

{ 4 trackbacks }

Page 1 of 11